
Sepanjang hari, Nina cemberut dalam mobil, membuat feroze begitu bingung. Ia sudah msngajak Nina berjalan-jalan keliling Amsterdam, tapi, dia masih terlihat masam.
"Nina, kamu kenapa cemberut gitu?" tanya Feroze yang mengusap tangan Nina.
"Bosen! Ternyata, Amsterdam gak menarik lagi. Kita gak jadi, ya, tinggal disini selama satu bulan."
"Loh, kenapa? Bukannya kamu suka dengan kota ini?"
"Dulu iya, tapi sekarang bosen."
"Mau nya apa Ratu-ku ini? Katakan, Habibty, aku tidak bisa membaca pikiran, loh. Katakan?"
"Mau pulang, aku rindu anak-anak."
"Baru satu hari, masa sudah mau pulang?" tanya Feroze kembali. "Hmmmmm bagaimana jika kita keliling Netherlands?"
Nina yang awalnya terus menatap keluar, tiba-tiba berbalik menatap Feroze.
"Gimana?" tanya Feroze tersenyum.
Nina tersenyum bahagia, lalu memeluk Feroze.
"Kamu ini, biasa banget harus aku yang menebak-nebak. Bilang, Sayang, aku kan gak bisa baca pikiranmu. Tapi, minggu depan, ya, aku masih harus ada beberapa pertemua."
"Baiklah." Nina terus memeluk Feroze sepanjang perjalanan.
Seperti janjinya, Nina terus menemani Feroze. Baik di hotel maupun di luar hotel. Hari-hari mereka pun begitu bahagia layaknya pengantin baru. Berbeda dengan Feroze dan Nina, Si triplets G dan duo M benar-benar membuat pusing Musa dan Fayez. Pasalnya, mereka selalu meminta hal nyeleneh yang membuat mereka pusing.
"Chachu, aku ingin ke DAG (Dubai Astronomy Group)" Mecca terus menarik tangan Fayez.
"Mamu, aku ingin ke mall, membeli mainan" Ghinna menarik tangan Fayez.
"Ya Habibty, satu-satu permintaannya." Fsyez benar-benar pusing dibuatnya.
"Chachu, ayo kita belajar menembak." Takbah Ghifari menarik pakaian depan Fayez.
"Astagfirullah ... Musaaaaa!" Fayez berteriak memanggil Musa.
"Rasakan kau Fayez, siapa suruh tidak mau pergi menjemput Madame Feroza." Musa tertawa dalam mobil membayangkan betapa pusingnya diganggu lima kurcaci.
Keluarga Feroza pun telah sampai di Dubai. Si kecil Cinta begitu gembira dalam gendongan Irsyad. Musa berjalan menghampiri mereka. Menyapa mereka, lalu mengajak mereka masuk kedalam mobil.
Feroza begitu bahagia ketika menginjakkan kakinya di Dubai. Banyak kenangan indah yang ia lalui. Sejak menikah, Feroza meminta kesepakatan dengan Irsyad bahwa ia akan pulang ke Dubai tiga bulan sekali bersama atau tidak bersama Irsyad. Tiga bulan lalu, Irsyad tidak bisa menemani Feroza dan Cinta karena ada urusan penting. Kini, Irsyad bisa menemani Ferosa dan Cinta untuk bertemu keluarga di Dubai.
"Ummu dan Baba baik-baik saja, 'kan?" Tajya Feroza pada Musa.
__ADS_1
"Alhamdulilah baik, Sultan dan Madame begitu bahagia karena kelima cucunya menemani mereka," jawab Musa.
"Really? Bukannya lima kurcaci itu selalu aneh-aneh? Oh atau kamu dan Fayez yang jadi korban mereka?" tanya Feroza tertawa kecil.
"Ya, begitulah, Madame." Hanya itu jawaban Musa.
Feroza dan seluruh keluarga sangat tahu bagaimana kelima anak ajaib itu. Takkan ada yang bisa tahan meladeni mereka kecuali orang tua mereka yang kadang hanya bisa pasrah. Feroza pernah menjaga triplets G ketika mereka berusia tiga tahun. Hanya bocah tiga tahun, namun permintaannya aneh-aneh. Ini tidak bisa dibayangkan lima kurcaci sekaligus, apalagi Mecca si anak genius yang permintaannya yang begitu membuat orang dewasa keheranan.
