
Hari ini adalah hari spesial bagi Wollfi. Di mana Wollfi melihat dunia tepat di hari ini. Hari di mana semua orang penuh kesibukan, kericuhan, dan segalanya. Semua hal yang bahkan mama Wollfi sendiri, sampai melahirkan sendiri.
Jika diingat-ingat, hal itu membuat hati Wollfi seakan teriris. Di mana tak ada yang menantikan dirinya lahir ke dunia ini. Tidak ada seorangpun yang peduli dengannya, dan bahkan sang mama yang melahirkannya pun membiarkan dia tergeletak tak berdaya.
Sudah banyak kisah kelam yang didapati Wollfi ketika dirinya lahir. Makanya, dia sudah tak lagi mengharapkan siapapun. Dia hanya berdiri sendiri di kakinya sendiri tanpa mengharuskan dukungan orang lain.
Beribu-ribu tahun yang lalu, atau tepatnya 2067 tahun yang lalu ketika Wollfi dilahirkan sebagai putra dewata, ketika Wollfi diasingkan dan dibuang, dan ketika Wollfi tak bisa bertemu sang mama ketika dia sudah menginjak usia 900 tahun.
Wollfi yang ditinggal mamanya di usia yang masih 900 tahun hanya bisa menangis dan mengungsi ke bukit ini. Memang, sejak saat itu, dia bahkan tidak lagi menginjakkan bangsanya yang ada di langit.
Sebab, untuk sekadar berani menginjak saja, Wollfi tidak punya nyali. Dirinya sudah terkutuk dan bersumpah untuk tidak ke sana dan mengabdikan diri di dunia. Itulah juga alasan Wollfi masih jomblo sampai saat ini. Wollfi tidak mau bahwa dia harus termakan omongannya sendiri.
Pagi ini, Wollfi keluar dari tempatnya. Ya, tempat Wollfi berada di balik semak-semak yang sebenarnya memiliki rumah-rumahan kecil bagi serigala seperti Wollfi.
Wollfi sendiri yang membangun itu dan menggunakannya sebagai tempat peristirahatan.
Karena ini hari spesial bagi Wollfi, maka, dari semalam juga dia belum tidur. Wollfi bahkan sudah berburu banyak hewan dalam satu malam.
Rencananya, saat siang nanti Wollfi akan berdiam di kamarnya untuk merayakan hari kelahirannya ini. Iya, Wollfi memang harus menghindari matahari di siang hari. Sebab, dirinya adalah serigala istimewa. Bukan berarti dirinya bisa melakukan banyak hal.
Sebagai serigala istimewa, banyak hal yang harus Wollfi jalani, termasuk menghindar dari sengatan matahari. Memang Wollfi memiliki kesempatan hidup beribu tahun lamanya sebagai serigala istimewa, tetapi hal itu yang justru penghambat Wollfi ketika di siang hari.
__ADS_1
Jika boleh memilih, dulu sekali, Wollfi sering meminta untuk menjadi serigala biasa. Namun, hidup Wollfi adalah hidupnya. Jadi, seingin apapun Wollfi mengubah hidupnya, dia takkan pernah bisa.
Sebab apapun yang Wollfi jalani saat ini adalah rangkaian takdir yang sudah dirangkai dengan sempurna oleh Sang Pencipta. Bagaimana jika Wollfi ingin menolak? Apakah Wollfi ingin menolak? Tentu saja tidak. Wollfi bahkan tidak punya keberanian untuk menentan garis takdir sang pencipta.
“Baiklah, mari kita membakar daging ini.” Memang begitu, Wollfi dalam wujud manusianya tidak bisa memakan daging mentah. Sebab, jika dia memaksakan, Wollfi juga akan mengalami sakit perut yang luar biasa di keesokan harinya.
Wollfi ini termasuk jenis serigala yang cukup aneh jika dilihat-lihat, dari satu hal ke hal yang lain, Wollfi memiliki peraturan yang berbeda-beda, dan bahkan dari satu hal yang dilanggar oleh Wollfi, akan menimbulkan masalah besar bagi dirinya dan dunia ini.
Namun, jika dikatakan Wollfi adalah orang yang ribet, hal itu sama sekali tidak benar. Sebab, yang Wollfi lakukan hanya demi kebaikan bersama.
