Dikejar Anak Sultan

Dikejar Anak Sultan
part 38


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Fayez berhasil mendapatkan Tiger kembali dengan begitu susahnya. Kini, Tiger berada dalam hutsn kecilnya itu. Dengan perasaan begitu bahagia, Nina mengajak Feroze untuk bertemu dengan Tiger. Terdengar aungan Tiger. Feroze dengan wajah panik menatap Nina. Ia takut Nina pingsan lagi. Justru keadaan terbalik. Nina masih menyunggingkan senyumannya dan terus berjalan menuju kandang Tiger.


Sampai di kandang Tiger, Nina menyuruh pengawal membuka kandang yang membuat Feroze terkejut.


"Habibty, are you serious?" tanya Feroze.


"Tentu ... Cepat buka!"


Pintu kandang pun dibuka. Terlihat Tiger yang tengah duduk. Sebuah harimau putih yang besar dan sangat gagah. Bukannya takut, Nina justru terpesona oleh Tiger. Meski pintu dibuka, namun ia masih dihalangi oleh pagar besi super kuat hingga Nina tak bisa masuk kedalam.


"Aku ingin menyentuh Tiger," ujar Nina tanpa menoleh pada Feroze, masih dengan terpesona melihat Tiger.


"Apa? Tidak bisa!" tolak Feroze.


"Kenapa?" tanya Nina.


"Sudah dua bulan ia tidak disini. Lagipula dia tidak pernah mencium bau tubuhmu. Bisa-bisa kamu diterkam olehnya."


"Pokoknya aku ingin menyentuh Tiger! Kau pembohong, Feroze! Kamu bilang, akan memberikan apapun untukku. Aku hanya ingin menyentuh Tiger, kamu menolak!" Nina terus merengek pada Feroze.


"Hey, dengarlah. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau, tapi jika itu berbahaya, tidak akan aku berikan. Cari permintaan lain, ya." Feroze terus membujuk Nina.


"Tidak! Aku hanya ingin menyentuh Tiger! Kau jahat, Feroze!" Nina pergi dengan wajah kesalnya.


"Astaga, bayi apa yang kau kandung, Nina? Ia sungguh keras kepala." Feroze memijat pelipisnya.


"Dasar pria yang tidak bisa dipegang perkataannya!" Nina begitu kesal karena tidak bisa menyentuh Tiger.


"Habibty, tunggu." Feroze mengejar Nina yang terus berjalan menghiraukan panggilan Feroze.


"Habibi, apa yang terjadi?" tanya Ummu.


"Ummu ..." Feroze berhenti.


"Kenapa dengan Nina?" tanya Ummu.


"Ngambek lagi," jawab Feroze.

__ADS_1


"Kenapa lagi sekarang?"


"Dia ingin menyentuh Tiger, aku tidak setuju karena bahaya, dia pergi begitu saja. Ummu, apakah setiap ibu hamil menyebalkan?" tanya Feroze.


Ummu tertawa. "Kamu ini, jangan berkata begitu. Mereka juga tidak ingin sifatnya seperti itu. Itu semua karena hormon yang berubah-ubah. Sabarlah, Kamu bisa alihkan keinginan Nina dengan yang lainnya. Coba ajak dia berlibur. Pasti dia bahagia. Tapi ingat, jangan berlibut jauh-jauh dan membuatnya lelah."


"Baiklah, Feroze akan coba bawa Nina berlibur. Terimakasih, Ummu." Feroze pun pergi menyusul Nina serta menyuruh pelayan mengemas keperluan mereka.


"Nina ..." Feroze menghampiri Nina yang sedang duduk di sofa. Feroze memeluk Nina dari belakang. Nina hanya berdecak kesal.


"Jangan marah lagi, bersiaplah kita akan pergi."


Mendengar kata pergi, Nina berbalik.


"Pergi? Mau kemana?" tanya Nina.


"Ini kejutan. Ayo, bersiaplah." Feroze mengecup lembut bibir Nina, lalu menyuruh pelayan masuk mempersiapkan segalanya.


