
tengah malam pun tiba , bertepatan dengan Fira dan Fian yang juga sudah sampai kediaman sang kakek Fira . Fian memang memutuskan untuk beristirahat di sana malam ini karena besok pagi baru Fian kan pulang ke rumah sang orang tua .
Tanpa mengetuk pintu Fira masuk melalui pintu samping rumah itu , karena dia tau kalau kakek dan nenek nya pasti sudah tidur , dan hanya pintu samping itu yang bisa dibuka kuncinya dari luar rumah . Fian membawa barang mereka untuk masuk kedalam rumah . sedangkan Fira seperti biasa tak membawa apa- apa. sesampainya di dalam rumah Fira duduk sejenak di sofa menghilangkan rasa letih setelah perjalanan jauh .
" langsung tidur aja sayang kalo capek", tawar Fian sambil meletakan koper di samping kursi ruang tamu .
" iyha sayang sebentar lagi", jawab Fira
" apa mau tidur bareng nih?" goda Fian lagi membuat Fira melorotkan matanya .
" yang ini juga belum sembuh rasa perihnya sayang , kamu itu", gerutu Fira sambil memanyunkan bibirnya , Fian mengulas senyum dan berjalan mendekat sang kekasih mencium puncak kepala Fira dan duduk disampingnya .
" maaf sayang , aku juga tak mengerti dengan diriku ini kenapa selalu menginginkan nya", ucap Fian jujur karena Fian lebih tertarik pada gunung kembar Fira dari pada area sensitif Fira
" hmm nggak papa sayang", jawab Fira , " aku masuk dulu", pamit Fira lagi , karena seperti hari kemarin bahwa Fian tidur didepan televisi walau Fian bisa menahan hawa nafsunya tapi Fian menghargai kakek dan nenek Fira . Fira masuk kedalam kamar menutup pintu dan berjalan tergontai - gontai menuju kearah ranjang yang ada di kamar nya . tanpa membenahi selimut Terlebih dahulu Fira langsung membaringkan tubuhnya karena merasa sangat lelah . begitu juga Fian yang sudah mulai memasuki alam mimpinya malam ini.
###
Pagi pun tiba , Fira sudah bangun lebih awal dari biasanya . dia memasak untuk sarapan anggota keluarga nya dan juga untuk sang kekasih . sambil mencuci baju di mesin dan berbenah rumah yang sudah lama tak di bersihkan .
" sampai di rumah jam berapa nak tadi malam!" tanya nenek Fira yang baru keluar dari kamar nya.
" tengah malam nek , nggak tau jam berapa , karena nggak sempet lihat jam", jawab Fira sambil mengaduk - aduk bubur ayam yang ia buat untuk sarapan
" ku kira kalian belum mau pulang", ucap nenek Fira lagi
" pekerjaan Mas Fian masih banyak nek , kasihan kalo ditinggal lama- lama karena terbengkalai", jelas Fira kepada sang nenek
__ADS_1
" nenek juga berfikir begitu", ucap nenek Fira lagi sambil berjalan pelan kearah meja makan dan mendudukkan pantatnya di salah satu kursi yang ada di sana
" kakek apa belum bangun nek?" tanya Fira
" udah kok , kayaknya udah di kandang melihat hewan ternak", jawab nenek Fira
" ohh", ucap Fira mangut - mangut tanda mengerti
setelah semua masakan nya selesai Fira menatanya dimeja makan lalu berjalan untuk membangunkan sng pujaan hati .
" sayang bangun ayo sarapan", ujar Fira sambil menggoyangkan tubuh Fian pelan .
" masak apa yang", tanya Fian yang perlahan membuka mata
" bubur ayam sayang", jawab Fira
" nggak boleh", jawab Fira cepat
" ayo yang keburu dingin , nenek juga sudah ada di sana ", jelas Fira lagi sambil menarik tangan Fian untuk berjalan mengikutinya
" aku cuci muka dulu sayang", ucap Fian yang bangkit dan mulai berjalan
" pakai kamar mandi dalam kamarku aja sayang aku tunggu sini", ucap Fira lagi
" nggak mau ikut?" goda Fian lagi
" nggak lah Yang , nanti nggak jadi sarapan", gerutu Fira , Fian hanya terkekeh kecil melihat ekspresi Fira sambil berjalan memasuki kamar Fira untuk kekamar mandi cuci muka . namun sebelum sampai di kamar mandi langkah Fian terhenti saat melihat pajangan foto berbingkai persegi warna biru kuning , di dalam bingkai itu terdapat foto Dian dan Fira saat pacaran pertama , sebelum Fira berkhianat . Fian menarik sudut bibirnya , dia tak menyangka ternyata sang kekasih masih menyimpan kenangan bersamanya . setelah puas memandangi foto itu Fian langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi karena Fira masih menunggu nya di luar untuk sarapan bersama .
