
sesampai nya di rumah Fian , Fira tak diperbolehkan nya keluar dari kamar padahal Fira ingin segera pulang .
" sayang kamu itu lagi kenapa sih?" tanya Fira kepada Fian yang hanya menempel pada dirinya terus
" nggak mau di tinggal sayang", rengek Fian membuat Fira terkekeh geli dengan tingkah laku calon suami nya ini
" aku nggak akan ninggalin kamu sayang , kamu tenang aja", goda Fira
" maksud ku aku nggak mau di tinggal kamu pulang sayang", ucap Fian
" hmm , yang udah nggak sabar buat di temani setiap saat", goda Fira lagi
" iya sayang kenapa nggak sekarang aja kita nikah nya", jawab Fian santai
" kamu itu sayang , emang nikah segampang nyuci baju", kesal Fira yang hendak bangkit namun tangan nya di tarik oleh Fian hingga Fira jatuh keatas tubuh Fian yang sedang tidur terlentang
" jangan menggoda ku sayang", ucap Fian tepat di depan telinga Fira
" geli sayang", ucap Fira sambil menggeliatkan tubuhnya karena Fian menjilati daun telinga Fira
" pengen lanjutin yang tadi sempet tertunda sayang", goda Fian sambil memulai aksinya
" sayang ahhhh", racau Fira karena Fian sudah memulai permainan nya dengan hisapan - hisapan di bagian yang membuat Fira terangsang .
Fian membolak - balik kan tubuh Fira sesuka hati , kadang terlentang setelah itu tengkurep , lanjut duduk di pangkuan nya sambil menghisap gunung kembar Fira semua itu Fian lakukan tanpa mencabut milik nya dari dalam goa Fira , Fira yang merasakan kenikmatan pun tak banyak bicara apa lagi melarang yang keluar dari mulut Fira hanya ******* indah yang membuat Fian semakin bergairah
cukup lama permainan Fian di siang menjelang sore ini karena di luar hujan sangat deras membuat kedua manusia ini sangat menikmati olahraga nya ini , hawa dingin tak terasa di tubuh mereka justru kedinginan ini yang membuat mereka semakin bersemangat dan tak kunjung menyudahi permainan itu
###
" bawa oleh - oleh apa ma?" tanya Farid saat Fira melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah sang Ayah tiri
" mama itu dari kondangan sayang bukan dari liburan , nama nya kondangan ya mau di oleh - oleh in apa coba , lagian kemarin nggak mampir ke pasar atau pun toko oleh - oleh jadi mama nggak bawa apa - apa , emang nya kamu pengen apa?" tanya Fira kepada Farid sambil menjelaskan
" pengen makan dodol ma", jawab Farid santai
" ya siap - siap sana , ajak om Riyan juga kita cari ke pasar", ajak Fira , dari rumah Fian tadi Fira di suruh pulang sendiri mengendarai mobil milik Fian karena Fian akan pergi ke toko untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang besok akan Fian tinggal .
" ayo ma", ajak Farid kepada sang mama ketika dia dan Riyan sudah siap
" bentar dek , tolong masukin baju - baju kotor mama ini ke mesin cuci dek sekalian di puter ya , mama ganti baju dulu", ucap Fira masuk kedalam kamar nya dan Farid hanya menuruti perintah sang mama tanya banyak bertanya
__ADS_1
" udah dek?" tanya Fira yang melihat sang anak sudah duduk di sofa menunggu dirinya
" sudah ma , aku juga sudah bilang nenek kalo lagi nyuci terus mau di tinggal", jawab Farid
" ya udah ayo", ajak Fira sambil berjalan kearah mobil yang akan membawa mereka ke pasar untuk mencari dodol yang Farid ingin kan , tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di pasar hanya sekitar 25 menit setelah memarkirkan mobil Fira turun dari sana tak lupa juga Fira memakai kaca mata hitam nya dan berjalan mendekati sang anak dan adik nya yang sudah berada di depan mobil
" ayo masuk", ajak Fira sambil berjalan ke arah pintu masuk pasar itu , banyak mata yang memandang kagum Fira perempuan berbodi menggoda gigi berkawat dan penampilan nya yang elegan membuat mata tak jenuh memandang
" sebelah sana kayaknya dek", ucap Fira mengajak Farid dan Riyan kearah timur dan akhirnya menemukan apa yang mereka cari setelah membeli dalam jumlah yang cukup mereka berjalan lagi kalau belum tau mau berjalan kemana
" udah ini aja dek ? om Riyan nggak mau beli sesuatu?" tanya Fira sementara itu Farid dan Riyan sedang berfikir dan saling pandang
" nggak ma udah ini aja", ucap Farid kemudian
" kalo aku pengen ngajak mbak sama Farid makan seblak di ujung gang Sana", oceh Riyan setelah lama berfikir
" kamu mau nak?" tawar Fira kepada Farid dan hanya mendapat jawaban anggukan kepala
" ya udah ayo , mau jalan kaki apa sekalian mobil nya di bawa?" tanya Fira
" pake mobil juga nggak papa mbak dari pada banti balik kesini lagi", jawab Riyan sambil berjalan ke arah parkiran yang sudah di dahului Farid sedangkan Fira berjalan di belakang
setelah semua masuk ke mobil , Fira menjalankan mobil itu sesuai arahan Riyan untuk sampai ke warung seblak yang kata Riyan enak itu .
