
Malam pun datang. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Seperti biasa, Nina selalu memiliki kebiasaan yang unik yaitu tidak bisa tidur sebelum makan cookies dan orange juice. Setelah selesai, ia naik menuju kamarnya. Nina terkejut melihat Feroze yang sedang berjalan tetapi tatapannya kosong.
"Tuan, tuan sedang apa? Kenapa belum tidur?" tanya Nina yang heran melihat tingkah Feroze.
Tiba-tiba Feroze menarik tangan Nina, berjalan menggandeng tangan Nina.
"Tuan, aku mau dibawa kemana?" tanya Nina bingung.
Tiba-tiba Feroze memasukan Nina ke sebuah kamar, Feroze menutupnya lalu menguncinya dan pergi meninggalkan Nina.
"Tuan buka." Nina menggedor pintu kamar itu. "Ish apa yang dia lakukan sih. Tuan." Nina terus menggedor pintu namun tidak ada yang membuka.
"Astaga, bagaimana ini? Masa aku tidur di kamar mandi?" Nina melihat sekeliling yang ternyata kamar mandi.
"Apes banget sih," kesal Nina yang dikunci di kamar mandi.
**
Pagi hari pun tiba. Terdengar teriakan Vita yang mencari keberadaan Nina.
"Nina ..." Teriak Vita.
"Tante, ada apa?" tanya Feroze yang keluar dari kamarnya.
"Nina tidak ada di kamarnya. Tante cari ke seluruh rumah tidak ada," ujar Vita bingung.
"Mungkin olahraga pagi, Tante."
"Nina olahraga? Apa tidak salah? Mana pernah dia olahraga," ujar Vita.
"Ma ... Mama ..." Teriak Nina dari kamar mandi.
"Loh, itu suara Nina. Nina ... Kamu dimana?"
"Mah ... Di kamar mandi. Tolong bukakan itu terkunci dari luar," teriak Nina.
"Hah di kamar mandi?" Dengan segera Vita berlari menuju kamar mandi. Ia buka, benar saja Nina disana.
"Mah ..."
Tubuh Nina ambruk ia pingsan.
"Nina astaga Nina, bangun. Feroze ... Feroze ..." Teriak Vita panik.
"Nina ... Apa yang terjadi padanya?" Dengan segera Feroze mengangkat tubuh Nina, membawanya menuju kamar Nina, dengan segera Vita menelepon Dokter keluarga.
__ADS_1
Selang dua puluh menit, datanglah Dokter Rio, seorang Dokter muda yang adalah Dokter keluarga Vita.
"Assalamualaikum, Tante." Rio mengucap Salam.
"Waalaikumsalam, Rio ... Cepat periksa Nina. Tiba-tiba dia pingsan tubuhnya juga panas," ujar Vita yang panik.
"Tenang ya, Tante, Rio periksa dulu Nina nya." Rio mendekat lalu duduk disamping Nina siap untuk memeriksa.
"Hey, apa yang kau lakukan?" Feroze meraih tangan Rio saat Rio ingin mengecek denyut nadi Nina.
Rio menatap bingung pada Pria bertubuh tinggi tegap dengan tatapan tajam itu.
"Maaf, Tuan. Saya ingin memeriksa keadaan Nina dulu," ujar Rio sengit.
"Tante, apa tidak ada Dokter wanita saja yang memeriksa Nina? Dia laki-laki, tidak pantas menyentuh Nina," ujar Ferize dengan menunjuk wajah Rio dengan tatapan kesal.
"Feroze, jika mencari Dokter lain, pasti lama. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Nina? Biarkan Dokter Rio memeriksanya, ya. Dokter Rio juga sahabat Nina. Lepaskan tanganmu, ya Feroze." Vita mencoba melepaskan cengkraman Feroze pada Rio.
"Rio, cepat periksa".
Rio hanya mengangguk. Rio pun memeriksa keadaan Nina. Dari denyut nadi, detak jantung, mata serta suhu tubuh.
"Nina hanya demam. Sepertinya dia kedinginan. Apa yang terjadi, Tante?" tanya Rio.
"Tante kurang tahu jelas juga. Tadi Tante menemukan Nina terkunci di kamar mandi. Saat Tante buka, tiba-tiba Nina pingsan sebekum menjelaskan apa yang terjadi," ujar Vita.
