
Ashimah makan di kantin bersama Zila. Pikirannya melayang ke tadi malam disaat ia menolak Dikau. Ia tahu ia dosa, hanya saja ia belum siap melakukan itu dengan Dikau.
"Hayo pengantin baru ngelamunin apa? ngelamunin jorok ya!!"
"Enak aja sok tau Lo!!" sanggah Ashimah, ia jadi tidak berselera makan.
"Lah terus kenapa?"
"Cerita aja kali.. nggak usah di simpen sendirian gila baru tahu rasa Lo!! oh iya gua lupa lu kan udah gila dari dulu..."
"Mulut lu kalau ngomong suka bener deh.."
"Sebenarnya gua itu bingung.."
"Bingung kenapa?"
"Menurut lu dosa nggak nolak suami mau berhubungan suami istri.."
"Ya jelas dosa ****!!"
"Nanti Suami Lo jajan di luar kapok deh loh!! Pake acara bohong segala lagi.. kalau mas Dikau sampai tahu habis riwayat lu Ciii di kurung mas Dikau seharian di kamar..."
"Terus gimana dong?"
"Ya tinggal layanin aja apa susahnya sih.. emang Lo nggak tau apa sekarang tuh pelakor banyak."
__ADS_1
"Apalagi laki lu itu ganteng, mapan, badannya bagus pasti banyak tuh cewek yang ngincer..."
"Lu kok malah nakut-nakutin gua!!"
"lu senang apa liat gua jadi janda muda..."
Ashimah langsung meninggalkan Zila karena omongan sahabatnya yang semakin membuat Ashimah khawatir. Ashimah takut jika itu semua menjadi kenyataan. Zila hanya mengangkat bahu acuh, astaga temannya ini memang ajaib di kasih tahu malah di tinggal.
****
Ashimah memutuskan untuk pergi ke kantor Dikau. Ia hanya ingin melihat apa yang suaminya itu lakukan di kantor sekalian mengantarkan makan siang disana.
Baru saja Ashimah mau membuka pintu. Pintu lebih dahulu terbuka. Tepat saat itu keluar seorang wanita muda cantik. Ashimah Otomatis memberikan wanita itu jalan. Ia jadi penasaran siapa wanita itu. Ia takut apa yang Zila katakan benar apa adanya.
Ia belum siap menjanda di waktu muda.
Kemudian Ashimah masuk ke dalam. Terlihat Dikau sedang merapikan berkas-berkas. Mungkin wanita itu adalah salah satu Klien Dikau.
"Assalamu'alaikum mas.."
"Waalaikumsalam.."
"Tumben kesini ada apa?" Tanya Dikau penasaran dengan kehadiran istrinya itu yang tiba-tiba.
"Bawain makan siang buat mas Dikau.." Dikau tersenyum senang. Lalu menyuruh istirnya itu untuk mendekat duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Sini duduk di samping mas..." Kemudian Ashimah menyiapkan makanan untuk Dikau. Dia hanya membawa nasi goreng seafood.
"Suapin.." Pinta Dikau dengan manja. Ashimah menurut, padahal dulu ia yang tergila-gila pada Dikau tapi kenapa sekarang malah jadi terbalik. Ia jadi takut jika Dikau tidak cinta lagi padanya. Wajah Ashimah tiba-tiba jadi lesu memikirkan hal itu.
"Ada apa Aci?" Tanya Dikau seakan tahu kegelisahan apa yang Ashimah rasakan.
"Nggak ada apa-apa kok mas.."
"Aci cuma kepikiran sama yang mas omongin semalam. Maafin Aci ya mas yang udah nolak mas." Mendengar itu Dikau mengambil piring yang di bawa Ashimah di meja.
Dikau menarik tubuh mungil Afiqah ke dalam pelukannya. Lalu mengelusnya pelan..
"Jangan sedih sayang mas memaklumi kok... lagian kamu juga lagi itu.."
"Sebenarnya Aci ngk halangan mas.." potong Ashimah ia ingin mengakui kebohongannya sebelum Dikau semakin marah padanya.
"Jadi yang kemarin itu bohongan.." Rahang Dikau tiba-tiba mengeras, tahukan bagaimana tersiksanya dia sepanjang malam menahan semua itu.
"Mas jangan marah ya.. maafin Aci.. Aci cuma takut aja mas ngelakuin itu.. katanya sakit sampai Ngak bisa jalan terus keluar darahnya hiks...hiks...hiks..hiks.. maafin Aci.." Mendengar ucapan polos Aci membuat Dikau menghela napas. Kalau sudah menangis begini ia mau apa. Marah pun percuma...
"Mas maafkan lain kali jangan berbohong lagi atau mas akan menghukum kamu...."
****
jadi kalian mau ngak lanjut sampai anaknya Dikau lahir....
__ADS_1