
"Ini terdengar aneh." Ucap Ashimah. Sedangkan Dikau tertawa.
"Sekarang kamu pilih kamu mau kisah cinta seperti apa?" Tanya Dikau sambil menunjuk isi di dalam tablet.
"Maksud mas ini apa?" Tanya Ashimah melihat gambar-gambar yang di disimpan Dikau dalam tablet. Ia baru tahu ada malam pertama seperti ini.
"Ini kamu pilih, kamu mau kisah cinta seperti Cinderella, beauty and the beast, CEO dan sekertaris atau kegiatan pasangan suami istri sehari-hari." Ashimah mengerutkan kening. Ia bingung semua ini untuk apa. Kenapa dia harus memilih? Memang apa yang ingin mereka lakukan dengan ini?
"Kamu belum ngerti ya?" Tanya Dikau melihat raut wajah Ashimah yang kebingungan.
"Saya akan jelaskan sebentar. Pertama Cinderella, nanti mas akan buat pesta dansa yang meriah, gaun yang indah terus kita menari hingga tengah malam." Menarik tapi itu sama aja mereka akan mengeluarkan biaya yang besar. Ia tidak ingin Dikau menghabiskan uang hanya untuk itu. Lebih baik untuk nabung atau amal.
"Kedua beauty and the beast, kita akan berdansa di taman yang ditumbuhi mawar hanya kita berdua hingga pagi dan berciuman mesra disana." Ashimah langsung menggeleng mendengar itu. Ia bergidik membayangkan itu.
__ADS_1
"Ketiga CEO dan Sekertaris. Kamu akan jadi sekertaris saya terus saya jadi bos kamu lalu kita bercinta di ruangan kantor saya." Rasanya Ashimah mau mual. Ternyata pria itu benar-benar mesum. Bahkan ia tidak pernah membayangkan hal-hal seperti itu.
"Ke-empat, kita akan melakukan kegiatan sederhana sehari-hari yang sering di lakukan pasangan. Belanja bulanan, memasak, si pria menyisir rambut si wanita, bergandengan, boncengan naik sepeda dan lain-lain."
"Tapi saya lebih suka nomer tiga." Ucapnya. Lalu Dikau mengerlingkan matanya ke Ashimah. Hal itu membuat Ashimah bergidik. Ia rasa nomer empat lebih normal dari yang lainnya.
"Nomer empat saja." Ucap Ashimah cepat. Ia takut jika Dikau akan memilih yang aneh-aneh.
"Kalau begitu ayo kita list apa saja yang akan kita lakukan." Dikau membuka buku agenda tersebut dan mulai menulis. Sedang Ashimah browsing di internet.
Terlihat gambar pasangan suami istri sedang sholat berjamaah dan suaminya mencium kening istrinya. Ashimah jadi iri melihat itu. Bagaimana ya rasanya?
"Tapi ini bukan waktunya sholat." Wajah Ashimah berubah murung. Dikau terkekeh lalu mendekatkan wajahnya ke Ashimah.
__ADS_1
"Kalau begitu begini saja." Dikau mencium kening Ashimah lembut. Ia menciumnya berulang kali sampai Ashimah malu.
"Mudah bukan." Pipi Ashimah bersemu. Ia tidak menyangka jika Dikau bisa bersikap semanis ini. Biasanya Dikau itu bertindak angkuh dan suka menghinanya. Tapi anehnya ia tetap tahan dengan pria ini.
"Kita lihat apa saja yang sudah terlist!" Kemudian Dikau membacakan apa saja yang dia tulis. Keningnya berkerut mendapati sesuatu yang ganjil.
"Sepertinya ada yang tertinggal." Ujar Dikau nampak berpikir. Lalu pria itu menyeringai penuh misteri pada Ashimah. Ashimah nampak curiga dengan seringai itu. Ia mulai waspada.
"Apa itu?" Tanya Ashimah bingung. Ia pikir semuanya sudah di tulis.
"Mandi bersama." Pipi Ashimah memerah kerena malu. Ia menatap garang suami nya. Bisa-bisanya pria itu berpikiran seperti itu. Kotor sudah pikirannya di kontaminasi oleh Dikau.
"Dasar mesum." Lalu Ashimah melempar bantal ke Dikau.
__ADS_1
****
jangan lupa follow Instagram author @wgulla_ ♥️