DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
12. Bis Umum


__ADS_3

Pagi ini Fira disambut dengan kata - kata mesra dari sang kekasih lewat sambungan telepon . setelah fira rapi dan siap untuk berangkat ia keluar dari kamar dan mengunci kamar tersebut . Sarapan pagi sudah siap disantap dan anggota keluarga kecilnya sudah berada dimeja makan , hanya tinggal menunggu Fira saja.


" Sarapan dulu nak", tawar ibu Fira


" iyha Bu , mau makan nasi aja Bu", jawab Fira


" Mau pakai lauk apa?" tanya ibu Fira lagi karena ada banyak lauk yang tersedia di meja makan


" tempe goreng dan sambal nya aja Bu", jawab Fira lagi karena sang ibu yang mengambilkan nya sarapan


" ini sayang makan", ucap ibu Fira sambil menyodorkan piring untuk anak perempuan nya


" makasih Bu", jawab Fira sambil menerima uluran piring dari sang Ibu .


sarapan pun berjalan dengan tenang dan nikmat . Setelah selesai sarapan Fira menunggu sang adik di sofa ruang tamu rumah itu .


" Berangkat sekarang dek?" tanya Fira yang melihat sang adik sudah rapi dengan seragam sekolah nya


" Iya ayo mbak , kan nganterin mbak dulu ke terminal takut nya telat kalo berangkat nya mepet", jawab Riyan


" Ayo", ucap Fira sambil berjalan keluar rumah pasal nya ibu Fira sedang di teras rumah ngobrol dengan tetangga yang menunggu tukang sayur datang


" Bu , aku pamit dulu ya , sehat - sehat jangan kelelahan diladang dan jangan sampai telat makan", ucap Fira sambil memeluk tubuh ibunya .


" Iya nak . hati - hati , jaga dirimu baik - baik", pesan ibu Fira


" iya Bu , pasti", jawab Fira sambil menjabat tangan sang ibu dan tetangga yang ada di samping ibunya begitu juga Riyan .


" assalamu'alaikum", ucap Fira saat sudah di atas motor Riyan dan motor itu mulai jalan pelan . Fira memang tak berpamitan kepada ayah tirinya . Karena ayah tirinya sudah pergi entah kemana .


###

__ADS_1


Sesampainya di terminal Riyan hanya mengantarkan sang kakak sampai depan bus yang akan Fira tumpangi.


" Hati - hati ya mbak", ucap Riyan sambil menjabat tangan sang kakak


" Iya dek , kamu jangan bandel nurut kata ibu , kasihan ibu", oceh Fira kepada adik lelakinya ini


" iya mbak , aku duluan mbak", ucap Riyan lagi dan berlalu pergi meninggalkan Fira . Fira menaiki bus antar kota ini , Fira memilih duduk di kursi tengah . setelah mendaratkan bokongnya di kursi Fira membuka ponselnya . Fira melihat sang kekasih membuat status WhatsApp dengan foto nya dan bercaption " hati - hati perjalanannya kesayangan" . Fira pun senyum - senyum sendiri melihatnya hingga bus pun berjalan.


Di tengah perjalanan Fira memejamkan matanya , tidak ada yang duduk di kursi sebelah Fira duduk karena memang penumpang hari itu terlihat sepi .


" mbak .. mbak", ucap kondektur bus yang Fira naiki membangunkan tidur Fira


" iya ada apa pak?" tanya Fira yang terkejut


" ongkosnya", ucap sang kondektur lagi


" Oh iyha lupa pak , maaf maaf ini pak", ucap Fira sambil menjulurkan uang kepada kondektur bus


Fira membuka ponselnya kembali ada beberapa pesan dari teman yang Fira mintai tolong untuk menjemputnya nanti di terminal kota tempat tinggal kakek nenek nya . Fira kemudian membalas pesan itu mengatakan bahwa baru setengah perjalanan yang ia tempuh .


Fira tak melanjutkan tidur nya karena sebentar lagi akan sampai ke terminal dan berganti bus.


###


Setelah ganti bus Fira memilih duduk di kursi paling depan . tepat di belakang sopir bahkan sang sopir mencuri - curi pandang kepadanya , tapi fira bersikap biasa saja . Dia selalu terngiang - ngiang perkataan sang kekasih , bahwa bodi nya lah yang menyebabkan orang memandangnya dengan tatapan berbeda .


saat bis hampir sampai di terminal tujuan , Fira menghungi teman nya .


" Hallo beb aku udah mau sampai nih , buruan kamu Otw", ucap Fira setelah panggilan nya tersambung


" iya aku berangkat", ucap teman Fira

__ADS_1


Fira menutup ponselnya dan memasukan benda pipih itu kedalam ranselnya . Fira melihat kanan kiri jalanan yang sepi dan cuaca yang tidak terlalu panas . memang pas untuk melakukan perjalanan jauh seperti Fira . setelah sampai di terminal tujuan Fira turun , ia melambaikan tangannya kepada temannya yang sudah berada di sana , namun suara seseorang menghentikan langkah nya .


" ada apa?" tanya Fira karena ternyata sang sopir bus yang memanggilnya , sang sopir Memang terlihat masih muda .


" boleh kenalan?" tanya sag sopir setelah semua penumpang nya turun dan hanya Fira saja yang tersisa disana .


" oh , kukira ada apa , boleh nama ku Fira", jawab Fira sambil mengulurkan tangannya


" nama yang bagus , nama ku Bagas", ucap sang sopir


" senang berkenalan denganmu , aku permisi", ucap Fira tersenyum dan hendak turu dari bus tapi lagi lagi sang sopir yang bernama Bagas tadi memangilnya


" boleh minta nomor ponselmu?" tanya Bagas sopir bus yang Fira tumpangi


"Buat apa?" tanya Fira polos


" buat di simpen lah", jawab Bagas sambil terkekeh kecil


" ya sudah mana ponselmu?" tanya Fira lagi


Bagas pun mengulurkan ponselnya kepada Fira , Fira kemudian mencatat nomor ponselnya dan mengembalikan ponsel Bagas .


" aku duluan , salam kenal", ucap Fira lalu turun dari bus dan melambaikan tangannya kepada Bagas . Bagas terlihat sangat senang bisa mendapatkan nomor ponsel Fira , sosok wanita yang ia kagumi walau pada pandangan pertama.


" kenapa lama banget Fir keluarnya?" tanya teman Fira yang sudah bosan menunggu sendiri


" iya tadi sopir bus itu menghentikan ku , dia meminta nomor ponsel", jawab Fira


" Suka kali pada kamu Fir", goda teman Fira .


" Ngaco kamu , udah ayo pulang aku sudah gerah dan lelah", ucap Fira naik ke atas motor sang teman . motor pun berjalan dengan kecepatan sedang menuju rumah kakek Fira yang berada di depan rumah temannya ini

__ADS_1


__ADS_2