Dikau Imamku

Dikau Imamku
Bab 15


__ADS_3

KAGUM


Ashimah POV


Aku terdiam sejak peristiwa tadi aku tidak mampu berkata apapun. Semua kejadian itu terasa cepat. Bahkan disaat Mas Dikau mengantarku pulang. Kami dari tadi hanya diam sepanjang perjalanan. Mobil milik Mas Dikau melaju dengan pelan.


"Apakah ayah dan ibumu ada di rumah?"


"Ah..itu.."


"Bagaimana?"


"Tentu saja ada di rumah."


"Bagus."


"Ada apa mas?"


"Melamarmu."


"Apa?"


"Mas Dikau setuju menikah denganku?"


"Tidak ada jalan lain. Lagi pula yang ibu saya ucapkan benar. Seharusnya saya tidak tidak lari dari tanggung jawab."

__ADS_1


"Eh.."


"Sepertinya tidak terlalu buruk untuk menikahimu." Jantungku berdebar kencang, padahal ini bukan pernyataan cinta. Tapi tetap saja mendengar pengakuan Dikau yang ingin menikahiku membuatku gugup.


"Ah sudah sampai.." aku mengalihkan perhatian. Baru saja aku ingin keluar dari pintu. Aku merasa tanganku di genggam. Aku menoleh menatap Mas Dikau penuh penjelasan.


"Ada apa?"


"Maaf.."


"Untuk?" Aku menatap Mas Dikau bingung. Bukannya tadi pria itu membicarakan pernikahan. Namun kenapa pria itu malah meminta maaf.


"Karena telah menciummu." Aku menelan ludahku gugup. Ucapan mas Dikau jadi membuatku mengingat bagaimana pria itu menciumku dengan lembut. Pipiku merona tanpa sadar.


"Ii-tuu." Aku tak mampu melanjutkan kalimatku.


"Saya minta maaf."


"Aci maafkan." Ujarku dengan nada pelan. Aku mendongak menatap mata hitam Mas Dikau. Pria itu masih setia menggunakan kacamatanya.


"Terimakasih." Aku langsung keluar, aku tidak ingin mas Dikau melamarku sekarang. Walau aku ingin menikah dengannya tapi aku tidak ingin secepat ini. Pasti keluargaku akan berpikir yang tidak-tidak. Apalagi aku belum sanggup membuat keluargaku bahagia dengan kerja kerasku. Aku berjalan masuk ke dalam gang dengan bimbang. Bahkan aku tidak berani menatap pria itu lagi.


Aku langsung mengetuk pintu rumah. Ketukan kedua pintu terbuka menampakan ibuku disana.


"Tumben kamu pulang bawa temen kamu?" Tanya Ibu. Mendengar itu aku bingung. Aku langsung membalikkan badanku. Aku sungguh terkejut melihat Dikau berada di belakangku. Bodoh! Aku tidak menyadari jika pria itu mengikutiku. Apa yang harus aku lakukan?

__ADS_1


"Assalamualaikum Bu." Sapa pria itu pada ibuku.


"Waalaikumsalam."


"Saya Dikau temannya Ashimah Bu."


"Nama kamu Dikau?"


"Iya Bu. Lebih tepatnya Dikau Tondo Prasetyo."


"Nama kamu unik."


"Wah ibu baru tahu jika Aci punya teman laki-laki. Kamu ada perlu apa kesini?" Aku meringis mendengar kalimat to the point ibuku. Bisa dipastikan ibuku akan mengintrogasi Dikau. Karena ibuku suka melarangku berpacaran. Sudah dipastikan jika ibuku terkejut mendapati pria itu. Aku menunduk tidak berani melakukan apapun.


"Sebenarnya kedatangan saya kesini.."


Dikau belum selesai menyelesaikan kalimatnya, ibu lebih dulu memotong.


"Ah lebih baik nak Dikau masuk ke dalam duduk di dalam sambil membicarakan ini. Sepertinya pembicaraan ini sangat serius." Perintah ibu.


Aku masuk ke dalam tanpa menatap ibu. Aku bisa melihat kilatan penuh selidik di wajah ibuku.


"Aci kamu buatkan minum buat Dikau. Kalau bisa cemilan yang ada di dapur kamu bawa juga." Aku menghembuskan napas pasrah dengan anggukan. Aku tidak bisa lari lagi. Selagi mereka mengobrol aku berada di dapur. Jujur aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan.


*****

__ADS_1


Maaf update lama.. mohon doanya temen2 semoga bapak aku sehat selalu dan diberi kemudahan, kemarin habis sakit.. 😓💕💕😍 jangan lupa Vote And Coment... Atau follow juga boleh banget....


Kita coba sejauh mana rindu dengan Dikau 😂😂😂


__ADS_2