DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
28. Masih Marah


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu sejak kemarahan Fira kepada Fian .


Fira bukan tak ingin memaafkan Fian hanya saja Fira ingin memperbaiki diri terlebih dahulu , mungkin memang dia lah penyebab nya hingga sang kekasih berkata demikian . Fira ingin mengulas kembali tingkah laku dan kepribadian nya. mungkin juga karena itu faktor yang menyebabkan sang kekasih meragukan lagi cinta nya


" ayo , keburu siang nak", ajak nenek Fira setelah sarapan mereka langsung bersiap untu ke ladang mencari rumput untuk makan hewan ternak


" ayo nek", jawab Fira sambil berjalan pelan ke arah motor nya


berangkatlah mereka berdua ke ladang , karena sang kakek sedang tak enak badan jadi libur dulu tidak pergi ke ladang hingga hampir setelah hari dua perempuan yaitu nenek dan cucunya ini berkutat di ladang sampai matahari semakin membakar kedua tubuhnya karena sudah panas .


Di lain tempat Fian sedang mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedikit kencang , ia ingin bergegas menemui sang kekasih karena Fira tak kunjung membuka pesan dari nya tak menjawab juga telfon nya Fian memutuskan untuk datang ke rumah kakek Fira . Karena jarak memang tak terlalu jauh Fian bisa pulang pergi nanti tak harus menginap yang penting dia bisa bertemu Fira dan memastikan keadaan Fira baik - baik saja .


"ayo nek , kayak nya hari mulai siang dan matahari semakin terik", ajak Fira karena rumput yang mereka cari sudah lebih dari cukup dan hari mulai terik ia kasihan kepada sang nenek jika kepanasan . Fira dan nenek pun pulang dengan membawa rumput yang telah mereka cari tadi . tak di sangka atau pun di kira sesampai nya di rumah Fira di kejutkan dengan adanya mobil Fian terparkir rapi di samping rumah sang kakek . Fira Bergegas masuk kedalam kamar mandi terlebih dahulu , membersihkan diri baru menemui Fian . Karena tak mungkin Fira menemui Fian dalam keadaan seperti ini , bukan karena Fira malu dirinya tung cari rumput tapi karena bau keringat dan bau polusi di ladang melekat di tubuh Fira .


" itu ada nak Fian sebaiknya kamu temui", ucap kakek Fira yang sudah selesai mengobrol dengan fia dan melihat Fira datang .


" aku mau mandi dulu kek , biarkan dulu saja", jawab Fira yang


sudah membawa handuk dan berjalan kearah kamar mandi luar


hampir setengah jam Fira menguyur tubuhnya membersihkan noda - noda yang melekat di badan , menghilangkan bau yang menempel , Fira keluar kamar mandi dengan keadaan harum dan sedikit lebih segar


" udah dari tadi?" tanya Fira kepada Fian di ruang tamu nya saat Fira akan berjalan ke kamar nya untuk memakai pakaian karena saat ini tubuh Fira hanya terbalut handuk kimono yang berwarna kuning miliknya


" sayang ", ucap Fian yang bangkit dari duduknya berjalan mendekati Fira dan memeluk tubuhnya , " kenapa kamu mendiamkan ku sayang aku tersiksa jika kamu terus seperti ini", cerocos Fian lagi sambil terisak di pelukan Fira , Fian tanpa malu menangis di hadapan sang kekasih


" aku nggak papa kok", jawab Fira santai sambil melepaskan pelukan Fian " aku mau pakai baju dulu ", ucap Fira berjalan pelan ke arah kamar nya dan Fian pun hanya memandang nanar kepergian Fira , di dalam otak Fian banyak sekali pertanyaan kenapa Fira seperti tak senang melihat dia datang ? kenapa Fira tak ingin ia peluk lebih lama ? kenapa dan kenapa hanya itu yang Fian pikirkan saat ini . di dalam kamar Fira memilih pakaian yang akan ia pakai , Fira mengambil dress berwarna mustard untuk ia pakai merias diri dan keluar kamar untuk menemui sang kekasih di ruang tamu .


" di minum sayang", tawar Fira kepada Fian karena nenek Fira tadi sudah membuatkan Fian minuman


" iya sayang udah kok tadi", jawab Fian sedikit lega karena sang kekasih sedikit luluh


" ada apa sampai kamu datang kesini emang nggak kerja ?" tanya Fira sambil duduk di sebrang tempat Fian duduk , hingga mereka berhadapan , Fian memandang Fira dari ujung rambut sampai ujung kaki , tubuh Fira benar - benar menggoda apalagi riasan natural di wajah nya membuat Fian menelan susah Saliva nya


" kenapa menatap ku seperti itu? apa ada yang salah dari aku?", tanya Fira yang bingung dengan pandangan sang kekasih

__ADS_1


" enggak kok yang , tubuh mu begitu menggoda membuat ku ingin menarik mu ke ranjang", jawab Fian sedikit berbisik dan terkekeh kecil