Setelah menyiapkan segalanya, mereka pun pergi. Tak cukup jauh mereka pergi. Feroze mengajak Nina menuju the Palm island. Mengajak Nina untuk menginap di kamar akuarium yang sangat terkenal itu.


"Bagaimana? Kamu suka?" tanya Feroze.


"Tidak marah lagi, kan?"


Nina menggelengkan kepalanya.


"Aku pikir, mau diajak ke gurun pasir."


"Habibty, kamu sedang hamil muda. Aku sedikit takut membawamu ke tempat jauh. Kita nikmati yang dekat dulu, ya. Dokter mengatakan, kita bisa pergi jauh ketika usia kandunganmu empat sampai enam bulan. Jika Dokter mengatakan kamu bisa pergi jauh, kita akan pergi kemana pun yang kamu mau."


"Janji?" tanya Nina.


"InshaAllah." Feroze memeluk Nina yang tengah bersandar dibahunya.


"Habibi, bisakah kau tutup saja pemandangan di depan itu?" Nina menunjuk akuarium besar di depannya.


"Aku membayangkan kacanya pecah dan kita dimakan semua ikan besar itu," ujar Nina bergidik ngeri.

__ADS_1


"Ish Kamu ini, bicara sembarang." Feroze pun menutup gorden akuariumnya. "Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Feroze tersenyum penuh arti.


"Jangan berpikiran mesum, aku ingin tidur." Nins membaringkan tubuhnya membelakangi Feroze, lalu menyelimuti tubuhnya.


"Nina ... Ayolah." Feroze menyolek-nyolek tubuh Nina.


Nina berbalik menatap Feroze. "Kalau mau itu, ngapain bawa aku kesini? Kita bisa melakukannya dikamar saja!" gerutu Nina.


"Kan aku ingin suasana yang berbeda." Feroze menepuk satu kali tangannya. Tiba-tiba kamar menjadi gelap. Kilauan cahaya bak bintang menerangi atap kamar mereka. Nina sungguh terkejut melihatnya. "Bagaimana? Apa kamu suka?"


"Ini sungguh cantik." Nina begitu bahagia dengan lampu LED yang menyorot seperti bintang-bintang.


"Jadi, bisa kan kita melewati malam ini dengan penuh cinta?" tanya Feroze tersenyum penuh arti.


"Dasar mesum." Nina memukul kecil dada Feroze.


Mereka pun melewati malam indah itu dengan penuh cinta. Saling menunjukkan rasa cinta satu sama lain.


**


Keesokan hari pun tiba. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas. Feroze dan Nina sudah bersiap untuk jalan-jalan area palm island. Meski tidak ada pemandangan alam yang indah, hanya pergi ke mall, tetapi momen itu dilalui dengan bahagia.


"Akhirnya kita bisa jalan berdua. Kamu sangat sibuk bulan ini sampai lupa mengajakku untuk jalan-jalan," protes Nina.


"Iya, aku tahu aku salah. Maka dari itu, sekarang aku ajak untuk jalan-jalan. Ayo kamu mau apa?" tanya Feroze.


"Kita nonton film, ya."


"Baiklah. Apapun akan aku turuti. Ayo." Mereka pun pergi menuju bioskop untuk nonton berdua. Ya hanya berdua karena Feroze membooking satu studio untuk mereka berdua.


Nina sungguh kesal pada Feroze. Kenapa ia harus membooking satu studio. Dan jawaban Feroze membuat Nina tercengang.


"Aku tidak ingin ada seorang pun yang menatapmu. Jadi lebih baik aku booking satu studio. Toh mall ini milik Baba. Aku bebas melakukan apapun." Itulah jawaban Feroze yang membuat Nina menghela napasnya.


Meski begitu, akhirnya mereka menonton bersama. Menonton film romantis yang membuat keduanya saling menggebu. Bukan hanya film yang romantis, Feroze pun tak kalah sangat romantis setiap adegan ciuman, ia pun mencium Nina membuat Nina jengkel. Ekspentasi nonton dengan 'normal' pun gagal.


Dasar Sultan menyebalkan!

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2