DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
11. Cerita Kelam


__ADS_3

Sesampainya di rumah orang tua Fian , semua menurun kan barang bawaan masing - masing setelah Fira memarkirkan mobilnya. Fira pun ikut turun dengan membawa ranselnya , mengunci mobil dan ikut masuk kerumah calon mertuanya ini .


Mereke semua duduk di sofa ruang tamu rumah mereka , karena sudah ada Tante Fian yang membuat kan minuman dan cemilan sebelum mereka datang tadi . Sedangkan Riva langsung pulang kerumah sang mertua yang berada tak jauh dari rumah sang orang tua.


" Di minum dulu nak ibu mau bicara", tawar Ibu Fian kepada Fira


" Iya Bu , ada apa , kayaknya serius banget", jawab Fira sambil terkekeh karena sang ibu terlihat sangat serius ingin menyampaikan sesuatu


" Iya serius , ini masalah Fian", Ucap Ibu Fian


" ayah mau melihat hewan ternak kita dulu Bu , ke belakang", ucap ayah Fian sambil berdiri dari duduknya setelah menyesap Teh hangat dan memakan sedikit camilan yang telah tersedia


" Fir , apa kamu tau setelah berpisah dengan mu Fian seperti orang yang putus asa?" terang Ibu Fian kepada Fira yang masih setia duduk disamping calon Ibu mertuanya ini .


" Apa iya Bu?" Tanya Fira penasaran " Tapi dulu setau ku setelah dengan ku Mas Fian menjalin kasih dengan teman satu kelas ku", ucap Fira lagi menambahi


" Iya itu tak berlangsung lama , Ibu sebenarnya juga suka kepada anak itu , tapi hubungan mereka hanya berjalan beberapa bulan saja karena ada teman laki - laki yang menghubungi kekasih Fian saat itu , karena Fian trauma dengan kejadian masa lalu dengan mu , Fian mengukung sang kekasih , dia mengancam hingga mungkin sang kekasih Fian saat itu ketakutan dan memilih pergi meninggalkan Fian", jelas Ibu Fian


" Padahal sama aku perilaku nya sangat manis dan memanjakan aku Bu , kenapa sama yang lain tidak?" Tanya Fira bingung pasal nya Fian yang Fira kenal sangat lembut tak pernah mengancam nya ataupun berlaku kasar , apa ini sosok Fian sebenarnya pikir Fira .


" Ya karena dia sayang sama kamu nak , dia tulus mencintai mu ", terang ibu Fian lagi " Dan setelah berpisah dengan kekasihnya yaitu teman mu itu Fian tak lagi membawa ataupun sekedar berkenalan dengan wanita manapun , setiap ada pernikahan temen nya ibu selalu menangis melihat nya sendiri sedangkan teman - teman nya berpasangan , teman - teman nya selalu menggoda nya untuk move on dan cari yang lain dia selalu menjawab males paling nggak sama , selalu begitu dan tiap Ibu suruh nikah dia hanya diam tak bersuara dan meninggalkan ibu , dia masuk kedalam kamar mengurung diri , keluar pergi sesuka hati ", cerita Ibu Fian lagi


" Jadi sebegitu traumanya ya Bu Mas Fian terhadap sosok perempuan?" Tanya Fira dengan mangut - mangut tanda mengerti saat mendengarkan cerita Ibu Fian


" Iya nak memang ", jawab Ibu Fian sambil berkaca - kaca


" Tapi dulu hubungan kami sangat harmonis Bu walau dia tak pernah mengenalkan ku dengan keluarganya seperti saat dengan teman ku tapi dia sering menyuruhku ke tempat kerjanya saat masih banyak pekerja di sana , dari mana ibu tau jika aku dan Mas Fian dulu pernah menjalin kasih ?" Tanya Fira uang bingung karena saat berpacaran dulu belum pernah sama sekali ia bertemu Ibu dari pacarnya itu


" Riva yang menceritakannya nak , dia juga minta maaf karena dulu sangat tak menyukai mu hingga sang kakak menjaga perasaan mu jika nekat membawa mu pulang dan bertemu Riva mungkin Fian takut kamu sakit hati dan meninggalkan nya ", terang Ibu Fian


" Sekarang kalian sudah dewasa nak , sudah bukan waktunya cinta - cinta monyet lagi , kalian harus memikirkan masa depan kalian bersama - sama , jika kamu memang belum siap untuk menikah , ibu tak akan memaksa mu tapi ibu meminta satu hal kepada mu , tolong jaga Fian sayangi dia dan setialah padanya dia menyayangimu tulus nak , jika kamu mengecewakannya untuk yang kedua kali ibu tak tau bakal jadi seperti apa Fian nantinya", Ucap Ibu Fian sambil mengisak


