DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
32. Mengutarakan Maksud


__ADS_3

" Bu , pak tujuan sayang datang kemari malam ini pertama untu silaturahmi kedua untuk meminta restu bapak dan ibu meminta anak perempuan ibu untuk saya jadikan istri" ucap Fian saat Farid dan Riyan masuk kedalam kamar Riyan setelah membersihkan mangkok bakso yang habis mereka makan


" apa kamu yakin mau menikah dengan anak ibu ini?" tanya ibu Fira memastikan


" saya yakin Bu", jawab Fian dengan nada sangat tegas


" dia anak yang egois dan keras kepala nak Fian juga berstatus seorang janda apa kamu sanggup menerima kekurangan nya?" tanya ibu Fira lagi walau tau jika Fian tak mempermasalahkan nya


" insya Allah saya bisa Bu selama saya masih di beri kesempatan untuk bernafas selama itu juga saya berjanji tak akan menyakiti hati anak ibu", jawab Fian lagi


" jika itu sudah menjadi tekat dan niat mu , ibu merestui kalian tapi ibu sangat berharap jika kamu menjaga putri ibu dengan baik dan jangan sampai dia merasakan kegagalan rumah tangga untuk kedua kalinya", pinta ibu Fira


" itu tidak akan terjadi Bu", jawab Fian lagi


" syukurlah kalau begitu , setelah kamu menikah apa kamu mau membawa Fira ke rumah orang tua mu?" tanya ibu Fira yang tau kalau adik Fian kurang suka dengan anak nya , ibu Fira takut hal itu bisa menjadi pemicu kandas nya hubungan Fian dan Fira


" tidak Bu , saya sudah membeli perumahan di daerah jingga sebagai mahar pernikahan dari ku dan setelah kita resmi nanti rumah itu akan kita huni", jawab Fian membuat Fira kaget ternyata calon suaminya ini sudah menyiapkan kejutan spesial untuk pernikahan nya untuk ayah tiri Fian tak berkomentar apapun karena memang tak ada hak nya atas diri Fira


" syukurlah kalau begitu ibu jadi lega", jawab ibu Fira


" daerah itu terletak di tengah - tengah Bu jika ingin kesini atau pun ke rumah kakek sama jaraknya", jelas Fian lagi


" untuk pekerjaan mu bagaimana?" tanya ibu Fira lagi


" aku sudah punya asisten yang bisa mengurus itu semua Bu dan rencana nya aku akan membangun cabang di dekat rumah yang akan kami huni", jawab Fian lagi


" jika kalian sudah yakin satu sama lain ibu hanya bisa mendoakan semoga pernikahan kalian di beri keberkahan oleh sang pencipta", doa ibu Fira


" iya Bu , aamiin dan rencana nya aku akan melangsungkan pernikahan saja Bu tanpa bertunangan karena beberapa pekan yang lalu aku sudah melamar Fira , semua persiapan sudah aku siap kan tinggal menentukan tanggal dan menyebar undangan yang susah aku ambil dari tukang cetak", jelas Fian lagi


Fira mengerutkan keningnya menatap sang kekasih karena kekasih nya ini begitu gesit mempersiapkan semua ini bahkan tanpa sepengetahuan nya

__ADS_1


" ini memang kejutan untukmu sayang", jelas Fian yang tau akan kebingungan Fira sambil menyodor kan satu lembar undangan yang telah ia tentukan desain nya , ada foto prewedding yang mereka lakukan beberapa pekan lalu , undangan berwarna mustard yang sangat elegan menurut Fira , Fira menitipkan air mata ia tak menyangka setelah bercerai dari Rio ia akan di nikahi mantan kekasih yang dulu ia sakiti


" kenapa malah nangis sayang?" tanya fia menghapus air mata Fira


" aku terharu aja yang tak menyangka jika tuhan memberikan kebahagiaan yang tak terkira setelah kesakitan yang aku rasa", jawab Fira sambil terisak melihat undangan di tangan nya


" udah nggak usah nangis sayang , ini yang mereka namakan bersakit - sakit dahulu bersenang - senang kemudian", ucap Fian memeluk tubuh Fira


" terimakasih untuk semua nya sayang", ucap Fira lagi


" sama - sama sayang , udah nggak usah nangis nanti malu kalo di lihat Farid ", ucap Fian menenangkan sang kekasih dan mencium puncak kepala Fira


ibu Fira yang melihatnya juga terharu begitu manis perlakuan Fian kepada Fira , ibu Fira berdoa semoga perlakuan manis Fian ini berlangsung selama mereka masih bernyawa bukan semata karena ingin mendapatkan saja .


