
hari berganti hari tak terasa sudah hampir satu Minggu setelah kepulangan Fira dari rumah sang ibu waktu itu . Kini tiba dimana Fian sang kekasih akan datang berkunjung kerumah nenek Fira setelah menyelesaikan proyek nya di kota tempat tinggal kakaknya .
" aku hampir sampai sayang siap kan dirimu", pesan singkat dari Fian kepada Fira .
" Semua sudah aku siapkan sayang ", balas Fira , karena makanan minuman ringan hingga berat sudah Fira siapkan untuk menyambut sang kekasih , Fira tak menangkap sinyal lain dalam isi pesan Fian dia kira memang hanya makanan dan minuman yang perlu di siap kan . hingga tak berselang lama suara mobil terdengar di parkiran samping rumah kakek Fira .
Fira memperhatikan penampilan nya dan mengulas senyum sambil berjalan keluar menyambut kedatangan Fian .
" Sayang, sehatkan?" tanya Fian setelah memarkirkan mobil dan berjalan pelan kearah Fira yang telah menunggunya di teras depan rumah .
"Alhamdulillah sehat kok sayang ", jawab Fira sambil mengambil tangan Fian Fira menyalaminya dan mencium punggung tangan kekasihnya , sudah layak nya seorang istri yang menunggu kedatangan suaminya dari luar kota . Fian memeluk tubuh Fira erat menyalurkan ras di rindu yang sudah ia pendam seja beberapa hari ini .
" ayo masuk sayang", ajak Fira menggenggam tangan Fian
" bentar sayang", jawab Fian sambil berjalan kearah mobil , ia membuka bagasi mobil dan mengambil beberapa oleh - oleh yang ia beli saat perjalanan kemari tadi .
" ini buat kakek sama nenek sayang. Mereka dimana?" tanya Fian menyodorkan buah tangan yang ia bawa dan masuk kedalam rumah
" baru ke ladang sayang mencari makan hewan ternak", jawab Fira yang sudah duduk duluan dan di ikuti Fian yang duduk di samping nya
" biasanya aku ikut membantunya setelah perkejaan rumah selesai tapi karena hari ini aku menunggu kedatanganmu jadi aku bilang kepada mereka untuk ijin tak membantunya hari ini", terang Fira lagi
" jadi spesial nih?" tanya Fian sambil mendekatkan bibirnya untuk mencium sang kekasih , Fian memang selalu tak tahan jika berdekatan dengan Fira , Karena memang bentuk tubuh Fira yang menggoda dan membuat nya candu karena Fian sendiri sudah merasakan walau belum ia terobos lebih dalam .
Fira tak keberatan menerima ciuman sang kekasih , Fira malah membuka mulutnya untuk memberikan celah agar Fian bisa lebih leluasa menjelajahi mulut nya . Fian yang mendapat lampu hijau itupun tak mau menyia - nyiakan kesempatan emas ini , dia ******* bibir sexy sang kekasih dengan sangat rakus .
" sesak sayang", ucap Fira karena merasa kekurangan oksigen
" hehe , maaf sayang kelepasan , habis nya bibir kamu itu sangat nikmat sayang", jawab Fian sambil membelai rambut pirang milik Fira .
" iya sayang , di minum dulu yang apa nggak capek perjalanan dari sana kok nggak di cicipi hidangannya", tawar Fira
" tadi udah beli minuman dingin kok sayang saat berhenti membeli oleh - oleh itu jadi belum terlalu haus , yang belum itu minum ini", ucap Fian mulai nakal meraba gunung kembar sang kekasih yang memang sudah lama ia rindukan .
" mesum", jawab Fira malu - malu karena dia pun rindu belaian sang kekasih yang mampu membuat nya lupa segalanya karena merasakan kenikmatan . Fian menidurkan tubuh nya di sofa yang mereka duduki , dengan kepala Fian yang bertumpu di paha Fira sebagai bantalannya hingga wajah Fian berada tepat di bawah gunung kembar Fira .