" Sekarang ini yang aku takuti justru mas Fian Bu , aku takut dia malu menjalin kasih dengan ku yang sudah pernah berumah tangga sedangkan dirinya masih berstatus lajang", ucap Fira mendekat dan menggenggam tangan Ibu Fian .l


" Ibu rasa jika hanya soal status Fian tak mempermasalahkan nya , buktinya dia juga memperlakukan mu dengan baik tak pernah menyinggung kearah sana , ibu juga mau berpesan nak jangan dimasukan hati semua perkataan Riva , jangan hanya kamu sakit hati dengan perkataannya terus Fian yang menanggung akibat nya ", ucap Ibu Fian memohon


" Kalau untuk itu aku tak ambil pusing Bu , jangan terlalu dipikirkan", jawab Fira menenangkan sang ibu


" Walau nanti kalian terpisah oleh jarak tapi kamu wanita yang dipilih Fian untuk menemani kehidupannya kelak jadi ibu minta tolong jaga hatimu untuk Fian", pinta Ibu Fian sambil memeluk calon menantunya ini


" Insyaallah Bu doakan saja yang terbaik untuk kami", jawab Fira


ibu Dian melepaskan pelukan setelah mendengar handphone milik Fira berbunyi , ternyata Riyan adik Fira yang menghubungi karena tadi memang fira sempat mengirim pesan tuk menjemput nya di rumah sang kekasih setelah tiba .


" Halo dek?" ucap Fira membuka suara


" iya halo mbak apa jam segini belum sampai?" tanya riya dari sebrang sana karena waktu sudah menunjukan pukul 20:45 WIB


" Sudah dari tadi kok dek , kamu kesini aja", jawab Fira


" Ya Udah mbak tungguin aku , aku jalan", ucap Riyan sambil mematikan sambungan telepon nya


" siapa nak", tanya ibu Fian penuh curiga yang masih duduk di samping Fira

__ADS_1


"Riyan adik bungsu ku Bu , mau menjemput ku", terang Fira dengan jujur


" Kamu besok berangkat jam berapa dari sini nak?" Tanya ibu Fian lagi


" Pagi Bu karena ke terminalnya bareng sama Riyan saat akan berangkat ke sekolah , Jadi mungkin besok aku tidak bisa mampir kesini dulu sekarang sekalian aku pamit Bu", jawab Fira menerangkan


" Kenapa tak menunggu Fian pulang biar Fian yang mengantarkan nya dari pada harus naik angkutan umum?" Tanya Ibu Fian lagi


" Nenek dan kakek ku sudah tua Bu , kalian mereka jika aku tinggal lama - lama karena mereka masih punya hewan ternak yang harus di urusi dan di kasih makan", jelas Fira


" Jadi kau yang mencarikan makan untuk hewan ternak kakek nenek mu?" Tanya ibu Fian tak percaya pasal nya Fira berkulit mulus bersih walau tak terlalu putih


" Iya Bu , buat celengan yang suatu saat bisa di jual , mau usaha apa juga Bu di jaman sekarang yang serba modern", ucap Fira lagi


suara motor menghentikan obrolan dua perempuan ini , mungkin itu Riyan yang datang pikir Fira . Tetapi Fira salah pemilik motor itu adalah teman Fian padahal Fira sudah sangat tergesa - gesa untuk membukanya .


" Kenapa?" Tanya teman Fian yang Fira pun juga mengenalnya saat ia baru datang melihat Fira yang bingung serta kecewa


" Nggak papa , ku kira adikku yang datang menjemput", jawab Fira


" Kalo adikmu tidak menjemput bagaimana jika aku antarkan pulang mu?" goda teman Fian


benar apa yang di katakan Fian tempo hari kalau tubuh berisi milik Fira begitu menggoda kaum Adam . Buktinya teman dengan Fian pun berani menggodanya terang - terangan di depan ibu Fian


" Enak aja kamu main anter - anter , ini calon menantuku", ketus ibu Fian yang ikut berjalan ke teras depan rumahnya


" Hehehe , becanda Bu gitu aja kok marah", jawab teman Fian itu


" Emang Fian nya kemana Bu kok nggak nganterin calon istrinya?" tanya teman Fian lagi karena dia kesini memang untuk mencari Fian


" ku kira dia ada di rumah Bu ", ucap teman Fian dengan nada kecewa


Fira langsung masuk kedalam rumah tanpa permisi , dia terlalu risih ditatap oleh teman Fian .


