Dikejar Anak Sultan

Dikejar Anak Sultan
part 42


__ADS_3

Hari itu adalah hari pertama duo M masuk sekolah. Al-Qodir Academy adalah salah satu sekolah terkenal di UAE untuk orang-orang yang memiliki kecerdasan luar biasa dengan jalur beasiswa. Sekolah itu hanya akan menerima anak-anak yang memiliki kemampuan luar biasa. Duo M menutup identitas mereka di sekolah. Hanya membekal nama Syarifah dan Ahmad, mereka masuk Academy.


Al-Qodir Academy juga adalah sekolah Feroze dan Feroza dulu. Dimana di sana, akan diajarkan banyak keahlian seperti bela diri, cara melarikan diri dari sekapan penculik, memanah, berkuda, menembak dan masih banyak lagi kegiatan di sana.


Di Academy itu, semua anak akan menggunakan nama samaran dan menutupi identitas asli mereka agar semua siswa mendapat perlakuan sama, tidak akan dibeda-bedakan hanya karena status sosial mereka. Di Academy itu juga, semua anak akan dibekali pelajaran agama Islam secara detail, terutama mereka harus bisa menghafal tiga puluh juz Alquran dalam waktu satu sampai dua tahun. Jika dalam dua tahun mereka tidak bisa menghafal, maka mereka akan langsung dikeluarkan dari Academy.


Nina begitu takjub ternyata di negara gurun pasir itu, ada sekolah luar biasa seperti itu. Al-Qodir Academy memang sengaja dibuat khusus untuk anak-anak UAE. Melatih mereka dan mengembangkan kemampuan mereka agar di masa depan, mereka bisa membuat bangga negaranya.


Hari itu, Duo M di antar oleh Nina dengan Nina menggunakan Burqa dimana wajah Nina akan tertutup karena menutupi identitas mereka. Semua keluarga juga akan dijemput oleh mobil khusus dari Academy. Jadi, tidak akan ada yang bisa pamer kekayaan mengendarai mobil mewah mereka. Penampilan Mecca dan Medina pun semua Academy yang mengatur. Dimana semua siswa perempuan akan mengenakan hijab serta kaca mata dan siswa laki-laki akan mengenakan pakaian khas timur tengah dengan menggunakan kacamata. Dimana kaca mata khusus yang jika dilihat oleh orang lain, warna mata mereka akan berubah warna.


Sungguh Academy ini sangat merahasiakan identitas semua siswa dan keluarganya. Hanya pihak Academy yang tahu identitas mereka semua.


"Umma ... Tolong lah, jangan berbicara bahasa Arab. Sungguh, bahasa Arab Umma membuatku pusing," gerutu Mecca yang mendengar Nina berbicara bahasa Arab.


"Hey, jangan bicara seperti itu pada Umma. Bahasa Arab Umma sudah lebih baik!" Medina membela sang Umma dengan memeluknya.


Nina menghela napasnya. "Baiklah, dengarkan Umma. Ingat, di Academy nama kalian adalah Syarifah dan Ahmad. Jangan katakan bahwa kalian dari keluarga Al-Barokh. Ingat untuk menutupi identitas kalian selama di Academy. Jangan membuka kaca mata kalian sebelum sampai ke rumah."


"Baik, Umma." Keduanya menjawab berbarengan.


Tak lama, sampailah mereka di Academy. Mereka masuk kedalam dimana Academy itu benar-benar tertutup layaknya markas rahasia. Terlihat, banyak anak-anak dan orang tua yang mengantar anak mereka. Semua orang seperti terlihat sama jika tidak saling berdekatan. Nina begitu takjub melihat Academy itu.

__ADS_1


Karena Duo M masih kategori pre-school, mereka masih bisa pulang setiap hari. Ketika mereka memulai di kelas satu, mereka akan pulang hanya saat libur yaitu sabtu dan minggu.


Mereka semua berada di sebuah aula yang besar, dimana mereka sedang berkumpul menerima murid baru. Mereka juga memperkenalkan para guru mereka dari semua keahlian dan pengajaran. Semua guru pun asli Emirati dimana mereka dulunya adalah murid disana.


Kelas perempuan dan laki-laki dipisah. Maka dari itu yang bersaudara pun tidak akan ketahuan bahwa mereka saudara. Mereka hanya akan tahu dari nama mereka karena di Academy itu pun semua anak memiliki nama yang berbeda. Setiap tahun, Academy hanya akan menerima lima ratus anak Pre-school saja. Selebihnya murid lanjutan dari Pre-school. Jadi, murid disana memang tidak akan bertambah kecuali anak Pre-school.


Setelah penyambutan anak pre-school, semua orang tua diharuskan untuk pulang karena semua anak akan mulai belajar tanpa didampingi orang tua.


Mecca memasuki kelas nya. Hanya ada dua puluh murid perempuan disana. Mereka sengaja menempatkan sedikit murid agar masa belajar lebih fokus. Mecca memiliki teman sebangku yang tak kalah cantik darinya.


"Assalamualaikum." Sapa gadis cantik yang terlihat memiliki mata berwarna biru itu.


"Waalaikumsalam," jawab Mecca dengan wajah datar tanpa menoleh padanya.


Mecca menatap gadis itu dengan tatapan datar melirik dari atas ke bawah. "Syarifah." Mecca kembali membaca bukunya.


"Apa yang kamu baca? Astronomi? Apa itu astronomi?" tanya Hajjar.


Mecca menghela napasnya. Ia sungguh merasa kesal jika ada orang yahg mengganggunya saat membaca.


"Eh apa ini? Bola ya?" Hajjar menunjuk para planet yang terlihat sangat indah.

__ADS_1


Mecca mendengus kesal dengan pertanyaan Hajjar. "Diam! Kau sungguh mengganggu!" gerutu Mecca.


"Kamu yakin usiamu empat tahun? Kenapa sungguh menyebalkan!" gerutu Hajjar.


"Kamu yakin usiamu empat tahun? Kenapa sungguh banyak bicara seperti tante-tante?" balas Mecca dengan tatapan datarnya, lalu kembali fokus membaca bukunya.


"Astaga, kenapa dia mengingatkanku pada Ibrahim?" gumam Hajjar.


Berbeda di kelas Medina, Medina sungguh bahagia karena akhirnya ia akan memiliki teman selain Mecca. Ia duduk di kursi paling depan, berdampingan dengan anak seusianya.


"Assalamualaikum." Medina tersenyum kepada teman sebangkunya.


Anak laki-laki itu menatap Medina dengan tatapan dingin. "Waalaikumsalam."


Kenapa dia meningatkanku pada seseorang? batin Medina.


"Hey kenalkan, aku Ahmad." Medina mengulurkan tangannya.


Anak laki-laki itu menatap Medina dengan tatapan dingin. "Ali," ujar anak itu tanpa membalas uluran tangan Medina.


Medina hanya menghela napasnya. "Gak dirumah, gak di kelas, kenapa bertemu makhluk seperti es, sih!" lirih Medina.

__ADS_1


Mereka pun memulai kelas nya. Mereka diharuskan untuk fokus dalam pelajarannya. Jika ketahuan tidak fokus, hukumannya tidak akan segan-segan, yaitu harus membersihkan toilet sekolah.


To be continue ....


__ADS_2