" dasar kamu nya aja yang mesum", ketus Fira sambil memakan buah apel yang ada di hadapannya


" ayo keluar makan yang?" ajak Fian


" tadi aku udah masak kok makan disini aja", jawab Fira santai


" sekalian aku mau ngomong serius sama kamu", ucap Fian


" ngomong disini kan juga nggak ada yang melarang ", jawab Fira lagi masih dengan mode santai nya


" ayo lah sayang", mohon Fian dengan raut muka memelas


" mau kemana emang?" tanya Fira kemudian


" kamu kan yang tau daerah sini , jadi kamu yang tentuin tempat nya", jawab Fian tersenyum kecil karena sang kekasih luluh juga


" ya udah , aku ambil jaket dulu", ucap Fira sambil berdiri dan berjalan menuju kamar nya untuk mengambil jaket dan tas bahu yang warna senada dengan dress yang ia pakai , tas mewah warna mustard pemberian Fian saat Fira berulang tahun beberapa tahun lalu


" sudah kok , kamu tunggu di mobil aja dulu aku mau pamit sama kakek nanti malah bingung nyariin", jawab Fira Fian pun hanya menganggukkan kepala nya


"kek aku mau keluar sebentar", pamit Fira saat sudah berada di dapur di mana sang kakek berada


" iya nak hati - hati , nanti pulang kan?" tanya kakek Fira


" pulang kok kek", jawab Fira sambil menyalami punggung tangan sang kakek dan berjalan keluar dari dapur menuju samping rumah dimana Fian memarkirkan mobilnya


" ayo yang", ajak Fira saat sudah masuk kedalam mobil Fian dan duduk di samping nya


" berangkat", jawab Fian sambil menginjak pedas gas perlahan


di perjalanan tak banyak mereka bicara hanya sekali Fian menanyakan rumah makan mana yang akan mereka tuju , dan Fira menjawab ke wisata yang bernama lembah desa rumah makan yang menjual masakan khas kota itu dengan pemandangan sawah - sawah yang terbentang luas nan asri sepertinya cocok untuk mereka kunjungi


###

__ADS_1


" kamu mau makan apa sayang ?" tanya Fian saat sudah sampai tujuan dan memilih tempat duduk yang menurut mereka cocok


" sama in aja sayang tapi minum nya pengen jus alpukat", jawab Fira sambil mengedarkan pandangan nya tanpa sadar Fira tak berkedip memandang seseorang yang ada di sebrang ia duduk


" kenapa kamu sayang?" tanya Fian heran melihat ekspresi sang kekasih , Fira tak menjawab pertanyaan Fian ia malah beranjak pergi meninggalkan Fian sendiri membuat Fian semakin bingung dengan calon istrinya ini . Fian hanya melihat ke arah Fira berjalan yang masih sambil duduk , Fira menghampiri meja yang di duduk Ki anak laki - laki sekitar umur 10 tahunan dan sepasang suami istri mungkin


" Farid", ucap Fira sambil memeluk tubuh anak kecil itu , Fian terkejut bukan main dengan tingkah sang kekasih


" mama", ucap anak itu yang belum lupa jika itu mama kandungnya , Fira tak salah mengira jika itu anak nya karena mereka memang ada ikatan batin


" kamu udah besar nak , mama merindukan kamu kenapa kamu tak pernah datang ke rumah opa?" tanya Fira


" aku bersekolah di pondok pesantren ma", jawab Farid yang terharu dengan pertemuan ini


" bagaimana kabar mu Fir?" tanya ayah Farid sambil mengulurkan tangan nya


" alhamdulilah baik mas", jawab Fira santai dan menjabat tangan mantan suami nya itu


" kamu kesini dengan siapa?" tanya Rio mantan suami Fira


" itu sama kekasihku", jawab Fira sambil menunjuk ke arah dimana Fian berada


" sayang sini", ucap Fira kepada Fian sambil melambaikan tangan nya karena Fian dari tadi tak beranjak dari kursi yang ia duduki , Fian hanya memperhatikan Fira dari sana , Fian berdiri dan berjalan mendekat Fira


" kenal in sayang ini anak ku Farid dan ini ayah nya Rio", ucap Fira saat Fian sudah di samping nya


" Fian ", ucap Fian menjabat tangan Rio


" ini calon ayah tiri kamu nak , nama nya ayah Fian", ucap Fira lagi memperkenalkan kekasihnya kepada anak nya , Farid menganggukkan kepala nya dan menyalami punggung tangan Fian dan mencium nya


" biar Farid duduk bersama ku ya mas , aku rindu padanya", ucap Fira meminta izin kepada Rio


" silahkan saja", ucap Rio dengan nada santai


" ayo nak , ayo sayang", ajak Fira mengandeng tangan Farid dan melingkarkan tangan nya di pinggang Fian

__ADS_1


makan siang itu berjalan dengan nikmat dan santai Fian tak keberatan dengan adanya Farid , asal Fira bahagia Fian oke aja tapi Fian mengurungkan niat nya untuk berbicara dengan Fira dari hati ke hati


__ADS_2