" Ya sudah Bu , aku pamit dulu" ucap teman Fian saat melihat Fira sudah di dalam rumah


ibu Fian hanya menganggukkan kepala nya pelan hingga motor Royan pun sampai di depan rumah orang tua Fian lalu dia turun dari motor dan menyalami punggung tangan Ibu Fian setelah mengucap salam .


" Kamu adiknya Fira ya?" tanya Ibu Fian setelah selesai berjabat tangan dengan Riyan


" iya Bu nama saya Riyan , mbak Fira nya ada Bu?" tanya Riyan


" Adalah emang mau kemana", jawab Ibu Fian sambil terkekeh kecil , Riyan hanya menggeleng - gelengkan kepalanya


" Fira ini adikmu sudah datang", Teriak Ibu Fian dari teras depan rumah nya


" Iya Bu", jawab Fira sambil berjalan kearah luar rumah , hari sudah malam jadi suasananya sangat sepi


" Bu aku pamit dulu ya , Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan dalam lindunganNya", Doa Fira sambil memeluk ibu Fian


" Iya nak aamiin , besok hati - hati ya ingat pesan ibu tadi", ucap ibu Fian mengingatkan


" Iya insya Allah Bu, Sampaikan kepada Ayah juga Bu , mungkin beliau sudah istirahat tak enak kalau di ganggu", ucap Fira sambil menyalami tangan calon mertuanya ini dan berjalan pelan kearah motor Riyan

__ADS_1


" pamit dulu Bu , assalamu'alaikum", ucap Fira saat motor Riyan sudah siap untuk dijalankan


" Iya nak hati - hati , waalaikumsalam", jawab ibu Fian sambil melambaikan tangan nya . Fira dan Riyan pun menghilang dari pandangan ibu Fian , ibu Fian kemudian masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya


###


"kringg .. kringg .. kringg" deringan ponsel Fira membuat nya melirik siapa yang menghubunginya malam - malam begini .


sesampainya di rumah tadi Dira langsung membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya di ranjang empuk kamarnya .


" Hallo sayang , belum tidur", tanya fura saat panggilan video sudah tersambung , ternyata Fian sang kekasih yang menghubungi nya


" Udah bangun malahan Yang , Telfonan sama kamu tadi sore itu aku ketiduran", jawab Fian dan Fira hanya tersenyum menanggapi ocehan sang kekasih


" Eh sayang , tadi ada teman mu yang datang kerumah mencarimu", ujar Fira


" siapa sayang?" tanya Fian penasaran


" itu Yang si yoga", jawab Fira santai


Fian terdiam sejenak dia berpikir Yoga sudah bertemu Fira apa reaksi mereka saat bertemu ? Karena mereka dulu pernah menjalin kasih jauh sebelum Fira kenal dengan Fian .


" Sayang kamu kenapa?" tanya Fira yang melihat sang kekasih hanya diam mematung saja


" Enggak papa kok Sayang", jawab Fian setenang mungkin kini rasa cemburu menjalar ke seluruh tubuh nya walau dia tau Yoga sudah beristri tapi bagaimanapun juga mereka pernah ada hubungan dan Fira sekarang begitu cantik dan menggoda


" Kamu pasti mikirin masalah Yoga yang datang ke rumah mu tadi ya Sayang?" tanya Fira yang tau kalau itulah penyebab sang kekasih melamun mendiamkannya


" Iya Sayang , hehe", jawab Fian menyengir kuda


" Sayang aku sekarang milikmu sudah jangan berpikir macam - macam nanti malah mengganggu mood kamu", terang Fira menenangkan sang kekasih yang sedang gundah memikirkan nya


" Iya sayang makasih untuk semuanya", ucap Fian


" Sama - sama sayang", jawab Fira


" Kamu besok berangkat jam berapa Yang ? terus siapa yang anterin kamu ke terminal?" tanya Fian


" Aku berangkat pagi sayang bareng Riyan berangkat ke sekolah", jelas Fira


" hati - hati ya sayang jaga hati , jaga diri hanya untuk kekasih ganteng mu ini", ucap Fian


" Narsis banget", cibir Fira


" Lah emang aku ganteng kan Yang", tanya Fian


" Iya kekasih ku ini emang paling ganteng", ucap Fira yang sudah lelah dan tak mau berdebat


" Ya sudah sayang kamu istirahat ya , aku matiin dulu", ujar Fian


" Cium dulu", rengek Fira dan Fian hanya terkekeh dengan tingkah sang kekasih


" emmmuuachhh", ucap Fian mencium layar handphone nya untuk Fira , Fira hanya tersenyum menanggapi nya

__ADS_1


stelah sambungan telepon berakhir Fira mulai menutupi tubuh nya dengan selimut dan memejamkan mata nya perlahan setelah membaca doa mau tidur .


__ADS_2