Setelah menempuh perjalan selama satu jam, akhirnya mereka sampai di kediaman Sheikh Hanafi. Dengan gembira, Feroza berjalan masuk kedalam.
"Assalamualaikum, Ummu ... Baba ..." Feroza seperti anak kecil yang berlari mencari kedua orang tua nya bahkan ia sampai meninggalkan Irsyad dan Cinta. Irsyad oun hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Waalaikumsalam, Roza ...." Ummu begitu bahagia melihat anak perempuannya.
"Kangen ...." Feroza memeluk Ummunya begitu bahagia.
"Mana Cinta?"
"Ish Ummu, aku yang peluk, malah tanya Cinta!" Gerutu Feroza.
"Assalamualaikum, Ummu." Irsyad mencium tangan ibu mertuanya.
"Waalaikumsalam, MashaAllah, cucu Nani Ma yang cantik. Kemarilah." Ummu menggendong Cinta begitu bahagia.
"Sedang sholat Ashar. Sebentar lagi keluar," ujar Ummu.
"Lima kurcaci kemana?" tanyanya lagi.
"Ikut Baba sholat berjamaah."
"Pantes sepi."
Baru bicara, tiba-tiba terdengar keramaian yang membuat Feroza tertawa.
"Khala ..."
"Phupo ..."
Teriak semuanya melihat Feroza kecuali, Mecca. Ia berjalan biasa dengan wajah yang datar.
"Aaaaaa ponakanku sayang ..." Semua memeluk Feroza dengan begitu menggemaskan kecuali, Mecca.
"Assalamualaikum, Phupho." Mecca mencium tangan Phupho nya.
"Assalamualaikum, Om." Mecca mencium tangan Irsyad. "Hey, lepaskan!" Mecca begitu kesal saat Irsyad menggendongnya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, sayangku. Apa kabar pacar kecil Om ?" Irsyad menciumi wajah Mecca.
"Ih, aku bukan pacar Om! Turunkan aku! Aku sudah besar!" gerutu Mecca.
"Yakin tidak mau mencium Om? Padahal Om membawa hadiah spesial untukmu," ujar Irsyad.
"Ah, paling cokelat atau candy," cibir Mecca.
"Yakin? Asesoris NASA, loh. Limited edition plus teleskop juga."
Mecca yang awalnya masam pun, terlihat ceria saat mendengar apa yang dikatakan Irsyad.
"Really?" tanya Mecca excited.
"Kapan Om bohong?"
"Aaaaaaaa I love you Om." Mecca gembira memeluk Irsyad.
Irsyad memang begitu menyayangi Mecca. Entah kenapa, hatinya begitu bahagia sampai rela melakukan apapun untuk bisa mendapat pelukannya.
Dan semuanya begitu heboh dengan oleh-oleh yang Irsyad dan Feroza berikan. Mecca begitu bahagia karena mendapatkan tas gendong, jaket, t-shirt, buku dan teleskop original dari NASA sedangkan yang lain, diberikan banyak mainan dan cokelat begitu senang. Mereka sungguh bahagia termasuk Ummu dan Baba.
**
"Kak Nina ..." Nadira begitu bahagia melihat Kakak kesayangannya.
Arsyad, Nadira dan anak lelaki mereka Rasyad tengah berlibur ke Paris bertemu Grandma nya. Karena Nina dan Feroze sedang berada di Netherlands, akhirnya mereka menyusul Nina dan Feroze.
"Rasyad ... Onty kangen." Nina meraih Rasyad yang sedang digendong Nadira.
"Ish aku dilupain," gerutu Nadira.
"Hehehehheehhe kangen banget sama anak gumush ini." Nina meciumi wajah Rasyad yang begitu mirip James sang Grandpa.
"Ars, apa kabar?" Feroze memeluk Arsyad.
"Alhamdulilah baik. Asik nih yang lagi babymoon. Sampe anak-anak ditinggalin," ejek Arsyad.
"Sedang produksi adik Mecca dan Medina," ujar Feroze tertawa.
"Kamu ini, Feroze, jangan bicara begitu, bikin malu," gerutu Nina.
Mereka pun berbincang hangat di kediaman Nina. Nina juga bercerita ia akan berkeliling Netherlands bersama Feroze. Hingga akhirnya mereka akan berlibur bersama. Meski awalnya Feroze sedikit menolak karena tidak mau diganggu babymoon nya. Namun, kalau Nyonya Feroze sudah berbicara, mana bisa Feroze menolak.
to be continue ....
__ADS_1