DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
23 . Tak Ingin Berpisah


__ADS_3

tiga hari sudah berlalu , kondisi Fian yang memang sudah mulai membaik pun diperbolehkan pulang oleh sang dokter . Karena memang Fian tak memiliki penyakit serius dia kemarin hanya kekurangan cairan akibat tag makan selama dua hari .


" Fira kemana Bu?" tanya Fian kepada sang ibu karena sebangunnya dari tidur kekasihnya tak ada di samping nya


" di belakang, tu katanya mau buatin sarapan kesukaan mu", jawab ibu fian yang sedang menemani Fian di kamar nya , sepulang nya Fian dari rumah sakit , Fian belum pergi bekerja dia menyerahkan semua pekerjaan nya kepada asisten sekaligus sahabat nya yang bernama Erick . Fian berjalan pelan kearah dapur untuk melihat sang kekasih


" kamu lagi ngapain sayang?" tanya Fian yang melihat Fira sedang berjongkok di depan mesin cuci


" eh kamu sayang , udah jalan - jalan aja emang udah sembuh?" ucap Fira yang tak menjawab pertanyaan Fian tapi malah balik bertanya


" udah sedikit enakan kok sayang", jawab Fian sambil mendekat


" ya sudah duduk dulu di sana aja sayang aku siapin sarapan nya", ucap Fira lagi setelah sang kekasih mencium kening nya , hari memang masih pagi tapi Fira sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah , sekarang Fira memasak sambil mencuci pakaian di mesin . Fira memasak bubur ayam , tumis kangkung dan membuat perkedel kentang . Betapa salut nya ibu dan ayah Fian kepada Fira yang belum resmi menjadi menentu mereka tapi Fira sudah melayani kebutuhan mereka layak nya seorang menantu yang sedang berbakti kepada mertuanya .


" kamu hebat sayang", ucap Fian saat semua makanan tersaji di atas meja makan dan Fira beralih mengambil pakaian dari mesin untuk di jemur


" hebat apa nya?" tanya Fira bingung


" ya mampu mengerjakan semuanya sendirian bahkan sebelum matahari terbit", puji Fian lagi


" itu sudah biasa ku lakukan sayang udah jangan memuji ku terlalu berlebihan , itu memang sudah tugas seorang wanita", jelas Fira yang berlalu pergi kebelakang rumah Fian untuk menjemur pakaian nya , ada beberapa tetangga rumah Fian yang berlalu melewati belakang rumah Fian dan melihat Fira yang sedang menjemur baju .


" tak biasanya sepagi ini mencuci pakaian Va , apak kalian akan pergi?" tanya salah seorang tetangga yang melintasi rumah Fian mereka mengira Fira adalah Riva karena jika ibu Fian tak mungkin karena masih terlihat muda walau tak terlihat dengan jelas karena hari memang masih pagi , pukul 05 .


" hehe , iya ini Bu , nggak mau kemana mana kok cuma biar bersih aja", ucap Fira dengan nada ramah ibu ibu yang penasaran dengan sang pemilik suara pun mendekat karena mereka paham akan suara Riva yang terdengar sedikit ketus jika berbicara berbeda dengan seorang perempuan yang mereka ajak bicara ini .


" maaf mbak sayang kira Riva ", ucap ibu itu lagi


" iya nggak papa kok Bu", jawab Fira sambil tersenyum manis


" mbak nya saudara Mas Fian ya?" tanya ibu itu lagi


" lebih tepat nya tunangan nya Bu", jawab Fira sambil menundukkan kepala nya


" oh pantesan rajin banget kalo Riva atau ibu Fian tak mungkin menjemur baju sepagi ini", jelas ibu itu sedikit terkekeh

__ADS_1


" ya udah Bu , saya masuk dulu permisi", ucap Fira lagi setelah selesai menjemur semua pakaian yang telah ia cuci tadi sambil berjalan pelan kearah pintu untuk masuk kedalam rumah


" iya mbak" ucap ibu ibu yang sedang memperhatikan diri nya , ibu - ibu itu habis belanja sayur dan kebetulan melintas saat Fira menjemur pakaian , terdengar bisik - bisik dari mereka yang memuji Fira , tapi Fira tak menanggapi nya lebih karena itu hal biasa .


Fira masuk ke rumah menaruh keranjang pakaian yang ia pakai tadi mencuci tangan dan ikut bergabung di meja makan yang sudah ada ayah , ibu , dan Fian , sudah seperti keluarga Cemara aja pikir Fira.


" kalo tiap hari di masakin begitu bisa jadi gendut ayah mu ini ", canda ayah Fian membuka keheningan pagi itu


" iya yah aku juga merasa begitu , sayang nya hanya beberapa hari saja bukan setiap hari", ucap Fian yang menyindir sang kekasih


" ibu kan juga sering memasak seperti ini", kesal ibu Fian


" tapi nggak sebanyak ini Bu", cibir ayah Fian , Fira hanya bisa tersenyum tipis mendengar perdebatan kecil yang terjadi ini.


