
" hallo sayang kamu dimana ini aku sudah mau sampai " . ucap Fira yang sedang menelpon sang kekasih yaitu Fian .
" iya sayang , ini aku juga mau berangkat kesitu " . jawab Fian dari sebrang telpon .
" ya , jangan lama - lama sayang , aku tunggu ". ucap Fira kembali , dan mematikan sambungan telepon nya .
" kenapa dari tadi semua penumpang memperhatikan ku sebegitu nya ? apa ada yang salah dari ku ? " batin Fira . Karena dari naik bus pertama hampir semua penumpang khusus nya laki - laki memperhatikan Fira dengan tatapan berbeda .
Ya , firananda Saputri . nama gadis itu , ia sedang menaiki bus antar kota untuk berkunjung kerumah sang ibu. selama ini dia tinggal bersama sang kakek dan nenek setelah bercerai dari sang suami . memang usia Fira masih muda baru berumur sekitar 25 tahun , namun ia sudah bergelar status janda karena dia dulu memutuskan untuk menikah mudayang dia fikir akan hidup senang slbersama suami nya . ternyata hidup nya sengsara dan berujung perceraian .
bus yang Fira tumpang i pun berhenti di terminal yang telah Fira tuju , ia mencari sosok sang kekasih yang telah menjemput nya .
setelah melihat sang kekasih Fira melambaikan tangan dan sang kekasih pun mendekati nya .
" sayang udah dari tadi ya nunggu nya ? " tanya Fira .
" belum kok sayang , baru aja ". jawab Fian sang kekasih .
Fira kemudian mengambil tangan Fian dan menciumnya layak nya suami istri . Fian pun menggosok rambut Fira yang berwarna pirang .
" langsung pulang kan sayang ?" tanya Fian ketika Fira sudah naik ke motor nya .
" iya langsung pulang aja Yang aku capek ". jawab Fira .
fain pun mengendarai sepeda motor nya dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan dan udara sore hari yang sejuk dengan angin sepoi - Sepoi yang menerpa mereka .
akhirnya mereka sampai di rumah sang ibu Fira .
Fian memarkirkan motor nya dan membawakan barang bawaan Fira .
" assalamu'alaikum buk ". ucap Fira .
" waalaikumsalam " jawab orang dari dalam , Fira dan Fian belum bisa melihat siapa pemilik suara itu karena pintu masih tertutup .
adik Fira , yang bernama Riyan membuka pintu rumah tersebut .
" mbak Fira , kapan datang kok nggak ngabari dulu , tau datang kan Riyan bisa jemput " oceh Riyan yang terkejut melihat kedatangan sang kakak secara tiba - tiba .
" baru aja dek , ini juga udah di jemput mas Fian kok ". jawab Fira yang langsung masuk kerumah dan di ikuti Fian di belakang nya .
" ibu mana dek ? " tanya Fira yang tak melihat sang ibu di dalam rumah .
__ADS_1
" masih di ladang mbak , mungkin sebentar lagi pulang " . jawab Riyan sambil mengaduk minuman teh hangat yang ia buat untuk sang kakak yang baru datang .
" ayah kemana ? " tanya Fira lagi yang juga tak melihat sang ayah tiri .
ibu Fira menikah lagi saat Fira duduk di kelas 5 sekolah dasar . Karena dari kecil Fira tak di nafkahi sang ayah kandung . hingga usianya dan Riyan terpaut jauh sekitar 13 tahunan .
" nggak tau mbak , aku dari tadi di kamar menyelesaikan pekerjaan sekolahku . ini mbak teh nya , ini mas di minum ". ucap Riyan sambil menyodorkan dua gelas teh hangat serta camilan di atas meja .
" mbak mau ganti baju dulu dek ". ucap Fira sambil melenggang masuk kekamae nya . memang di rumah itu Fira punya kamar sendiri dan saat Fira di rumah sang nenek kamar itu di kunci .
" sayang ransel ku bawakan masuk ". ucap Fira kepada fian dari dalam kamar yang baru sadar saat ia masuk tadi ransel nya masih di luar di samping sang kekasih duduk .
" iya sayang , kamu itu ". jawab sang kekasih sambil masuk kedalam kamar Fira .
" sayang menurut mu apa ada yang salah dari ku ?" tanya Fira saat Fian melangkah mendekatinya yang sedang berdiri di depan cermin .
