
sudah seminggu Fira berada di rumah Fian , aparat setempat tak mempermasalahkan nya karena mereka sudah ber tunangan walau belum di resmikan . Fian sudah benar ,- benar sehat namun masih dalam pengawasan jika kejadian yang lalu terulang kembali
" aku pulang hari ini ya sayang?" pamit Fira ketika membuka mata nya di pagi hari , di samping Fira ada Fian yang masih betah memeluk tubuh nya tak lupa Fian menghisap gunung kembar Fira , Fira dengan mesra mengusap - usap puncak kepala Fian
" tambah satu hari lagi ya sayang", mohon Fian melepaskan gunung kembar Fira dari mulut nya
" tapi sayang , aku tak enak hati kepada para tetangga disini , juga mobil yang aku pakai mobil sewa jik aku terlalu lama biaya sewa nya akan semakin mahal , belum kakek nenek", jelas Fira lagi , pasal nya dari kemarin Fira sudah ingin pulang ke rumah sang kakek karena Fian sudah sembuh namun dengan bujuk rayu Fian , Fira mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk tetap tinggal di sana sehari lagi , hingga saat ini ia bertekad akan pulang karena jika hanya menuruti sang kekasih tak kan ada selesainya .
" ya sudah deh sayang", ucap Fian yang memulai aksinya lagi .
" tapi aku ingin ini dulu sampai aku puas yang , karena beberapa pekan ke depan sepertinya aku akan sibuk dengan pekerjaan ku hingga mungkin tak bisa mengunjungi mu ke rumah kakek", jelas Fian sambil meremas gunung kembar Fira yang satunya
" terserah kamu saja sayang", jawab Fira karena hari masih pukul 4 pagi hingga Fira mengiyakan saja permintaan sang kekasih paling an nggak lama juga dia akan puas daripada tak di perbolehkan pulang , seperti nya ini solusi nya
" ahh sayang", ucap Fira mendesah karena Fian menghisap benda itu sangat rakus dan memainkan nya di dalam mulut , menggigit - gigit kecil puncak benda itu
" emmhh , enak sayang", racau Fira karena tangan Fian mengusap - usap area sensitif nya dari luar celana , hingga keduanya terbuai dengan permainan yang Fian ciptakan , Fian ******* , menggigit , menjilat tanpa ampun bagian atas dari tubuh Fira
__ADS_1
"sayang", ucap Fira lagi karena Fian menciumi area sensitif nya walau dari luar celana tapi itu cukup membuat Fira terangsang karena celana yang Fira pakai berbahan tipis , Fian beralih lagi ke bibir sexy sang pujaan hati , kedua tangan nya meremas tanpa ampun dua gundukan kenyal itu , cukup lama Fian ber olahraga di atas ranjang bersama sang kekasih ini , ketika ia sudah merasakan lelah , ia membalikkan posisi dengan Fira yang berada di atas nya . Fira duduk dan Fian berbaring hingga pandangan mata Fian sejajar dengan gunung kembar Fira . memang jika dua manusia ini bertemu tak kan terlewat adegan dewasanya , karena mereka menjalani hubungan jarak jauh jadi hanya dengan ini mereka saling melepas rindu , namun walau begitu milik Fian belum pernah memasuki surga dunia milik Fira . Fian masih enggan beranjak ia memainkan gunung kembar milik Fira sesuka hati , Fira tak melarangnya karena ia yakin usaha nya akan sia - sia hingga ketukan pintu membuat kedua orang ini menghentikan permainan nya , waktu memang sudah menunjukan pukul 06:30 Wib , mungkin itu ibu Dian yang mau mengajak mereka sarapan .
" udah nggak usah kelonan Mulu belum sah juga udah di sosor terus", ucap Riva ketika Fian membuka pintu
" nggak nyosor kok cuma ngisep", kesal Fian menanggapi ocehan adiknya ini
" kamu itu kak , nggak tau malu sekali ", ucap Riva lagi yang tak habis pikir kepada sang kakak yang berbicara frontal kepadanya .
" udah nggak usah banyak ngomong ada apa kamu kesini?" tanya Fian yang tak mau berbasa basi
" emang nggak boleh ngunjungi orang tua?" tanya Riva lagi
" ibu mengajakmu sarapan bersama", ketus Riva kepada sang kakak yang berbicara terlalu intim menurut Riva , Riva langsung berlalu pergi meninggalkan sang Kakak tanpa menunggu kakaknya menjawab .
" mana Kakak ku Va?" tanya ibu Fian saat melihat Riva datang sendiri kemeja makan tanpa ada nya Fira ataupun Dian di belakang nya
" lagi ngisep katanya Bu", cebik Riva dengan kesal
__ADS_1
" ngisep apaan ?" tanya ibu Fian yang bingung akan jawaban Riva
" ya ngisepin Fira lah Bu , mau ngisep apa lagi coba?" ucap Riva yang semakin kesal karena ibunya tak paham dengan apa yang ia maksud
"oh", jawab ibu Fian beroh ria yang sudah paham dengan apa yang Riva katakan
"akhirnya nonggol juga , ibu kira kamu udah kenyang nak", ucap ibu Fian yang melihat kedatangan anak laki - lakinya ini dan menggoda nya
" kenyang dari mana Bu ,orang nggak keluar apa - apanya ", jawab Fian menanggapi godaan sang ibu
" makanya cepat di isi biar keluar", ucap ibu Fian lagi sambil terkekeh karena percakapan mereka mulai tak berfilter
" emang boleh Bu?" tanya Fian polos dan penuh semangat
" nggak boleh ", ucap Fira sambil mencubit kecil paha sang kekasih
" AW sakit sayang , udah hobi nyiksa ya sekarang", kesal Fian
__ADS_1
" abisnya kamu yang kalo mau omong tu dipikir dulu", jelas Fira
" udah udah kok malah jadi ribut begini , ini mau sarapan apa debat?" tanya ayah Fian melerai perdebatan mereka , lalu mereka terdiam dan memulai sarapan nya dengan keheningan .