" udah - udah Bu , Yah nikmati aja , besok kalau sudah waktunya pasti dimasakin tiap hari kok", lerai Fira yang mulai menangkap sinyal tak bagus


" apa masih lama?" tanya ayah Fian lagi


" aku sih ikut aja yah , gimana baik nya", jawab Fira sambil memakan tumis kangkung yang ia buat tadi


" kamu itu yang nggak sabaran ", kesal ibu Fian yang nggak habis pikir kenapa anak lelakinya ini begitu bucin


" emang iya Bu , udah pengen di panggil ayah", celetuk Fian dengan santainya


" sabar aja sayang , tak akan lama ", ucap Fira lagi


" iya sayang", jawab Fian menanggapi dan menganggukkan kepala nya , Hingga sarapan pun berakhir , Fira membereskan semua piring , gelas dan sendok yang mereka pakai tadi . mencucinya mengelap meja makan , menutup semua lauk yang masih tersisa dan berjalan kearah kamar Fian .


" mau ngapain sayang?" tanya Fian ketika melihat Fian mengalungkan handuk kimono nya di leher


" mau mandi yang , bau bawang nih", jelas Fira sambil berjalan kearah kamar mandi


" ya udah sana" ucap Fian


Fira masuk kedalam kamar mandi , mengguyur tubuhnya dengan air dingin tak berselang lama Fira keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono nya membuat Fian yang melihat melorotkan matanya , lekuk tubuh Fira terekspos dengan sangat indah apa lagi dengan rambut di gerai membuat Fian bergairah .

__ADS_1


ketika Fira akan berjalan pelan kearah ransel tempat di mana ia menyimpan pakaian nya Fian mendekat dan memeluknya dari belakang


"harum banget sayang", puji Fian sambil mencium tengkuk leher Fira


" nama nya juga habis mandi yang", cebik Fira , Fian tak menjawabnya , dia membalikan tubuh Fira membuka tali kimono yang Fira gunakan terlihat jelas tubuh mulus Fira karena memang hanya handuk yang Fira gunakan tadi . tanpa meminta persetujuan Fian membungkukkan tubuhnya menyesap dua gundukan kenyal di dada Fira dengan sangat rakus.


" sayang", ucap Fira menahan hasrat yang Fian buat , Fira memang langsung terangsang jika dua buah dada nya di hisap atau sekedar di sentuh


Fian menuntun pelan Fira agar berbaring di ranjang tanpa melepaskan hisapan nya


"enak sayang?" tanya Fian di sela - sela permainan nya ini


" iya sayang ", jawab Fira lagi


semalam memang Fian dan Fira tidur satu ranjang tapi Fian tak menghisap benda itu karena tubuh Fian yang masih sedikit panas karena demam , membuat Fira melarang nya . dan mungkin sejak semalam Fian menahan hawa nafsunya untuk tidak menghisap gunung kembar milik Fira . Dengan tanpa ampun Fian bermain sesuka hatinya di dada Fira menyesap secara rakus dan bergantian , memberi tanda kepemilikan dan meremas benda itu , hingga Fira sudah tak bisa berkutik bahkan bicara yang Fira lakukan hanya menikmati permainan sang kekasih , selain hal itu membuat Fian senang Fira juga merasakan nikmat .


###


" jadi sejak di rumah sakit waktu itu kamu udah disini?" tanya Ria teman Fira yang status nya istri teman Fian


" iya Ri , karena dia nggak mau jauh dari aku", ucap Fira sambil terkekeh


" maklum aja nama nya bucin", ucap teman Fian yaitu Hiro suami dari Ria , Fian hanya menyengir kuda menanggapi ocehan teman dan istrinya ini . saat ini Ria dan Hiro sedang berada di rumah Fian untuk menjenguk kawan nya ini karena kemarin belum sempat datang , mereka masih di luar kota dan baru tiba di kota itu hari ini. kedatangan Hiro dan ria yang menganggu aksi Fian tadi , membuat Fian sedikit cemberut pasal nya setelah menghisapi benda favoritnya Fian berangsur menjelajahi turun ke perut dan tepat sampai di depan area sensitif Fira mereka menghentikan permainan nya karena ibu Fian mengatakan jika ada tamu datang , begitu marah nya Fian karena aksinya terganggu , dengan berat hati dia melepas sang kekasih dan berjalan pelan ke arah ruang tamu , sedangkan Fira memakai pakaiannya sambil terkekeh melihat ekspresi sang kekasih yang sangat marah .


" udah enakan badan mu bro?" tanya Hiro


" ya seperti yang kamu lihat", ucap Fian dengan nada jutek nya , Fira yang paham jika sang kekasih sedang merajuk pun angkat bicara


" udah lah sayang , nanti lagi juga bisa", ucap Fira menenangkan sang kekasih , Ria dan Hiro saling pandang dan mengerutkan kening nya tak mengerti apa yang di maksud Fira


" ayo di minum Ri, udah nggak usah dipikirin", tawar Fira yang mengerti jika teman nya ini penasaran dengan apa yang ia katakan


" iya Fir, terimakasih", jawab Ria


cukup lama mereka bercengkerama hingga sore hari pun tiba , Ria dan Hiro berpamitan pulang , Fira membersihkan semua gelas yang kotor mencuci nya dan menyapu ruang tamu di rumah itu , ayah dan ibu Hiro sedang menghadiri undangan pernikahan seorang tetangga desanya .

__ADS_1


ada beberapa tamu yang datang tadi , mereka sangat mengagumi sosok Fira yang mampu membuat Fian yang tegas jadi sebucin ini . pesona Fira mampu menyihir Fian hingga lupa diri.


__ADS_2