DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
25. Boleh Pulang


__ADS_3

" satu hari lagi ya sayang?" rayu Fian lagi sambil mengusap benda favoritnya di dada Fira


" pertama Masalah mobil yang aku pakai itu mobil sewaan , yang kedua kakek dan nenek ku yang ketiga pekerjaan mu , jika aku terus menunda kepulanganku itu semua akan kacau", terang Fira yang masih sibuk menata semua barang yang ia bawa


" kenapa harus kacau sayang aku ini pemilik nya apa kamu lupa?" tanya Fian mendekatkan wajah nya ke wajah Fira .


" aku tau itu sayang tapi coba kamu fikir lagi , biaya sewa mobil perhari terus kalo di sini udah seminggu habis berapa? nenek kakek ku walau ada kakak tapi kakak ku tak menginap di sana jadi pekerjaan mereka yang Kakak bantu cuma ke ladang selebihnya mereka yang kerjakan , sedangkan pekerjaan mu aku tau kamu pemilik nya kamu juga punya asisten yang bisa Kamu percaya tapi tanpa kamu usaha mu itu tak berarti apa - apa walau ada orang terpercaya tetap kamu harus mengawasinya jangan sampai usaha mu berantakan hanya karena kamu lengah , ingat sayang ada banyak nyawa yang bergantung disana", oceh Fira panjang lebar menjelaskan kepada sang kekasih agar faham dan tak memaksakan kehendak.


" kamu memang pantas aku perjuangkan sayang, selain kamu rajin kamu punya pemikiran dewasa , dan bodi kamu juga sangat menggoda", celetuk Fian sambil mencium gemas bibir sexy Fira


" kamu itu sayang mesum saja", ucap Fira memanyunkan bibir nya


setelah Fira selesai merapikan baju , ia bercermin untuk memakai alat make up nya , karena tadi sehabis sarapan Fira sudah menguyur tubuh nya dengan air hangat .


" nggak usah cantik - cantik yang nanti malah ada yang naksir kamu kan udah punya aku", ingat Fian yang mulai cemburu kepada Fira


" iya sayang aku tau itu ", jawab Fira dengan nada santai


" hati - hati di jalan sayang , jaga diri jaga hati jaga bodi mu juga untuk aku", ucap Fian sambil memeluk tubuh Fira dari belakang karena fira masih dalam posisi yang sama .


" kau itu sayang bodi saja yang kau pikirkan", kesal Fira karena kekasih nya ini hanya memikirkan lekuk tubuh nya saja


" Karena itu membuat ku candu sayang", jawab Fian mencium tengkuk leher Fira , Fira langsung bangkit karena tak mau ikut hanyut dalam permainan Fian


" sebentar saja sayang", gerutu Fian karena keinginan nya tak di indah kan


" keburu siang sayang , kamu kalo main suka lupa waktu ", jawab Fira lembut agar sang kekasih tak tersinggung


" kamu memang selalu benar sayang", ucap Fian sambil tersenyum dan menciumi wajah Fira


" udah ah sayang aku mau pulang dulu , jaga dirimu baik - baik jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali , kalo cuma hati aku rasa kau tak akan bermain di belakang ku tapi kalau sampai itu terjadi aku tak kan segan - segan membencimu ", ucap Fira lagi .


" galak banget sayang", goda Fian


" aku pamit sayang", ucap Fira mencium bibir Fian sekilas dan berjalan mengambil ransel yang berisi barang - barang yang ia bawa


" aku bawain , ku antar ke depan", ucap Fian mengambil ransel yang hendak Fira angkat


" ya sudah ayo , pamit sama ibu sama ayah dulu", ucap Fira menggenggam tangan sang kekasih dan berjalan keluar kamar , ibu Fian dan ayahnya berada di ruang tamu berbincang dengan saudaranya yang mampir sepulang dari warung