" Karena ini sudah malam juga saya mohon pamit pak , Bu", pamit Fian dengan suara lembutnya


" iya nak hati - hati", jawab ibu Fira sambil menerima jabatan tangan dari Fian dn bergantian menjabat tangan ayah tiri Fira


" Farid , ini ayah Fian mau pulang nak", ucap Fira memanggil anak nya dari luar kamar Riyan


" iya Bu sebentar , aku akan keluar", jawab Farid menyudahi game yang sedang mereka mainkan


" hati - hati yah", ucap Farid saat dia sudah di ruang tamu dan menyalami punggung tangan calon ayah sambungnya ini


" iya nak kamu jangan bandel , besok sepulang kerja ayah akan kesini lagi", ucap Fian mencium puncak kepala calon anak tirinya


" aku pulang dulu sayang ", ucap Fian kepada Fira dan mencium kening Fira


" nggak usah ngebut - ngebut sayang hari sudah malam", ingat Fira dan di angguki Fian sambil berjalan keluar dari rumah ayah tiri Fira , lambaian tangan Fira mengantarkan Fian sampai mobil yang Fian kendarai menghilang dari pandangan mata Fira .


###

__ADS_1


" sarapan dulu sayang gadget nya nanti lagi", tawar Fira yang melihat anak laki - laki nya ini hanya fokus ke layar gadget nya tanpa berniat memakan sarapan yang ada di hadapan nya


Anggota keluarga ini sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan , hanya Farid yang masih sibuk dengan game nya sedangkan yang lain sudah mulai memasukan makanan kedalam mulut mereka masing - masing


" kringg .. kringg .. kringg" deringan ponsel Fira membuat nya mengurungkan niat untuk mengambilkan sarapan buat Farid tertera nama kesayangan di layar ponsel Fira membuat nya tersenyum


" halo sayang", sapa Fira saat panggilan itu sudah tersambung


" iya halo sayang , lagi apa?" tanya Fian


" ini lagi sarapan sayang apa kamu sudah sarapan?" tanya Fira lagi


" belum ini sayang baru mau keluar mencari , karena sepulang dari rumah mu tadi malam aku tak pulang ke rumah ibu tapi aku di tempat kerja menyelesaikan pekerjaan ku dan ini baru selesai sampai aku tak tidur semalaman", jelas Fian


" kamu itu selalu saja begitu sayang apa kamu tak tau jika itu bisa berakibat buruk untuk kesehatan mu , jika kamu sakit yang bisa merasakan nya ya kamu sendiri jadi jangan sering - sering lupa waktu jika sedang bekerja", nasehat Fira panjang lebar


" iya sayang aku tau itu tapi pekerjaan ku menumpuk sangat banyak", elak Fian


" terserah kamu sayang aku pusing Farid nggak mau makan tu cuma main game aja mending kamu stop deh paket data nya biar dia tak lupa waktu kayak kamu", oceh Fira yang sudah mulai pusing


" sayang jangan terlalu di kekang seperti itu biarkan dia mencari kesenangan nya di waktu libur nya ini karena jika liburan telah usai ia akan fokus lagi pada pelajaran di sekolah dan juga di pondok pesantren nya", jelas Fian menenangkan Fira


" terus aja kamu manjain anak itu yang", kesal Fira yang keinginan nya tak di indahkan oleh sang kekasih


" bukan memanjakan nya sayang tapi hanya itu hiburan yang bisa Farid lakukan di masa liburan nya ini untuk membawa nya pergi jalan - jalan aku belum bisa karena pekerjaan ku yang sudah terbengkalai dari kita berlibur waktu itu ditambah aku sakit kemarin jadi biarkan Farid mengisi hari liburan nya dengan main game yang ia sukai", jelas Fian lagi dengan nada bicara sangat lembut agar Fira faham dan tak merajuk


" iya sayang , ya udah sana cepet cari makan nanti malah sakit lagi", jawab Fira yang mulai luluh


" iya sayang sampai jumpa , nanti sepulang dari sini aku akan ke rumah", pamit Fian


" iya sayang aku tunggu ", jawab Fira yang langsung mematikan sambungan ponselnya

__ADS_1


__ADS_2