
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit akhirnya Fira dan Fian sampai dirumah orang tua Fian . Fira dan Fian dulu sepasang kekasih saat Fira duduk di bangku SMA dia hidup dirumah sang ayah tiri . Mereka memutuskan hubungan karena Fira berselingkuh , dan menikah . Fira menikah dengan tetangga nenek nya yang berbeda kota dengan rumah sang ayah tiri dan Fian . hingga takdir mempertemukan mereka kembali dengan Fira yang berstatus janda dan Fian yang masih berondong . namun Fian tak takut dengan pengalaman masa lalu nya Fian berfikir Fira hanya khilaf saat itu dan sekarang sudah berubah .
"assalamu'alaikum". ucap Fian sambil membuka pintu dengan satu tangan menggandeng sang kekasih .
"waalaikumsalam". ucap seorang ibu paruh baya .
Fira langsung menyalami ibu itu , yang tau kalau itu ibu Fian sang kekasih dan mencium pipi kanan dan kirinya .
"kapan kamu sampai sini nak?" tanya ibu fian kepada Fira .
"tadi sore Bu , kerumah ibu dulu , ibu sehat?" ucap Fira .
"Alhamdulillah , sehat nak , sini duduk" ibu Fian mempersilahkan Fira duduk karena Fian langsung masuk ke kamar mandi .
__ADS_1
Fian kemudian keluar dengan membawa dua minuman dingin , dan ikut duduk bersama sang ibu dan kekasihnya .
" ibu tinggal masuk dulu nak ibu lagi masak buat makan malam nanti" . ucap ibu Fian kemudian .
"iya Bu". jawab Fira .
"ini sayang diminum". ucap Fian sambil menidurkan Badannya disofa dan paha Fira jadi sandaran kepalanya .
"iya sayang , makasih" jawab Fira .
"sayang temani aku tidur sejenak , nanti malem kita mau dinner "ucap Fian menarik Fira untuk masuk kedalam kamar nya . Fira dengan ragu melangkah mengikuti sang kekasih karena tangan nya di tarik Fian .
"sini sayang ". ucap Fian sambil menepuk kasur di samping ia tidur . fira mendekat dengan perasaan ragu .
__ADS_1
"tidak usah takut sayang , aku nggak akan ngapa - ngapain kok , cuma mau ini". ucap Fian sambil memegang gunung kembar sang kekasih .
" kamu itu sayang , kayak anak kecil tau nggak". ketus Fira .
Fian bangkit dari tidur nya mengunci pintu kamar nya dan mendekati sang kekasih .
"Ndak papa sayang , hanya ini". jawab Riyan sambil membuka kancing baju Fira .
Fira dan fian memang hanya sepasang kekasih , tapi cara pacaran mereka sudah seperti layak nya suami istri . jika itu hanya ciuman dan sesap menyesap fira tak mempermasalahkan itu . dosa ia pikir belakangan yang ia butuhkan kenikmatan juga . Karena Fira juga menikmatinya .
"sayang , pelan - pelan , ahh" racau Fira karena Fian menghisap gunung kembar nya dengan rakus seperti bayi yang sedang kehausan . Fian yang mendengar racauan sang kekasih bukan nya menyurutkan hisapan nya justru Fian malah menghisap nya dengan lebih rakus .
"enak sayang" ucap Fian di sela - sela hisapan nya .
__ADS_1
"iyha sayang , aku juga merasakannya". jawab Fira .
Fian mulai mengantuk dan memejamkan mata nya yang mulutnya masih sambil menghisap gunung kembar Fira secara gantian . tangan Fira mengusap lembut puncak kepala sang kekasih . hingga Fian pun masuk kedalam mimpi . namun Fira terjaga . Fira mau melepas gunung kembar yang di hisap sang kekasih namun tak bisa karena sang kekasih masih terasa jika benda itu di tarik . hingga Fira pasrah saja sambil memainkan ponsel nya . ia chattingan dengan sahabat nya mengabarkan kalau dia sudah di rumah sang ibu dengan selamat .