
"Jadi Mas Dikau membohongi Aci?" Ujar Ashimah ketika ia membuka pintu. Ia tidak sengaja melihat Dikau yang berdiri di hadapan Firman. Mereka tengah berbincang membicarakan sesuatu. Awalnya Ashimah ingin menjenguk Dikau seperti kemarin. Ia sudah berusaha menekan egonya jika ia akan diusir pria itu. Namun yang ia dapati hanyalah kebohongan. Hatinya terasa sakit karena ini.
"Mas Dikau tidak benar-benar lumpuh?" Dikau terpaku. Ia merutuki kecerobohannya saat ini. Seharusnya ia lebih bersabar. Karena Ashimah bisa datang kapan saja. Sekarang wanita itu menantapnya kecewa. Tamatlah riwayatnya. Pasti gadis ini tidak akan mudah ia genggam kembali.
"Maksud mas apa bohongin Aci?"
"Mas suka melihat Aci menderita? Padahal Aci tidak bisa tidur nyenyak setiap malam. Karena rasa bersalah yang Aci tanggung. Hiks... Hikss.. Mas tega ngelakuin ini. Salah Aci apa mas? Hingga mas hukum Aci seperti ini." Ashimah memandang Dikau nanar. Tubuhnya meluruh ke lantai. Ia tidak habis pikir dengan apa yang Dikau inginkan.
"Maaf." Hanya itu yang bisa Dikau katakan. Pria itu bergerak melangkah mendekat ke arah Ashimah.
"Jangan mendekat!" Seru Ashimah.
__ADS_1
"Aci benci sama Mas Dikau.. hiks..hikss..hiks.." melihat Ashimah menangis pilu seperti itu membuatnya tidak tega. Dikau ikut bersimpuh di hadapan Ashimah. Firman merasa canggung melihat drama itu. Ia memilih untuk pergi. Karena dia rasa dia tidak boleh ikut campur.
"Maafkan saya Ashimah. Saya tidak bermaksud membohongi kamu."
"Lalu maksud mas apa? Pura-pura lumpuh itu tidak termasuk sebuah kebohongan." Ucapan Ashimah telak membuat Dikau bungkam.
"Jawab Mas apa? Apa mas begitu benci dengan Aci karena cuek dengan mas? Apa mas balas dendam karena tidak dihiraukan Aci? Padahal Aci tulus mencintai mas." Ashimah menatap Dikau sendu.
"Saya sadar, saya bukan laki-laki baik.
Saya tidak bisa menjanjikan apapun padamu Ashimah. Tapi saya mau belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Berikan saya satu kesempatan lagi."
__ADS_1
"Will you marry me?" Dikau mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin. Ashimah terpana melihat cincin berlian yang berkilau di hadapannya. Ia bingung harus dihadapkan dengan ini. Bukankah tadi ia kecewa karena telah di bohongi Dikau. Namun pria itu malah melamarnya. Hal itu membuat Ashimah sebal terlepas dari pengakuan Dikau yang mengatakan jika pria itu mencintainya.
Suara langkah kaki mendekat membuat Ashimah menoleh. Ternyata ada ayah dan ibunya yang datang. Lalu ia menatap Dikau kembali. Ashimah terdiam, apa yang harus ia lakukan? Kenapa orang tuanya datang disaat yang tidak tepat? Kalau begini kan dia jadi tidak bisa menolak Dikau. Ashimah mendesah kenapa pria ini selalu bernasib beruntung sedang dia yang kena buntungnya.
"Bagaimana Ashimah?" Ashimah mengigit bibirnya. Jika ia menolak tentu ibu bapaknya akan kecewa padanya. Karena Dikau selama ini selalu berbuat baik pada keluarganya.
"Bukankah kamu tulus mencintai saya." Bisik Dikau.
***
jangan lupa follow Instagram saya @wgulla_ ♥️♥️
__ADS_1