"Apa? Astaga, siapa yang mengunci Nina di kamar mandi?" tanya Vita terkejut.
"Apa yang terjadi, Tante?" tanya Feroze.
"Entah sejak kapan Nina terkunci di dalam kamar mandi sampai dia demam begini," ujar Vita.
"Apa? Terkunci di kamar mandi? Kenapa bisa begitu?" tanya Feroze terkejut.
Dengan sigap, Feroze mendorong tubuh Rio dan mengangkat tubuh Nina membawa nya pergi.
"Feroze ... Nina mau di bawa kemana?" teriak Vita. Tetapi Feroze tak menggubris.
"Aduh anak Sultan ini kenapa tingkahnya aneh sekali." Vita memijat kepalanya.
"Tan, siapa pria itu?" tanya Rio.
"Kau tidak tahu siapa dia? Dia Feroze Al-Barokh anak Sultan Hanafi Al-Barokh," ujar Vita.
"Loh, dia ngapain ada di rumah Tante? Mana perhatian banget sama Nina," ujar Rio.
__ADS_1
"Dia bilang dia sedang mengejar Nina. Dia menyukai Nina," jawab Vita.
"Apa? Sedang mengejar Nina? Terus Nina suka juga sama dia?" tanya Rio terkejut.
"Entahlah, Feroze ini benar-benar arrogant. Dia melakukan sesuai apa yang dia mau."
Gawat jika Nina menyukainya juga. Aku harus segera berterus terang pada Nina bahwa aku mencintainya sejak lama.
Rio adalah sahabat Nina sejak sekolah menengah pertama. Mereka selalu bersama hingga sekarang. Rio memang sudah memiliki rasa pada Nina. Tetapi, ia tidak berani mengungkapkan karena ia tahu kriteria aneh yang akan diterima Nina. karena itu, ia selalu menunda untuk menyatakan cintanya. sekarang, ia panik karena ada pria hebat yahg mendekati Nina secara terang-terangan membuat Rio harus segera mengungkapkan rasa cintanya.
**
Dengan cepat, Feroze membawa Nina menuju rumah sakit.
"Shit! Aku lupa aku tidak tahu jalanan di sini." Feroze memukul kemudi.
Ia meraih ponselnya dalam celana.
"Hey siri, lokasi rumah sakit terdekat." Feroze pun mencari melalui GPS.
Akhirnya Feroze menemukan rumah sakit terdekat hanya berjarak dua kilometer. Ia nyalakan mesin mobil, lalu dengan segera melaju. Sepanjang jalan, Feroze menggenggam tangan Nina.
"Astaga panas sekali tubuhnya." Feroze mengecek dahi nya.
Dengan menambah kecepatan, Feroze sampai di rumah sakit dengan waktu sepuluh menit. Dengan segera, ia membopong Nina masuk kedalam IGD.
"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Suster.
"Ia terjebak semalaman di kamar mandi. Cepat panggil Dokter," ujar Feroze panik.
Tak lama, Dokter datang lalu memeriksa. Feroze benar-benar panik.
Kenapa Nina bisa terkunci di kamar mandi? Siapa yang menguncinya?. Feroze bertanya-tanya.
Tiba-tiba ia terkejut. Sial! Apa aku tidur berjalan lagi, lalu mengunci Nina di kamar mandi? Jika benar, ahhhh ini semua salahku!. Feroze mengutuk dirinya sendiri.
Feroze memang memiliki kebiasaan tidur berjalan yang parah. Bahkan matanya terbuka saat tidur berjalan seperti orang yang sadar. Hal yang paling buruk, ia akan mengunci orang yang didekatnya ketika tidur berjalan. Ia merasa takut jika benar dia yang mengunci Nina di kamar mandi.
To be continue ...
**Hi Reader, bagaimana episode kali ini? seru tidak? bagaimana reaksi Nina ya jika tahu kebiasaan aneh Feroze yang tidur berjalan ini? tunggu lanjutan kisah nya ya.
By the way, Author mau kasih Visual Dokter Rio nih, semoga suka. jangan lupa juga untuk like, komen, vite, rate Dan Favorite ya.
Salam manis dari Mrs. A
__ADS_1
Dr. Rio Rayhan**