__ADS_1
###
"kakek dan nenek mau ke ladang?" tanya Fian saat semua sudah selesai menyantap sarapan yang Fira buat
" iya nak cuma itu pekerjaan kami", jawab kakek Fira
" kenapa tak berdiam diri di rumah saja kek , kalian sudah tua", tanya Fian lagi
" selama kita masih bisa dan kuat kalian tak perlu khawatir , jika kami merasa sudah renta ataupun tak sanggup kami akan bilang ", jawab kakek Fira lagi , Fira sendiri saat ini sedang mencuci piring kotor yang mereka pakai tadi
" yang penting jangan memforsir diri kalian kek , nek karena Fira masih membutuhkan kalian sebagai sandaran", ucap Fian tegas , kakek Fira semakin yakin tuk melepaskan Fira kepada Fian karena selain Fian tampan , mapan Fian mempunyai hati lembut , dan rendah hati . selama ini kakek Fira selalu berpesan jika berhati - hati dalam memilih pasangan karena kakek Fira tak ingi ada kegagalan lagi di rumah tangga Fira , itu sebab nya Fira terlalu lama meyakinkan hatinya .
" nanti kalo mau pulang hati - hati , salam buat keluarga mu kakek dan nenek ke ladang dulu", pamit nenek Fira yang sudah bersiap mau ke ladang mencari rumput untuk makan hewan ternak mereka
" iya nek , kakek dan nenek jaga kesehatan dan semoga selalu dalam lindungan nya", doa Fian untuk calon kakek dan nenek nya ini
" iya aamiin", jawab sang nenek sambil berlalu pergi meninggalkan rumah .
Fira masih sibuk dengan pekerjaan rumah tangga nya , Fira menjemur pakaian yang tadi sudah ia cuci termasuk pakaian Fian pun ia cuci , paling tidak biar ada satu atau dua pasang pakaian Fian di rumah itu karena Fian juga akan sering menginap disini nantinya pikir Fira . Fian pernah menawarkan pembantu untuk Fira , agar Fira tak kelelahan mengerjakan semua nya sendiri tapi Fira menolak nya dengan alasan tidak ada yang perlu di bantu , semua masih bisa ia kerjakan sendiri . padahal sebenarnya Fira menjaga hati kakek dan nenek nya , karena jika ada pembantu di sana sudah pasti para tetangga Fira akan menggosipkan nya terus - terusan . itu yang membuat Fira berfikir ulang karena jika terus menjadi bahan omongan tetangga Fira takut akan mempengaruhi kesehatan kakek dan juga nenek yang yang memang sudah tua .
" udah selesai sayang", ucap Fira yang sudah selesai merapikan barang bawaan Fian , karena Fian akan pulang pagi ini . sudah tidak bisa di tunda lagi kepulangan Fian karena banyak pekerjaan yang sudah terbengkalai ketika Fian tinggal . walau sebenarnya hati Fian belum rela berjauhan lagi dari sang kekasih , tapi mau bagaimana lagi kewajiban dan tanggung jawab Fian lah yang menuntutnya terpisah jarak dengan Fira . Fira juga tak keberatan untuk itu karena Fira orang yang pengertian dan tak ingin egois yang mementingkan kesenangan nya lalu membiarkan Fian keteteran Fira tak ingin itu terjadi , sehingga dengan hati yang sama - sama berat mereka harus berpisah jarak sementara .
" jangan nakal disini sayang , ingat kamu sudah punya aku walau jauh di sana ", ucap Fian memeluk sang kekasih
" iya sayang kamu juga , hati - hati dalam bekerja jangan lupa makan dan jangan terlalu sering begadang", nasehat Fira yang melepas kan pelukan Fian
" aku pamit dulu sayang", ucap Fian lagi kali ini sambil mencubit kedua pipi chubby Fira dengan gemas
__ADS_1
" hati - hati sayang jangan lupa kabari ya", ucap Fira lagi sambil menjabat dan mencium punggung tangan Fian , Fian mencium kening dan bibir Fira sekilas lalu berjalan pelan kearah mobil yang terparkir di samping rumah itu . Fian masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobil tersebut . Fian menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan nya kepada Fira sambil perlahan menginjak pedal gas . mobil yang Fian kendarai perlahan pergi meninggalkan pekarangan rumah kakek Fira , terlihat Fira masih melambaikan tangan nya hingga mobil Fian benar - benar menghilang dari pandangan nya . raut wajah sendu terlihat jelas di wajah Fira melepas kepergian sang kekasih , tapi mau bagaimana lagi ini memang sudah jalan yang ia pilih , Fira mencintai Fian begitu juga sebaliknya jadi mereka tetap teguh dengan cinta nya walau harus menjalani hubungan jarak jauh .