Fian menatap Fira tak berkedip karena memang fira yang dulunya bertubuh kecil sedangan berbodi goals dengan gunung kembar yang padat berisi , perut ramping , dan bokong semok . siapapun yang melihat akan membuat pikirannya traveling kemana mana .
" sayang " . ucap Fira sedikit kuat karena Fian sang kekasih bukan nya menjawab malah menatap nya dengan lekat .
" iya sayang a-pa ?" jawab Fian yang kaget dan tersadar dari lamunan nya .
jantung Fian serasa mau copot detik itu juga karena menahan hasrat dan gugup secara bersamaan . Fira menempelkan tubuh nya pada tubuh Fian dan memegangi jidad sang kekasih .
" tidak panas kok , kamu kenapa sayang ?" tanya Fira lagi .
" mungkin ini yang membuat orang menatap mu dengan tatapan berbeda sayang ". jawab Fian sambil meraba pelan gunung kembar sang kekasih .
" memang apa yang salah darinya sayang ?" tanya Fira polos.
" tidak ada yang salah sayang , tapi begitu menggoda ". jawab Fian sambil meremasnya .
" ah sayang , " racau Fira karena kedua tangan sang kekasih meremas gunung kembar nya .
" ayo sayang keluar menunggu ibu katanya langsung mau kerumah mu ". ajak Fira saat Fian akan memasukan tangan nya kedalam baju Fira .
" sebentar saja sayang " . jawab Fian frustasi karena sang kekasih menolaknya .
" tidak sayang , nanti kalo adik ku masuk malah nggak baik ". jawab Fira . sambil membuka ranselnya . ia mengambil baju berwarna mustard belengan sedikit panjang sampai ke siku .
" keluar dulu sana sayang aku mau ganti baju ". ucap Fira kepada sang kekasih .
__ADS_1
" aku disini aja sayang " mohon Fian .
" tapi janji nggak ngapa - ngapain ya ?" ucap Fira lagi .
" iya janji , cuma pegang aja ". jawab Fian sambil terkekeh dan mendapat pukulan di lengan oleh Fira . Fira mengganti baju nya di bepan yang kekasih , benar saja yang tadi nya Fian tiduran di kasur kamar Fira setelah melihat tubuh Fira , Fian mendekat dan meremas kembali gunung kembar sang kekasih . hingga mereka hampir saja melakukan nya . Karena Fian menautkan bibir mereka . Fira yang terbawa suasana pun mendesah indah hingga lupa kalau dia belum memakai pakaian .
Fira yang merasa sesak langsung mendorong sang kekasih . kemudian memakai kembali pakaian yang sudah ia ambil dari ransel nya .
" sayang kurang ". ucap Fian pada sang kekasih yang begitu saja menghentikan permainan nya .
" udah sayang , ayo keluar ". ucap Fira sambil menarik tangan sang kekasih dan berjalan keluar kamar .
" ibu belum pulang dek ?" tanya Fira saat mereka sudah di ruang tamu dan masih ada Riyan .
" udah mbak baru mandi " jawab Riyan tanpa mengalihkan pandanganya pada ponsel nya .
setelah duduk agak lama , sang ibu pun keluar dari kamar nya dan bergabung di ruang tamu .
" bagaimana kabar mu nak ". tanya ibu Fira kepada fira .
" alhamdulilah baik Bu , ibu sendiri bagaiman ?" tanya Fira sambil beralih duduk mendekat sang ibu dan memeluk nya .
"Alhamdulillah ibu juga sehat dan baik saja". jawab sang ibu sambil melepas pelukan sang anak .
" kalian mau kemana kok sudah rapi begini?" tanya sang ibu lagi.
" mau aku ajak kerumah ku Bu . biar bertemu orang tua ku ". jawab Fian .
" apa mau menginap di sana?" tanya sang ibu lagi .
" belum tau nanti Bu , kalo nggak kemalaman ya aku antar pulang ". jawab Fian lagi .
" ya sana hati - hati , usahakan pulang ya nak " . ucap sang ibu sambil menyalami anak perempuan nya ini .
" iya Bu " ucap Fira yang tau kekhawatiran sang ibu jika menginap di rumah sang kekasih .
" kami pamit Bu , assalamu'alaikum " ucap Fian .
" waalaikumsalam " ucap ibu dan Riyan serentak .
Fira dan Fian pun menaiki motor dan pergi kerumah Fian tanpa menunggu sang ayah tiri Fira tiba .
__ADS_1