__ADS_1
" sayang sakit", rengek Fira karena Fian menggigit benda Kenyal nan padat itu walau masih tertutup baju
" boleh kan sayang?" tanya Fian dengan raut wajah memohon
" apa sih yang enggak buat kamu yang", jawab Fira yang tak kuasa untuk menolak , karena memang ia juga membutuhkan kenikmatan itu . tanpa menunggu lama Fian membuka kancing baju Fira satu persatu , mengeluarkan satu benda kenyal favoritnya itu dan menghisap nya dengan posisi yang sangat enak karena dia masih tiduran di pangkuan Fira .
" ahh sayang pelan - pelan nggak akan habis kok", oceh Fira kepada Fian karena Fian menghisap gunung kembar Fira dengan sangat rakus seperti bayi yang sedang kehausan
" enak kan sayang?" tanya Fian kepada Fira di sela - sela hisapan nya
" iya sayang sangat nikmat", racau Fira sambil mengelus rambut Fian
Fian menghentikan aksinya saat merasa sudah puas , karena tadi ia sempat berpindah posisi menjadi jongkok di bawah Fira yang sedang duduk di sofa dan menghisap gunung kembar Fira secara bergantian.
" makan dulu ayo sayang aku lapar", rengek Fira
" iya ayo sayang ", ucap Fian sedikit terkekeh melihat wajah imut sang kekasih .
Mereka berjalan pelan kearah meja makan , kakek dan nenek Fira pun belum datang dari ladang karena hari memang masih pagi . Mereka menikmati makanan yang sudah Fira masak , sambil sesekali saling suap dan bersenda gurau .
" gimana masakannya sayang , enak nggak?" tanya Fira
Fira memang wanita mandiri , ia selalu mengerjakan pekerjaan rumah termasuk memasak setiap hari nya hingga tak menjadi beban ataupun masalah bagi Fira untuk memasak makanan yang Fian suka , memang hari ini Fira memasak makanan favorit Fian. setelah selesai Fira merapikan meja makan dan mencuci piring yang telah ia dn Fian pakai tadi . Fian memeluk Fira dari belakang dan mengusap usap gunung kembar Fira lagi .
" sayang apa kamu itu nggak bosen sih?" tanya Fira karena merasa terganggu dengan aksi Fian
" enggak lah sayang , malah kalo kita udah nikah nanti aku mau setiap mau tidur aku menghisapnya dulu hingga aku tertidur dengan sendirinya", ucap Fian terang - terangan
" kalo udah punya anak?" tanya Fira kemudian yang membiarkan aksi Fian karena melarang pun kan percuma
" ya kalo baby udah tidur ganti an ayahnya ", ucap Fian yang mulai memasuki baju yang Fira pakai dari atas
" nggak mau kalah ya ayah?" tanya Fira lagi
" ya enggak lah kalo mereka bandel yah beliin aja susu formula biar ini buat ayah", celoteh Fian sambil meremas benda kenyal itu
__ADS_1
" kamu itu yang sama anak juga masa nggak mau ngalah", ucap Fira sambil melepaskan tangan Fian karena ia sudah selesai mencuci piring tadi kemudian mereka berjalan kearah ruang tamu lagi dan mendudukkan bokong nya di sofa yang ada di sana , sekarang malah Fira yang gantian tidur di pangkuan Fian . Fian memang tak ada bosan nya dengan gunung kembar Fira . Fian duduk masih saja sambi mengusap - usap benda itu pelan .
