Dimensi Dunia Lain

Dimensi Dunia Lain
Bab 45


__ADS_3

Sudah sejak awal mereka merencanakan untuk mencabut status Zevanya. Seperti yang sudah disusun, tepat di hari ke-enam Zevanya dikurung di penjara. Bahkan, tidak hanya satu atau dua kali Zevanya hampir mendapatkan kasus pelecehan.


Iya, itu adalah sebab dari satu sel dengan seorang buaya, playboy cap kadal yang sudah menghamili puluhan gadis di Bangsa Rayon. Jika orang itu jelas kasusnya, berbanding terbalik dengan Zevanya yang harus mendapatkan perlakuan tidak pantas.


Bahkan jabatan sebagai Ratu sebelumnya pun sudah tidak bisa menolongnya. Statusnya sebagai tunangan alias calon ratu kerajaan juga tidak bisa menolongnya.


Zevanya diperlakukan dengan sangat tidak pantas. Bahkan, perlakuan antara Zeva dan penjahat-penjahat dalam sel lain. Lebih baik mereka, yang tidak punya jabatan apa-apa.


Selama enam hari Zeva berada di sel, selama itu juga kakeknya dipusingkan. Tentu saja, jika Zevanya tidak ada, maka semua urusan keluarga Walcott akan dipegang olehnya dan keputusanpun akan dia ambil. Begitupun juga dia dipusingkan dengan kasus Zevanya. Bagaimana dia bisa mengelak?


***


"Tuan, sudah hampir 100 utusan dan perintah dari kerajaan untuk mencabut status Nona Zevanya sebagai Ratu. Kita harus bagaimana?" tanya Wollfi. Dia lah yang berpura-pura menjadi asisten dari Theo Walcott, dan membantunya mengerjakan dan mencari tahu tentang Zevanya.


Mereka tahu, Zevanya pernah terlibat dengan kasus di dunia bawah, tetapi selama ini, tak ada satupun dari mereka yang berpikir bahwa semuanya akan terkuak ketika Zevanya menjabat sebagai Ratu.


"Saya juga bingung. Kalau bukan Zevanya yang meneruskan Walcott, bagaimana dia bisa mengungkap misteri dunia ini dan kembali ke dunia sesungguhnya?"


Nampaknya, Theo mengetahui segala sesuatu tentang Zevanya. Namun, saat Wollfi bertanya tentang itu, Theo menggeleng, dia masih tetap tutup mulut sampai saat ini.

__ADS_1


Wollfi berdecak. Meskipun dia hidup lama, dia baru mengetahui keluarga Theo Walcott saat pria itu menginjak umur dua puluh lima tahun (25).


Uniknya, meskipun dia sudah tahu Zeva saat dari dia masih bayi. Namun, saat Zevanya koma, semua informasi itu hilang begitu saja, seiring dia tidak bisa lagi memasuki mimpi Zevanya sampai saat ini. Ya, memang semua sudah berubah.


Lagi dan lagi, saat itu Wollfi belum memiliki keberanian untuk menampakkan diri seperti sekarang. Sudah lama juga Wollfi curiga, tapi dia memilih untuk mendekam di bukit dan terus meningkatkan kekuatannya.


"Haduh. Terus ini gimana? Apakah harus dituruti terlebih dulu?" tanya Wollfi, dia sudah mulai merasakan frustasi.


"Apa nggak bahaya? Posisinya kita di sini nggak menguntungkan, loh. Kalau kita setujui, berarti kita membuktikan dan memberikan argumen bahwa kasus itu adalah benar adanya. Namun, kalau nggak mereka akan terus mengirim ini, dan entah sampai kapan," Kakek tua itu mendesah.


"Aku tau kek, tapi apa dengan kita menurunkan dan mencabut jabatan Zevanya untuk sementara, apakah itu tidak jadi lebih memudahkan kita untuk mengumpulkan bukti-bukti Zevanya tidak melakukan transaksi itu? Jika kita menurunkan status dan pangkatnya saat ini, itu juga bisa membuat mereka lengah dan menghela napas, sudah pasti mereka tidak tahu kalau kita malah ingin bergerak maju." Penjelasan yang diberikan oleh Wollfi berhasil.


Kakek tua itu tampak tersenyum dan mengangguk-angguk, tampaknya dia punya rencana picik, terlebih Wollfi ikut masuk dan bagian dari rencananya itu.


