DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
44 . Di Tinggal Pulang


__ADS_3

selesai mengobrol sambil meminum teh di rumah bapak Farid Fira Fian serta Riyan pun pamit karena Fian harus pulang ke rumah nya .


" belajar yang rajin sayang , mama dan ayah pulang dulu ', pamit Fira sambil memeluk erat tubuh Farid


" iya Ma , terima kasih", jawab Farid


" Ayah harus pulang dulu nak ingat pesan ayah tempo hari", ucap Fian setelah Fira selesai berpamitan dengan Farid


" baik yah akan selalu Farid ingat terima kasih untuk semua nya Yah", jawab Farid sambil menyalami tangan Fian


" om pulang dulu ya , besok kalo libur main lagi", pamit Riyan kepada Farid dan berjalan menuju mobil yang sudah ada Fira dan Fian di dalamnya .


" hati - hati Ayah , mama , om", ucap Farid sambil melambaikan tangan nya saat mobil Fian mulai berjalan pelan meninggalkan halaman rumah ayah Farid .


" cie yang habis ketemu mantan", goda Fian saat di perjalanan menuju arah rumah kakek Fira


" terus kenapa?" tanya Fira santai


" seneng ya?" goda Fian lagi


" enggak lah sayang , biasa aja", jawab Fira sambil memakan camilan yang ia beli di super market tadi


" yang bener?" goda Fian sambil mencomot camilan yang akan Fira masuk kan ke dalam mulut


" bener banget sayang ku, kalo kamu cemburu sama aku bilang aja", goda balik Fira


" iya sayang aku sangat cemburu untuk itu karena mantan suami mu menatap ku dengan tatapan yang berbeda apa mungkin dia menyesal dulu telah menyia - nyiakan mu?" tanya Fian mengutarakan apa yang ia rasakan ia tak ingin menyembunyikan itu lagi karena itu sangat menyiksa batin nya

__ADS_1


" terus kalo dia menyesal terus kamu pikir aku mau kembali lagi padanya setelah apa yang ia lakukan pada ku? pemikiran mu terlalu pendek", kesal Fira sambil cemberut


" bukan begitu sayang , aku takut jika kehilangan mu untuk yang kedua kali nya karena jarak yang memisahkan kita dan karena kamu memiliki Farid untuk alasan jika dia kembali", jawab Fian selembut mungkin karena takut menyinggung perasaan Fira


" gampang aja , jika kamu memang belum sepenuh nya percaya pada ku aku tak masalah jika semua nya cukup sampai di sini", kesal Fira karena lagi - lagi Fian meragukan kesetiaan nya , memang Fira akui hal itu wajar terjadi karena Fian pernah trauma kehilangan nya


" sayang jangan marah gitu maksud ku bukan begitu , tolong mengerti lah jika aku ini sangat menyayangi mu dan takut jika kamu di ambil orang", jelas Fian sambil memarkirkan mobil nya di halaman rumah kakek Fira namun Fira menjawab omongan Fian tadi ia langsung turun dari mobil Fian dan masuk kedalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya karena dia sudah menahan ingin buang air kecil sedari tadi .


" sayang jangan begini", ucap Fian sambil mengetuk pintu kamar mandi di dalam kamar Fira


" begini apa nya sayang aku tadi cuma buang air kecil karena sudah lama menahannya", jawab Fira saat melihat Fian yang frustasi di depan pintu kamar mandi , Fian langsung berdiri dan memeluk tubuh Fira sangat erat .


" maaf kan aku jika ketakutan ku ini membuatmu tak nyaman sayang ", ucap Fian menyesali kegelisahan nya


" tidak masalah sayang aku tau hal itu kamu lakukan karena kamu pernah merasakan kehilangan ku jadi kamu takut untuk berpisah jarak dengan ku", jawab Fira sambil melepaskan pelukan Fian


" enggak usah sayang aku nggak laper kok aku cuma pengen ini", jawab Fian sambil meremas gunung kembar Fira yang padat berisi dan menggoda


" kamu itu sayang", kesal Fira namun tak melarang Fian yang sudah membuka kancing baju nya dan menghisap benda favoritnya dengan mengajak Fira berjalan pelan untuk duduk di sofa yang ada di kamar Fira


sedangkan Riyan sedang berbincang santai dengan sang kakek dan nenek di teras rumah itu .


Fira duduk di pangkuan Fian dengan tubuh yang saling berhadapan , mulut Fian tak lepas dari gunung kembar Fira karena nanti Fian sudah akan pulang ke rumah nya makanya sekarang Fian puas - puaskan untuk bermain dengan nya , hisapan yang sangat rakus Fian lakukan membuat Fira sudah basah dan mendesah tanpa ingat apa - apa


Fian menuntun Fira untuk tidur di ranjang tanpa melepas hisapan nya , hingga Fira terbaring di ranjang dengan kaki yang terkulai ke bawah .


Fian menaikkan dress yang Fira pakai , menurunkan ****** ***** Fira dan menghisap inti tubuh Fira tanpa ampun , Fira yang merasakan kenikmatan pun menggeliat seperti cacing kepanasan karena permainan lembut yang Fian lakukan . Fira pun melakukan pelepasan pertama , cairan yang keluar dari inti tubuh Fira langsung di hisap dan di telan habis oleh Fian sebagai bentuk kasih sayang Fian kepada Fira .

__ADS_1


Mereka pun menyudahi permainan panas nya dengan nafas tersengal - sengal


" terimakasih untuk semua nya sayang , aku mencintai mu", bisik Fira tepat di depan telinga Fian dan mencium pipi Fian dengan penuh kasih sayang


" sama sayang aku juga sayang padamu ", jawab Fian yang bergantian mencium kening Fira lalu bangkit untuk berjalan keluar kamar Fira


Fira merapikan penampilannya dan berjalan mengikuti langkah Fian tadi .


" ayo Riyan pulang nanti keburu malam", ajak Fian saat sudah di teras depan rumah kakek Fira


" ayo mas , dari tadi aku juga nunggu in emang mas ngapain di kamar mbak Fira ?" selidik Riyan


" nggak papa kok cuma salam perpisahan aja", jawab Fian membuat pipi Fira bersemu merah karena malu akan ucapan Fian yang frontal di hadapan adik , kakek dan nenek nya


" kami pamit pulang dulu , semoga kakek dan nenek selalu di beri kesehatan", pamit Fian sambil menjabat tangan kakek dan nenek Fira di ikuti Riyan di belakang nya


" iya nak aamiin , hati - hati di jalan salam buat orang tua kalian", jawab kakek Fira


Riyan Fian dan Fira berjalan ke arah tempat di mana mobil Fian terparkir .


" hati - hati di jalan sayang jangan lupa makan", ucap Fira mencium punggung tangan Fian


" baik sayang kamu juga , aku pulang dulu jangan nakal", jawab Fian mencium kening Fira


" Jagan bandel kalo di bilang in ibu nurut dek , belajar yang rajin", ucap Fira saat Riyan menyalami tangan nya


" iya mbak , aku pulang dulu", jawab Riyan sambil berjalan ke arah pintu mobil samping kursi kemudi yang Fian duduki

__ADS_1


lambaian tangan Fira mengiringi kepergian mobil Fian yang sudah berjalan pelan meninggalkan halaman rumah kakek Fira , semakin jauh dan menghilang dari pandangan mata Fira kini Fira dan Fian harus menjalani hubungan jarak jauh lagi karena memang keadaan yang memaksa mereka seperti ini .


__ADS_2