" lho Fian mau kemana?" tanya saudara ibu yang melihat Fian membawa ransel dan berjalan keluar dari kamar


" nggak kemana - mana , ini tas Fira dia mau pulang", jelas Fian


" Fira?" tanya nya lagi dengan nada bingung dan mengerutkan keningnya


" iya Tante , kenal kan ini Fira calon istriku", jawab Fian dan Fira menundukkan kepalanya kepada sang Tante

__ADS_1


" kamu pintar juga cari calon istrinya", ucap sang Tante mengagumi sosok Fira padahal dia hanya melihat Fira tak tau kepribadian nya sudah memuji saja


" iya kah aku", jawab Fian dengan nada bangga


" aku pamit dulu Bu ", ucap Fira mendekat ibu Fian dan ayah nya , menyalami tangan mereka dan tangan Tante Fian tadi , anak ini begitu lembut juga sopan pikir Tante Fian yang hanya ia batin tanpa mengeluarkan kata


" hati - hati sayang maaf jika anak itu selalu merepotkan mu", ucap ibu Fian


" iya Bu , nggak papa kok aku juga tak keberatan untuk itu", jawab Fira dengan tulus


" mari Bu , ayah , Tante", ucap Fira lagi sambil berjalan pelan kearah luar rumah di mana Fian sudah berada di sana .


Fian mengambil kunci mobil yang Fira gunakan mengeluarkan nya dari bagasi dan menyalakan nya Sambil menunggu Fira berpamitan tadi , Fira berjalan mendekati mobil itu karena pintu di kursi kemudi tak di tutup oleh Fian .


" udah sayang?" tanya Fian dari dalam mobil


" udah kok Yang, aku pamit ya ", ucap Fira menyalami punggung tangan Fian yang keluar dari dalam mobil


" hati - hati , itu ransel kamu ada di samping , kalo ada apa - apa kabari aku segera , tapi aku berharap tidak ada apa - apa dan selamat sampai tujuan", doa Fian sambil mencium kening Fira


" iya sayang , aamiin", jawab Fira , kegiatan mereka berdua itu tak luput dari pandangan ibu Fian yang mengintip dari balik jendela rumah mereka , ibu Fian merasa lega karena anak laki - laki nya ini menemukan penyemangat hidup yang dulu pernah kandas lagi . Fira masuk kedalam mobil menutup pintu , membuka kaca dan melambaikan tangan , menginjak pedal gas secara perlahan dan mobil mulai berjalan pelan meninggalkan pekarangan rumah calon mertua Fira ini . mata Fian terus menatap kepergian sang kekasih dengan tatapan tak rea jika harus berjauhan dengan kekasih nya tapi apa lah daya mereka belum menikah , jadi tidak ada hak bagi Fian tuk melarang atau menahan kepergian Fira . Fian lalu berjalan masuk kedalam rumah yang masih ada ibu , ayah serta Tante nya diruang tamu .


" kalo nggak mau di tinggal cepet di halalin", ucap ayah Fian yang tau jika anak lelaki nya ini tak rela jika di tinggal


" iya yah aku juga baru merencanakannya", jawab Fian tak bersemangat


" kalo bisa secepatnya , biar nggak jadi gosip", ucap ibu Fian menambahi


" ditinggal dengan kakek nya di luar kota Tante , kalo rumah ibu nya cuma di sebrang desa sana" jelas Fian


" pantesan kamu sebegitu galau nya , kalo cuma Deket kan tiap hari pasti kamu datengin tu rumah nya", celetuk Tante fian yang tau kalau Fian sangat bucin


" udah - udah nggak usah ribut", lerai ayah Fian


" ya udah aku masuk kamar dulu", pamit Fian sambil berjalan sangat malas menuju kamar nya


" udah kayak gitu kenapa nggak di nikahin aja mbak ?" tanya Tante Fian yang bingung akan situasi ini


