DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
42 . Sampai Tujuan


__ADS_3

perjalanan calon keluarga kecil Fira berakhir pada jam makan siang . perjalanan yang di lalui dengan diam tanpa kata tanpa tanya oleh Fira membuat Fian merasa sangat bersalah .


setelah memarkir kan mobil Fian lalu turun dan mengikuti langkah Fira Farid dan Riyan yang sudah memasuki rumah kakek Fira .


" bagaimana kabarmu kek?" tanya Fian yang kedatangan nya mendapat sambutan dari kakek Fira


" alhamdulilah baik kok nak , sini duduk", tawar kakek Fira yang mengerti jika cucu perempuan nya sedang tidak baik baik saja .


" iya kek terimakasih", jawab Fian duduk di samping Fira .


" kamu mau pulang hari ini apa besok nak ?" tanya Fira pada Farid


" hari ini aja ma , kan aku belum jadi beli perlengkapan nya jadi nanti sepulang dari sini mau beli", jawab Farid


" oh ya", ucap Fira menganggukan kepala nya.


" nanti kita cari perlengkapan mu di supermarket nak , dan ayah antarkan pulang sekalian ", ucap Fian kemudian .


" benar yah?" tanya Farid kegirangan


" iya nak . tapi kita istirahat sejenak karena ayah juga baru ada keperluan dengan kakek", jawab Fian


" keperluan apa nak?" tanya kakek Fira penasaran


" gini kek , aku dan Fira sudah lama menjalin kasih dan undangan sebagian sudah kami sebar sebentar lagi kita akan melangsungkan pernikahan , kakek dan nenek hanya perlu mempersiapkan kesehatan saja semua keperluan aku yang tanggung dan sudah siap tinggal acara nya saja", jawab Fian menjelaskan

__ADS_1


" dimana pernikahannya akan di laksanakan ?" tanya nenek Fira


" di rumah yang akan kamu tempati setelah menikah di kabupaten Leman , aku telah membeli rumah di sana untuk tempat tinggal ku dan Fira nanti", jelas Fian lagi


" bagus nak kalau begitu kabupaten itu juga terletak di tengah - tengah antara kota yang ibu Fira tinggali dan dari sini


" iya kek , aku juga berfikir begitu", jawab Fian lagi sedangkan Fira hanya diam mematung tanpa ekspresi perasaan nya masih sangat kesal dengan Fian .


" aku masuk dulu", pamit Fira semua orang Yang ada di sana saling tatap karena kebingungan


" bentar ya kek , aku susul Fira", pamit Fian melangkah meninggalkan rumah tamu rumah itu dan berjalan ke arah kamar Fira menyusul nya yang sudah berada di dalam


" jangan terus menerus mendiamkan aku sayang, aku minta maaf", ucap Fian menggenggam tangan Fira


" tapi kenapa kau terus mendiamkan ku kalau tak masalah bagimu?", tanya Fian lagi


" kamu bisa pikir sendiri , kita sudah sama - sama dewasa", jawab Fira yang hendak menepis tangan Dian namun Fian malah menarik Fira kedalam pelukan nya.


" aku menyayangi mu sayang , maaf kan aku , aku lakukan itu karena teman - teman ku aku tak enak dengan mereka", ucap Fian memeluk tubuh Fira dengan erat


" kamu memikirkan perasaan teman mu tapi tak memikirkan perasaan ku", jawab Fira sambil mengisak


kakek dan nenek Fira tadi langsung ke belakang mereka tak ingin ikut campur urusan cucu nya , karena mereka tau jika cucunya bisa menyelesaikan masalahnya sendiri


" sudah jangan menangis aku janji tak kan mengulangi nya", ucap Fian sambil mengusap rambut pirang milik Fira

__ADS_1


" tak usah selalu mengucapkan janji jika kamu tak bisa menepatinya", jawab Fira


Fian tak menjawab ocehan Fira dia malah menidurkan Fira di ranjang . Karena Fian tau jika Fira sedang marah hanya hisapan - hisapan yang dapat meluluhkan dan membuatnya tak merajuk lagi


perlahan Fian membuka kaos yang Fira kenakan , setelah gunung kembar Fira sudah berada di luar baju sepenuh nya Fian membuka penutup nya yang masih tersisa , ia hisap dengan rakus gunung kembar Fira membuat Fira yang tadi nya menangis sampai mengisak berubah menjadi erangan yang indah . cukup lama Fian menghisap gunung kembar Fira secara bergantian dan berakhir di bawah perut Fira , Fian menurunkan celana Fira dan menghisap benda yang sudah basah itu , walau milik Fian sudah menegang sempurna tapi Fian tak berniat menancapkan nya di tempat seharusnya karena kondisi hati Fira yang masih marah walau sudah sedikit reda . Fian menghisap habis - habisan benda itu , sampai cairan yang keluar dari sana pun ia hisap Sampai tak tersisa membuat Fira sangat merasakan kenikmatan oleh perbuatan Fian


cukup lama Fian mempermainkan inti tubuh sang kekasih hingga ia menyelesaikan nya karena Masih punya Janji kepada sang anak


" sudah ya sayang nggak usah marah lagi , ayo kita antar Farid membeli kebutuhan nya dan mengantarnya pulang", rayu Fian


" iya , aku ganti baju dulu", jawab Fira yang langsung berjalan ke arah lemari pakaian nya dan mengambil drees yang panjangnya sampai ke bawah lutut bermotif bunga tanpa lengan warna mustard dan jaket jeans warna hitam untuk menutupi lengan nya . Fira mengganti baju nya di depan Fian sudah tak ada lagi rasa sungkan bagi kedua nya karena hal itu sudah biasa mereka lakukan satu sama lain .


" ayo sayang", ajak Fira yang melihat Fian sedang menatap ponsel


" kamu cantik banget kalo mau ketemu mantan suami", goda Fian kepada Fira


" aku tiap hari juga cantik kali sayang , jangan berpikir macam - macam", jawab Fira sambil mencubit pipi Fian


" sakit sayang", rengek Fian sambil mengusap pipi nya yang sedikit memerah karena cubitan Fira


" abis nya kamu ngaco , sini aku cium", ucap Fira menenangkan berjalan mendekat Fian dan mencium pipi yang ia cubit tadi


" udah ayo nanti keburu malem kasihan jamu pulangnya", ucap Fira lagi sambil menarik tangan Fian untuk keluar dari kamar nya


" iya ayo ", jawab Fian mengikuti langkah Fira dengan senyum yang mengembang sempurna di bibir nya karena sang kekasih sudah tak marah lagi pada nya

__ADS_1


__ADS_2