
Disaat anggota keluarga yang lain nya sedang sibuk berbincang dan menyaksikan televisi , berbeda dengan Fian yang asyik membuntuti sang kekasih kedalam kamar . Ya , keluarga Fian tak melarang mereka tidur bersama , karena mereka tau Fian sudah dewasa . Fian juga cukup bisa di percaya tak melakukan hubungan terlarang yang melebihi batas .
" Kenapa sayang?" tanya Fira bingung menatap sang kekasih yang terlihat sangat lelah .
" Nggak mau berpisah dari kamu yang". jawab Fian sambil memeluk Fira dengan erat .
" Sayang kan setelah selesai proyek mu kita akan pergi jalan - jalan lagi". ucap Fira menenangkan sang kekasih . " Kasihan kakek sama nenek kalau aku tinggal lama - lama". lanjut Fira .
" Tapi sayang ". rengek Fian
" Ssttt , sayang kok jadi manja banget gini sih". ucap Fira sambil menangkupkan kedua tangan nya pada pipi Fian .
" Cium yang". ucap Fian dengan nada manja .
" Sini". ucap Fira dan Fian pun mendekat.
Fira mencium pipi kiri Fian .
" Bukan itu tapi ini". ucap Fian lagi sambil menunjuk ke arah bibir .
Fira pun hanya mengikuti kemauan sang kekasih . Di cium nya bibir Fian pelan , tak di sangka saat Fira akan menjauhkan wajah nya , Fian malah menariknya dan ******* sambil membaringkan tubuh Fira . Fira hanya mengikuti nya . tanpa ada penolakan . Fian mengukung Fira di bawah tubuh nya , masih dengan tautan di bibir yang lama kelamaan semakin rakus dan menuntut .
" Sayang berat". ucap Fira dengan nada manja .
" sambil miring aja sayang". sambil terkekeh kecil , Fian memiringkan tubuh nya dan tubuh Fira sambil membuka kancing baju yang Fira kenakan .
" Mau apa sayang?" tanya Fira kepada sang kekasih walau ia juga tau apa yang akan di lakukan sang kekasih.
__ADS_1
" Mau ini sayang". jawab Fian meremas payudara Fira dengan gemas .
" Sakit sayang , ahhh". ucap Fira karena sang kekasih sudah membuka seluruh bajunya dan menghisap sangat rakus tapi nikmat bagi Fira . Tangan kiri Fian meremas payudara Fira dan tangan kanan nya bermain di area sensitif Fira .
" Sayang , ahh " ucap Fira dengan nada penuh hasrat ia menikmati permainan sang kekasih . untung Fian selalu memperlakukan nya dengan lembut tapi juga menuntut dan Fian juga tak pernah lupa menutup serta mengunci pintu kamar yang mereka tempati .
Fian membuka kancing celana Fira saat kedua gunung kembar Fira sudah penuh tanda merah yang ia buat . Fian menjilati seluruh tubuh Fira dan meninggal kan bekas juga di perut nya hingga Fira kegelian .
Fian berhasil melucuti celana yang Fira pakai . hingga hanya ****** ***** saja yang tersisa . Fian menjilati kaki Fira . sampai di paha Fian meninggalkan bekas nya . seakan fian ingin dunia tau kalau saat ini Fira adalah miliknya .
" Sayang geli, ahhh emmptt". racau Fira di sela - sela permainan sang kekasih .
" Nikmati saja sayang , aku akan membuat mu puas". jawab Fian dengan nada penuh hasrat .
" Udah sayang berhenti , ahh". racau Fira saat melakukan pelepasan yang langsung di hisap Fian . Fian Memang selalu ingin memberikan kepuasan serta kenyamanan untuk sang kekasih agar hubungan asmara Mereka ini langgeng sampai mereka menutup usia.
" Sangat nikmat sayang , terimakasih , maaf belum bisa memberikan kepuasan untuk mu", ucap Fira malu - malu dan membenamkan wajah nya di bawah ketiak Fian.
" Tak apa - apa sayang , aku tak menuntutnya jika kamu memang belum siap", jawab Fian membelai rambut halus berwarna pirang milik Fira .
Kamar Reno lah saksi bisu penautan cinta dua anak Adam dan hawa ini .
####
" Coba kamu panggilkan kakakmu Va , mana mungkin mereka tidur jam segini". ucap ibu Fian kepada Riva , karena waktu menunjukan pukul 20:00 . Ibu Fian merasa tak mungkin jika Fian dan Fira sudah tidur .
" Tok.. tok.. tok..!" suara ketukan pintu dari luar membuat sepasang kekasih ini menghentikan kenikmatan yang mereka rasakan . Fian merapikan bajunya dan berjalan kearah pintu kamar setelah melihat sang kekasih juga telah rapi dengan pakaian nya .
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Fian yang melihat Riva berdiri di depan pintu kamar yang mereka tempati .
" Ibu mengira kalian udah pada tidur , suruh makan malem". jawab Riva dengan mode jutek nya.
" Iya bentar lagi aku kesana". ucap Fian sambil menutup kembali pintu kamar itu. Riva meninggalkan kamar itu dan berjalan menuju meja makan . Fian pun berjalan mendekati sang kekasih yang sudah merasakan nikmat karena beberapa kali pelepasan akibat permainan sang kekasih . Fian pun juga demikian ia mencapai ******* nya sampai dua kali karena memang tubuh sang kekasih yang menggoda dan membuat candu .
" Ayo sayang makan dulu". ucap Fian sambil menggandeng sang kekasih yang sedang bangun dari tidurnya.
" Ayo yang , aku udah laper juga". jawab Fira sambil bergelayut manja di lengan kanan sang kekasih .
" Ku kira kalian sudah tidur , ngapain aja dari tadi nggak keluar kamar?" oceh ibu Fian saat melihat Fian dan Fira sampai di meja makan .
" Hanya bermain kok Bu nggak ngapa - ngapain". jawab Fian sambil mempersilahkan sang kekasih duduk dan dia ikuti di sampingnya .
untung tadi Fian meninggalkan bekas percintaan nya di area yang tidak terlihat orang , kalo keluarga nya bisa lihat bisa bahaya , walau Fian sendiri tau keluarganya tak kan mempermasalahkan itu , tapi hanya takut Fira jadi bahan bully an aja .
" Silahkan dimakan". ucap kak Faiz .
" Iya mas terimakasih". Fira menjawab .
Fian mengambilkan nasi dan lauk yang ia rasa Fira suka karena mereka makan sepiring buat berdua. Suapan pertama Fian persilahkan untuk sang kekasih . suapan kedua Fian meminta sang kekasih untuk menyuapinya.
" Hmm , bucin sih bucin tapi tau diri juga lah". sindir Riva .
" Kalo iri bilang aja". ketus Fian menjawab sindiran sang adik .
" Udah - udah nggak usah debat , biarin ajalah Va jika kamu ingin juga minta pada suamimu . Dia kan juga di sampingmu". ucap kak Faiz melerai perdebatan adik - adik nya . makan malam pun berlangsung dengan diam hanya sesekali suara dari Reno anak kak Faiz dan Fian yang manja pada sang kekasih . ayah Fian pun tak banyak komentar ataupun kata , dia senang jika anak - anak ny juga senang.
__ADS_1