" sayang kita mau liburan kemana!" tanya Fian yang tau kalau Fira punya keinginan liburan
"kayaknya menginap di lereng pegunungan seru deh yang", ujar Fira semangat
" aku nurut aja sayang kemana kamu ingin", ucap Fian lagi yang masih sambil melangsungkan aksi nakalnya
" pemandangannya kan pasti bagus tuh sayang kita sambil foto. prewedding sayang", ucap Fira sambil mengotak atim ponsel nya mencari referensi liburan yang cocok untuk mereka kunjungi
" emang kamu udah siap wedding sayang?" tanya Fian tak percaya karena tempo hari Fira bilang belum siap dan sekarang tiba - tiba membicarakan pernikahan
" insya Allah sayang , aku cuma takut kita khilaf dan berbuat lebih dari yang pernah kita perbuat ", terang Fira
Fian pun mencium puncak kening Fira tapi tangannya masih setia di dalam baju sang kekasih
###
" mau lauk apa kek?" tanya Fira kepada sang kakek saat ini mereka sedang makan malam , Fian memang memutuskan untuk menginap dirumah Fira karena besok mereka akan pergi liburan tapi Fian sudah meminta izin kepada aparat setempat .
" sayur nya aja", jawab kakek Fira , Fira terlihat sangat cekatan dalam melayani kebutuhan kakek dan nenek nya membuat Fian yang memandangnya mengulas senyumnya kecil .
" dimakan sayang jangan cuma senyam senyum gitu", ucap Fira kepada Fian karena Fira sendiri merasa gugup di pandang oleh sang kekasih .
" iya sayang , mari kek , nek , di makan", tawar Fian kepada kakek dan nenek Fira sebelum ia memakan makanan nya . kakek Fira hanya menganggukkan kepala nya ia merasa cucunya berada di tangan yang tepat saat ini karena Fian begitu ramah dan sopan terhadap siapa saja . makan malam pun berjalan dengan nikmat dan tenang karena mereka memang tak terlalu banyak bicara .
setelah selesai kakek dan nenek Fira masuk kedalam kamar mereka untuk tidur mungkin mereka kelelahan di ladang tadi pagi karena Fira tak membantu nya hingga mereka tidur lebih awal. berbeda dengan sepasang kekasih yang baru sehari bertemu ini , mereka menonton televisi berdua sambil makan popcorn yang Fira pesan melalui sebuah aplikasi . Sudah seperti nonton di bioskop saja , mereka duduk berdua dengan tangan Fian yang merangkul Fira .
" belum ngantuk yang?" tanya Dian kepada Fira pasalnya kekasihnya ini masih setia membuka matanya untuk melihat siaran televisi di hadapan mereka .
" udah agak nih yang , aku tidur duluan gimana?" tanya Fira kepada Fian
" iya nggak papa sana , aku tidur disini aja tau sendiri kan kalo aku tidur di sampingmu bisa - bisa si beo berontak mau masuk ke sarang nya", cerocos Fian sambil sedikit terkekeh , Fira menggeleng - gelengkan kepala nya karena Fian menamai miliknya dengan sebutan beo
" ya udah aku tidur yang , kamu tidurnya jangan malem - malem , inget besok kita akan melakukan perjalanan jauh", oceh Fira sambil bangkit dari duduknya dan mencium kening Fian , Fian sempat meremas benda kenyal favoritnya sekilas .
__ADS_1
" kamu itu sayang", ucap Fira melotot kan matanya kepada Fian
" hehe , abisnya nikmat banget sayang", ucap Fian tapi tak di hiraukan oleh Fira ia terus berjalan ke kamarnya karena memang merasa sudah sangat mengantuk . Fira merebahkan tubuhnya di ranjang setelah berada di dalam kamar dn menutup pintu , ia memang tak menguncinya karena barang yang Fian bawa ada di kamar Fira , Fira takut nanti kalau Fian ingin mengambil sesuatu . Hingga Fira pun mulai masuk kedalam mimpinya perlahan , sedangkan Fian masih menonton televisi tapi dengan posisi yang juga sudah siap untuk menjelajahi alam mimpi . di depan ruang televisi tempat tinggal Fira memang terdapat kasur untuk merebahkan tubuh ketika sedang menonton acara televisi maka dari itu Fian memutuskan untuk tidur disana . Karena Fian juga tak mau ambil resiko jika tidur bersama Fira .