DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
27 . Hari Yang Sepi


__ADS_3

pagi ini Fira memulai paginya dengan rasa yang gundah di hati . dari semalam ia tak membuka ponsel nya karena masih kesal dengan sang kekasih. Fira mendengar beberapa deringan dari ponsel nya , namun Fira enggan menjawab atau pun sekedar membuka nya . Fira berjalan keluar dari kamar nya setelah mencuci muka dan mengganti pakaian nya . dia menuju arah dapur untuk memasak buat makan sarapan mereka pagi ini . lain tempat beda cerita , di saat Fira mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan hati yang gundah , di sisi lain Fian tak beranjak dari tempat tidur nya , Fian malas mengerjakan apa saja karena telfon nya tak di angkat oleh sang kekasih , pesan yang ia kirim pun tak di buka nya membuat Fian frustasi niat nya hari ini tuk kerja mendadak sirna karena itu semua , namun ini memang salah nya yang menyinggung perasaan fira yang memang sudah sepenuhnya untuk Fian .


" kenapa kamu Fir kok nggak semangat gitu ?" tanya kakek Fira yang melihat cucu nya ini lesu dalam memulai harinya , biasa nya Fira akan ceria dan banyak bicara tapi tak untuk hari ini hari nya terlalu gundah memikirkan perkataan Fian tempo hari


" nggak papa kok kek , udah lanjutin aja sarapannya", ucap Fira menenangkan sang kakek


" jangan bilang kalau kamu dan Fian putus?" tebak kakek Fira


" nggak putus kok kek , cuma sedang berselisih paham aja", jawab Fira lagi


" jangan cuma karena hal sepele kalian jadi mengurungkan niat kalian untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius , karena kalian sudah menjalin kasih cukup lama", nasihat kakek Fira


" iya kek , besok paling juga udah baikan ", jawab Fira


" namanya hubungan pasti ada masalah apa lagi jika sudah berumah tangga bukan nya kamu sendiri juga sudah mengalaminya , jika ada masalah selesaikan segera jangan karena masalah hubungan itu rusak , jadikan masa lalu mu sebagai pelajaran nak , kakek tak mau kamu mengalami kegagalan rumah tangga lagi", terang sang kakek

__ADS_1


"baik kek", jawab Fira sambil memakan nasi goreng yang ia pilih untuk menu sarapan mereka pagi ini sedangkan nenek Fira hanya diam menyimak obrolan kakek dan cucu ini tanpa berniat untuk berkomentar .


" di makan nak , jangan cuma melamun terus", ucap ibu Fian yang melihat anak laki - laki nya tak bersemangat menjalani hari nya


" iyha Bu , ini juga mau makan", jawab Fian


" kenapa kamu , berantem Sama Fira ? tanya ayah Fian kemudian


" iya yah , sedang salah faham kecil", ucap Fian


" sembarangan kamu ngomong", ucap Fian yang tak terima karena adik nya menuduh Fira selingkuh padahal bukan itu penyebab nya


" ya siapa tau kok kak nama nya maling setelah di penjara masih ada kemungkinan tuk mencuri lagi", terang Riva , Fian memukul meja dengan kuat karena marah , adiknya ini nggak ada habis - habis nya menjelekan Fira , Fian berlalu pergi meninggalkan meja makan masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamarnya dengan sangat keras. hati Fian masih dalam keadaan gundah Riva datang bukan nya meredakan malah seperti menyiramkan garam pada luka yang Fian alami


" kamu itu kenapa sih Va selalu saja begitu , kakak mu itu hati nya sedang tak baik - baik saja kamu malah berkata demikian kepadanya ", marah ibu Fian kepada anak perempuan satu - satunya ini

__ADS_1


" aku kan tadi cuma tanya Bu , kak Fian aja yang baperan", ucap Riva membela diri nya sendiri


" percuma juga bicara dengan mu Va", ketus ibu Fian lagi


" udah lah Fian itu sudah dewasa dia pasti bisa menyelesaikan masalah nya sendiri dan untuk kamu Va , kakak mu dan Fira sudah berusaha keras mengubur luka lama yang mereka alami , jadi kamu jangan pernah menyinggung atau membahas nya lagi itu privasi sekaligus aib mereka yang seharusnya kita tutup rapat - rapat ", nasihat ayah Fian


" iya ayah", jawab Riva yang sudah tak bisa berkata - kata lagi jika sang ayah sudah menegur


sarapan keluarga ini pun selesai dengan sedikit ketegangan yang Riva ciptakan


" sayang angkat dong", gerutu Fian mengoceh sendiri di kamar yang mencoba menelfon sang kekasih namun hasilnya masih sama Fira tak menghiraukan telefon darinya .


Fian benar - benar frustasi dengan situasi ini karena kemarin dia salah ucap yang menyebabkan Fira merajuk dan hingga saat ini tak merespon telefon nya


" maaf in aku sayang", ucap Fian lagi yang masih bicara sendiri di atas ranjang kamarnya . tadi pagi Fian tak jadi sarapan karena tak nafsu dan di tambah Riva yang datang merusak mood nya yang sedang tidak baik baik saja .

__ADS_1


__ADS_2