“Baiklah, mari kita rayakan hari ini.” Seru Wollfi. Di tangannya sudah ada daging hewan yang selesai dia bakar. Wollfi menyantapnya dengan lezat, seolah akan ada yang mengambil makanannya, padahal di sini hanya ada dia seorang dengan alat-alat untuk berbakar daging alias memanggang.
Lagi dan lagi, tahun ini sama seperti tahun sebelumnya. Wollfi merayakan ulang tahunnya sendirian, tanpa ada seorang atau seekor hewan yang menemaninya. Bagi Wollfi, kesendiriannya ini adalah hal yang biasa. Juga Wollfi memang berharap agar tidak ada yang mengganggu acaranya hari ini.
Seiring dengan badan Wollfi yang terasa panas tanpa sebab. Wollfi mengerang, tubuhnya benar-benar perih.
“Ssshhh, jangan panggilan sekarang dong.” Desis Wollfi.
Wollfi sudah sering seperti ini, tetapi baru kali ini ulang tahunnya kacau hanya karena sebuah panggilan. Seseorang yang menunggu Wollfi itu semakin membuat tubuh Wollfi panas tidak karuan. Panasnya tubuh Wollfi saat ini sama seperti panasnya ketika dia terkena sinar matahari.
Mau tidak mau, Wollfi mengerang. Dia benar-benar kesakitan. Namun, dirinya tak boleh abai, sebab panggilan ini seperti hukum alam.
__ADS_1
“Ya, ya, ya.” Wollfi memilih menyerah. Dia sudah tidak kuat lagi dengan panas yang menghinggapi tubuhnya dan berhasil membakar setiap jengkal tubuh Wollfi.
Dengan tenaga yang banyak, Wollfi berusaha menetralkan tubuhnya. Kemudian, dia kembali mengeluarkan tenaga untuk berteleportasi ke tempat itu. Ya, benar.
Seseorang yang sebelumnya pernah ditemui oleh Zeo dan juga Wollfi. Namun, kini Wollfi ke sana sendiri, dan menggunakan kekuatannya pula. Benar, Wollfi memang anak didik dari Pak Tua itu.
Wollfi juga adalah murid yang paling setia, sebab saat semua murid sudah pergi meninggalkan Petua itu, sampai saat kni Wollfi masih bertahan dan melakukan tugas-tugas yang diberikan.
“Kenapa lagi?” tanya Wollfi malas. Benar, Wollfi memang merasa sangat malas. Untuk apa lagi memanggil kali ini? Begitulah pertanyaan yang keluar dari otaknya.
“Aku punya misi buatmu, supaya kekuatanmu meningkat juga.” Bisik Kakek Tua itu. Omong-omong kekuatan, Wollfi sangat tertarik untuk mendengar misi selanjutnya.
“Bunuh naga putih yang ada di Gunung Bersalju tepat di seberang sana, berani tidak?” tanya Pak Tua. Dia memang memberikan misi yang cukup berbahaya untuk anak didiknya itu.
“Tapi, kamu tidak boleh membuatnya mati dengan tanganmu.” Kakek tua itu kembali memberitahukan Wollfi syaratnya.
“Kalau aku menolak, bagaimana? Apakah boleh?” tanya Wollfi, jika ingin meminta, dia tidak ingin melakukan misi ini, apalagi itu termasuk kawasan bersalju, dan semakin atas semakin dingin, Wollfi yang merupakan serigala belum tentu menjadi kuat.
“Kamu menolak, berarti kamu tidak sayang denganku lagi.” Kakek tua itu malah membawa dirinya. Jika sudah seperti ini, Wollfi mana mampu menolak lagi. Dengan hati yang ragu, dirinya menerima tawaran itu.
“Baiklah-baiklah, aku kalah. Jadi, apa saja yang harus kuperhatikan? Oh iya, kakek juga jangan lupa menjaga rumah daun di bukit itu. Wollfi menunjuk bukit itu dengan dagunya. Memang jarak antara bukit ke Gunung ini tidak jauh, dan bagi orang seperti Wollfi, dia tidak perlu susah-susah menanjak, tinggal terbang atau teleportasi, maka dia sudah pasti sampai di Gunung ini.
__ADS_1
Ketika malam menjelang, serigala itu alias Wollfi sudah siap untuk pergi berburu. Bener, tepatnya pada saat itu semua sudah siap.