***


Pertama, pembebasan Ratu mereka dan kebenaran tentang Ratu mereka. Kedua, penjatuhan hukuman dan pencabutan jabatan serta status Ratu mereka. Jujur saja, semua Warga Bangsa Rayon sangat tegang, mereka sudah pernah dibantu oleh Sang Ratu dan Pangeran Mahkota tentang masalah yang mereka alami. Namun, jika benar hari ini adalah pilihan kedua, mereka akan kecewa sampai mati dengan Ratu Walcott.


Bukannya apa-apa, tetapi kenangan dan bantuan yang diberikan oleh Ratu mereka bukan hanya omongan belaka. Mereka bahkan pernah berpikir bahwa Bangsa Rayon akan damai sejahtera di bawah pimpinan Pangeran Mahkota dan Ratu Walcott.

__ADS_1


Namun, angan adalah angan, dan mereka tidak punya kendali untuk mengendalikan semuanya. Mereka cukup sadar diri, meskipun tegang menyelimuti mereka semua.


Seperti biasa, Tuan Theo akan memberikan penyambutannya terlebih dulu sebelum berpidato. Seperti mengucapkan selamat siang, dan menanyakan kabar warga bangsa Rayon.


Kakek Theo dengan senyumannya yang misterius sangat membuat semua warga takikardi, terlebih basa-basi yang dikeluarkan oleh Theo dari tadi. Itu sedikit melegakan hati mereka, tetapi saat kembali memasuki intinya seperti sekarang, jantung mereka berdebar berkali-kali lipat seperti saat ini.


"Baik, saat-saat yang paling mendebarkan telah tiba, menurut kalian, saya ngapain ya di sini?" tanya Theo Walcott. Dia paling bisa membuat orang gemas dan penasaran!


"Berdiri!" kompak Warga Rayon. Mereka bisa melawak juga ternyata ya.


Theo Walcott terkekeh, "benar, saya di sini hanya untuk berdiri. Sebab asisten saya yang akan membacakan informasi penting yang sudah kami kumpulkan beberapa hari ini." ucap Theo.


"Halo semua! Tentunya sudah kenal dengan saya selaku asisten dari Tuan Besar Theo, bukan?" tanya Wollfi, dia hanya ingin tes. Lalu, dijawab anggukan oleh semuanya.


"Oke, tanpa berlama-lama lagi, saya akan membacakan tentang apa dan bagaimana jabatan seorang Nona selanjutnya." ucap Wollfi.


"Nona Zevanya akan tetap dikurung di penjara, tetapi dengan penjara yang lebih baik, penjara tingkat satu. Kemudian, untuk membayar penjara tingkat satu, jabatan Nona Zevanya sebagai Ratu Walcott sebelumnya akan dicabut. Namun, pencabutan ini bisa ditarik kembali apabila ditemukan bukti-bukti bahwa Nona Zevanya tidak bersalah. Hukuman Nona Zevanya masih dibekukan, karena belum ada data-data yang valid tentang hal itu. Semuanya masih tanda tanya. Juga, persetujuan dari kerajaan dan pihak keluarga Walcott, yakni Raja Petrus dan Tuan Theo, adalah pencabutan status Nona Zevanya dan Tuan Muda Zeo sebagai tunangan, mulai detik di saat pembacaan ini, mereka resmi tidak bertunangan."


Wollfi membacakan beberapa hal itu dengan lugas dan juga tegas. Sungguh, Wollfi sangat gagah! Tak ada seorangpun yang bisa menahan untuk tidak terpesona pada serigala yang sedang berubah menjadi manusia itu.

__ADS_1


Sementara itu, di sisi lain, Tuan Petrus menyeringai. Dia sangat-sangat senang, sebab dia merasa usahanya berhasil. Entah apa yang dia maksud dari usaha itu, tetapi yang pasti, dia sudah melakukan sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain.


Dia terkikik sendiri, sungguh membuat orang ngeri. Bagi orang-orang seperti Zeo, dia sendiri sudah frustasi, mengapa statusnya dengan Zeva harus diputuskan tanpa dia tahu? Bahkan, untuk membuat Zeva mau bertunangan saja banyak hal yang harus dia korbankan.


__ADS_2