" yang cewek belum siap", jawab ibu Fian


" belum siap kok udah nginep disini?" tanya nya lagi karena sangat penasaran


" dia seorang janda dan bayangan kegagalan rumah tangga yang ia alami masih sering mendatangi jadi dia ingin meyakin kan diri , memantapkan hatinya dulu", jelas ibu Fian lagi


" janda? tapi mulus banget , masih sangat muda lagi", oceh Tante Fian


" itu sebab nya ada kata yang menyebutkan kalo janda lebih menggoda", ucap ibu Fian sambil terkekeh , Tante Fian hanya tersenyum tipis menanggapi omongan kakak nya ini

__ADS_1


###


setengah perjalanan sudah Fira lalui , Fira merasakan ada yang aneh dari mobil yang ia kendarai . ia meminggirkan mobilnya ke tepi jalan yang lumayan sepi , dan turun dari mobil untuk melihat apa yang terjadi dengan mobil sewaan nya ini .


" ya ampun , bocor lagi", gerutu Fira saat melihat ban sebelah kanan belakang mobil itu kempes


" gimana ini mana sepi lagi", ucap Fira lagi mengoceh sendirian , tiba - tiba ponsel Fira berbunyi tertera nama "kesayangan" di layar ponsel itu


" halo sayang", ucap Fian dari seberang Sana


" halo Yang", jawab Fira


" udah sampai mana sayang?" tanya Fian lagi


" ini masih di jalan Kamboja sayang ban mobil nya kempes", ucap Fira lagi yang bingung mau mengadu ke siapa


" terus gimana sayang?" tanya Fian lagi


" aku juga nggak tau ini sayang mau bagaimana , jalanan nya sangat sepi", kesal Fira


" apa aku susul aja yang?" tawar Fian karena khawatir kepada sang kekasih


" nggak usah kali yang , ini sangat jauh dari ruma mu", tolak Fira tapi ia juga bingung mau bagaimana


" bentar deh yang, kamu bilang di jalan Kamboja kayak nya temen ku ada yang nge kost di sana , coba tunggu dulu aku hubungi dia", ucap Fian menyambungkan ponsel nya kepada teman nya tanpa mematikan sambungan telepon kepada fira , karena dia takut terjadi apa - apa dengan Fira


" kamu masuk aja kedalam mobil sayang , Jagan menunggu di luar", ucap Fian


" iya sayang", jawab Fira dan langsung masuk kedalam mobil nya . setelah perbincangan Fian dan teman nya , tak berselang lama teman Fian itu datang ke tempat Fira berada


sebenarnya di dalam mobil itu juga sudah ada dongkrak ban dan ban serep nya tapi Fira tak bisa menggantinya


" maaf lama mbak tadi nunggu motor nya di pake", ucap teman Fian yang baru datang itu


" iya nggak papa kok mas , aku juga nggak buru - buru ", ucap Fira keluar dari mobil


" buka in bagasi mobil nya mbak", ucap teman Fian yang Terlena memandang indah tubuh Fira


" udah itu mas", ucap Fira tak di dengarkan teman Fian karena memandangi nya


" mas", ucap Fira sedikit keras karena teman Fian tak mendengarkan nya , teman Fian tersentak kaget dan melangkah menuju bagasi mobilnya , mengambil dongkrak dan ban serep yang ada di sana , Mengganti ban mobil itu dan segera berpamitan .


" terima kasih ya mas , ini ada sedikit rejeki buat jerih payah mu", ucap Fira sambil memberikan beberapa uang lembaran ratusan ribu


" nggak usah mbak , besok urusan nya sama Fian aja", tolak teman Fian sambil terkekeh kecil


" ya udah terima kasih , aku pergi dulu ya", pamit Fira sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya

__ADS_1


" iya mbak hati - hati", jawab teman Fian


Fira menjalankan mobilnya perlahan dan pergi meninggalkan teman Fian yang masih mematung disana memandang kepergian Fira .


__ADS_2