
Ashimah dulu tidak pernah percaya ketika dosennya Bu Salamah pernah mengatakan, "Mengerjakan Skripsi itu lebih mudah dari pada Menikah. Karena disaat kita menikah kita akan tahu semua kejelekan semua kita. Yang membuat kita ilfil. Tapi mau tak mau kita harus tetap pasrah hidup bersama lelaki itu." Karena ia dulu beranggapan lebih baik menikah dari pada mengerjakan skripsi. Karena banyak kasus bunuh diri, tapi ia juga melupakan fakta bahwa menikah juga menimbulkan banyak kejahatan pembunuhan, mutilasi dan lain-lain.
Ucapan itu terngiang-ngiang di kepalanya. Walau ia belum menikah dan mengerjakan skripsi tapi beberapa waktu ini pikirannya terhadap Dikau Tondo Prasetya berubah 100 derajat. Pria itu berhasil menunjukkan sisi yang membuat Ashimah kesal sekaligus takut dengan pria itu. Selain sikap cueknya, yaitu sikap songongnya dan pemaksanya.
__ADS_1
Ashimah mendesah, jujur ia malu. Ketika pria itu memaksa ingin bertemu Dokter Alan. Ia kira pria itu ingin berterimakasih telah merawatnya tapi ia rasa Dikau ingin melakukan sesuatu hal.
Ashimah yang berdiri di samping Dikau menatap pria itu penasaran mereka sedang duduk berhadapan dengan Dokter Alan. Ashimah bingung ketika Dikau mengeluarkan selembar Cek lalu menuliskan angka sebesar 1.000.000 rupiah. Ashimah tidak tahu itu untuk apa.
__ADS_1
Namun ketika suara Dikau membuka, Ashimah ingin sekali berlutut dan meminta maaf kepada Alan. Karena Dikau yang bersifat keterlaluan.
"Kenapa anda diam saja? Apakah uang ini kurang?" Dikau menaikan alisnya menatap wajah Akan dengan tatapan sombong. Ia ingin menunjukkan pada Alan jika ia mempunyai segala-galanya yang tidak dimiliki Alan. Agar pria itu sadar diri berhadapan dengan siapa. Dan secepatnya memutuskan untuk menjauh dari Ashimah. Sedang Ashimah menatap Dikau tak percaya bisa-bisanya pria itu memperlakukan orang seenaknya dengan uang.
__ADS_1
"Sepertinya bapak salah paham. Disini saya dengan tulus membayari Ashimah tanpa mengharapkan lebih. Jadi bapak Dikau Yang Terhormat bapak bisa menyimpan uang itu untuk hal yang lain. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari pada saya." Balas Alan dengan menekan kata Yang Terhormat agar Dikau menyadari jika ia tersinggung dengan apa yang pria itu lakukan. Alan bukannya menutup mata, jika Dikau dan Ashimah memiliki hubungan. Tapi Alan juga merasa tertarik pada Ashimah. Dan dia hanya tidak ingin melewatkan wanita seperti Ashimah. Alan berjanji ia tidak akan kalah dengan Dikau, tipe pria yang hanya mengandalkan kekuasaan dan hartanya saja bukan perasaan kasih dan sayang.
"Kalau begitu jika tidak ada keperluan lagi. Saya mohon pamit undur diri masih banyak nyawa pasien yang memerlukan saya." Dikau nampak kesal dengan ucapan Alan. Tapi ia berusaha tenang dan ingin menunjukkan aura intimidasinya. Jika ia tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Walau di dalam hati ia merasa kesal karena Alan menolak uangnya.
__ADS_1