" Soni ", teriak Fira sambil melambaikan tangan nya . pria yang bernama Soni itu menoleh kearah dimana suara itu berasal karena merasa namanya di panggil
" Fira ", sapa Soni saat sudah berada di depan Fira karena Fira tadi melambaikan tangan nya
" iya aku Fira masa kamu lupa , gimana kabar kamu ? sudah lama banget kita nggak bertemu", ucap Fira sambil mengulurkan tangan nya menjabat tangan Soni yang masih mematung , Soni sangat heran dengan perubahan penampilan Fira dulu Fira apa adanya dan bisa di bilang sederhana tapi sekarang penampilan nya sangat elegan dan sepertinya memakai barang - barang mahal apa Fira mendapat kan suami yang kaya raya pikir Soni
" hey Soni , sini duduk malah ngelamun nanti kesambet lho", goda Fira karena Soni tak kunjung menjawab pertanyaan nya
" iya Fir , makasih kamu sama siapa kesini?" tanya Soni yang sudah duduk di antara Fira Riyan dan Farid
" itu sama anak dan adik ku , yang itu anak ku namanya Farid dan yang ini adik ku Riyan ", ucap Fira dan di angguki oleh Soni tanda mengerti
" kalo kamu kesini sendiri?" tanya Fira balik
" iya mau makan tiba - tiba aja pengen jajan", jawab Soni
" tak disangka ya kita bisa bertemu disini , aku jarang disini sih jadi ya susah ketemu temen - temen", jelas Fira lagi
__ADS_1
" emang kamu tinggal dimana?" tanya Soni belum sepat Fira menjawab pelayan warung seblak itu datang membawakan pesanan mereka , namun belum ada seblak untuk Soni karena memang dia belum pesan
" kamu pesen apa makan nya gabung disini sekalian aja", tawar Fira Soni pun mengangguk dan memesan yang di rasa dia suka .
" oh ya Fir , emang nya kau tinggal dimana?" tanya ulang Soni
" di rumah kakek ku di kota rambu kabupaten lintah kamu tau kan daerah itu", tanya Fira sambil memakan seblak nya
" iya tau , terus kesini jengguk ibu kamu?" tanya Soni lagi
" iya sama nganter tu bocil katanya kangen sama om nya", jelas Fira lagi
" lha emang suami kamu kemana?" tanya Soni penasaran sambil menerima mangkuk seblak dari pelayan juga jus buah yang ia pesan
" gue udah cerai lama Son", ucap Fira membuat Soni terperanjat kaget
" bukan karena orang ketiga kan?" tanya Soni lagi , dulu Soni menyukai Fira namun Fira sudah berpacaran dengan suami nya tak di sangka sekarang status Fira janda dan mereka di pertemukan kembali apakah aku bisa meluluhkan hati Fira pikir Soni yang belum tahu jika Fira sudah akan menikah lagi
" bukan kok", jawab Fira
"kring .. kring .. kring", deringan ponsel milik Riyan membuat nya berhenti makan , Riyan melihat nama kak Fian tertera di layar ponsel nya pun terkejut dan mengerutkan kening nya , ada apa kenapa tidak menelfon kakaknya? pikir Riyan
"halo kak", ucap Riyan saat telefon sudah tersambung
" kau lagi sama mbak Fira kan?" cecar Fian karena Fian sudah menghubungi Fira beberapa kali tapi tak ada jawaban lalu telfon ibu Fira dan di jawab jika mereka sedang pergi bertiga.
" ini mbak , mas Fian telfon", ucap Riyan sambil menyodorkan ponsel nya
" iya halo sayang", ucap Fira saat sudah menerima ponsel Riyan
" kenapa telfon aku nggak di angkat sayang ? kamu di mana ? emang lagi sama siapa sampai telfon dari aku tak kamu hiraukan?" cecar Fian yang sangat khawatir dengan sang kekasih
" yang mana dulu nih yang mesti aku jawab ?" tanya balik Fira membuat Fian menghela nafasnya panjang sedangkan Soni hanya mendengarkan dan sedikit penasaran apakah itu mantan suami Fira atau kah kekasih baru nya tapi untuk bertanya Soni belum berani karena tak enak hati di kira ikut campur urusan Fira
" aku lagi di warung seblak sayang , tadi dari pasar beli dodol Farid nodong oleh - oleh saat aku pulang tadi karena kita kemarin nggak mampir kemana - mana ya aku aja ajak ke pasar , untuk ponsel kemarin aku lupa mencharger nya hingga kehabisan baterai dan tadi aku tinggal di kamar biar penuh baterai nya", jelas Fira membuat Fian tersenyum walau tak bisa dilihat oleh Fira
" ya sudah sayang aku kira kamu kemana", jawab Fian kemudian ia sudah merasa lega mendengar kabar sang kekasih lalu mematikan sambungan telefon nya , Fira mengembalikan ponsel Riyan kepada Riyan
" ayah kenapa ma?" tanya Farid penasaran
" khawatir aja nak karena sudah menghubungi ponsel mama tapi tak ada jawaban", jelas Fira membuat Soni tambah bingung , Fira yang tau jika Soni sedang bingung mengeluarkan undangan pernikahan nya beberapa pekan lagi memang sebagian undangan sudah di sebarkan
__ADS_1
" ini undangan pernikahan ku , jangan lupa datang ya", ucap Fira sambil menyodor kan kertas undangan kepada Soni
" tapi nggak bisa janji ya", jawab Soni yang patah semangat karena dia berfikir akan menakluk kan hati Fira tapi kenyataan nya Fira sudah akan menikah untuk yang kedua kalinya padahal dia sekali pun belum .