
sepulangnya dari makan siang tadi Farid ikut dengan Fira dan Fian ke rumah kakek Fira yaitu opa Farid . setelah bercerai dari Rio Fura tak pernah mengunjungi Farid karena menjaga perasaan Fian , pernah beberapa kali saja Fira dan Fian mencoba mendatangi rumah yang dulu ia huni bersama Rio dan Farid tapi tak bertemu Farid karena Farid bersekolah di pondok pesantren , hingga saat ini mereka di pertemukan dengan tanpa sengaja
Fira meminta izin kepada Rio untuk membawa Farid bersama nya beberapa hari ke depan . Karena Fira tau jika saat ini Farid sedang libur sekolah maupun di pondok pesantren nya , Rio pun mengizinkan nya karena memang Fira ibu kandung Farid jadi masih ada dan tak kan pernah putus ikatan batin mereka
" ngapain sayang?" tanya Fian mendekatkan tubuhnya ke tubuh Fira mereka sedang di kamar Fira yang berada di rumah sang kakek sedangkan Farid berada di ruang tamu bersama sang Oma dan opa yang juga sudah merindukan nya
" ini mau cari sewaan mobil sayang aku akan membawa Farid ke rumah ibu untuk beberapa hari ke depan, jadi aku perlu mobil untuk itu , pakai motor sebenarnya nggak papa sih tapi aku takut Farid sakit karena belum terbiasa keluar jauh menggunakan motor", jelas Fira
" kenapa harus sewa sih sayang kan aku kesini juga pakai mobil bersama aku saja", tawar Fian sebenarnya Fira juga berfikir begitu tapi ia Taku merepotkan sang kekasih jika nanti harus mengantarnya pulang saat Farid sudah mulai masuk ke sekolah
" tapi itu akan merepotkan mu sayang , juga akan mempengaruhi pekerjaan mu", tolak Fira lembut
" apa yang tidak untuk mu sayang udah nggak usah main ponsel Mulu main ini aja", ucap Fian mengambil ponsel milik Fira dan meletakkan nya di samping mereka tidur sambil menciumi benda kenyal yang sudah Fian rindui
Fian mulai mencium bibir Fira perlahan lama kelamaan semakin menuntut dan Fira yang ikut hanyut dalam ciuman itu pun membuka mulut nya agar Fian lebih leluasa memainkan lidah nya di dalam sana ciuman itu mulai turun ke arah leher Fian hanya menciumi leher itu tanpa meninggalkan bekas di sana tangan Fian sudah berhasil menaikan dress yang Fira pakai tadi Fian menyesap habis habisan gunung kembar milik Fira , Fira mengerang menikmati sentuhan kekasihnya ini .
" sayang besok kalo kita punya anak benda yang kamu hisap itu akan mengeluarkan ASI apa kamu akan tetap menghisap nya ?" tanya Fira tiba tiba di sela - sela hisapan Fian . Fian menghentikan hisapan nya dan memandang wajah Fira
" apa tidak boleh sayang?" ucap Fian yang malah Balik bertanya
" bukan tak boleh sayang , apa kamu mau menghisap asi nya?" tanya Fira lagi
" sangat mau sayang , biar aku tambah kuat ", jawab Fian sambil terkekeh dan membalikan tubuh Fira , Fian menciumi leher Fira bagian belakang turun ke pinggang dan ke bokong semok milik Fira , ini lah sasaran Fian dari tadi Fian menghisapi dan mengigit kecil bagian itu banyak tanda merah yang Fian tinggalkan di bagian itu , Fira hanya mampu mendesah untuk itu
" apa sangat nikmat sayang?" tanya Fian membalikkan lagi tubuh Fira dan menghisap gunung kembar nya lagi karena Fian selalu saja ingin menghisap benda itu ketika melihat nya apa lagi tanpa di tutupi sehelai benang pun
" sangat sayang , terima kasih kamu selalu mengutamakan kenikmatan untuk ku", ucap Fira membelai puncak kepala Fian yang berada di bawah dagunya
" kayak nya yang ini akan membuat mu semakin nikmat sayang", ucap Fian menyentuh inti tubuh Fira yang masih tertutup
__ADS_1
" bisa saja sayang", jawab Fira yang sudah pasrah karena memang ia menginginkan ini , Fian menurun kan tubuh nya memposisikan kepala nya dan mulai menjilati inti tubuh Fira dari luar Fira sudah menggeliat seperti cacing kepanasan hanya dengan jilatan ringan yang Fian lakukan .
Fian membuka penutup itu dan menghisap nya dengan rakus satu tangan Fian meremas gunung kembar Fira dan yang satu memegangi benda tumpul miliknya agar bisa keluar bersama walau tak di posisi yang semestinya .
" lebih dalam sayang , ahhh", racau Fira saat Fian memainkan lidah di dalam inti tubuhnya Fian pun semakin gencar melancarkan aksinya sat mendengar racauan Fira hingga mereka mencapai ******* nya , tubuh Fian terbaring lemas di samping tubuh Fira dengan nafas yang memburu dari kedua nya . Fian memiringkan tubuh Fira dan menghisap lagi benda kenyal Fira . memang tak ada bosan - bosan nya Fian dengan benda ini
" aku mencintai mu sayang jangan meragukan aku mesti aku dulu pernah menyakiti mu", ucap Fira sambil memeluk tubuh Fian , Fian tak menjawab itu Fian terus menghisap benda kesukaan nya dan tanpa sadar Fian tertidur dalam dekapan sang kekasih
###
" aku mau mengantar Farid mengambil baju di rumah bapaknya dulu nek , mas Fian tidur nanti kalo dia bangun dan nyariin", pamit Fira karena Farid tak memiliki baju ganti di rumah sang opa
" iya hati - hati ", jawab nenek Fira
" ayo nak", ucap Fira , Fira masuk kedalam mobil Fian di kursi kemudi sedangan Farid duduk di samping nya
" mobil ayah Fian dek", ucap Fira
" emang ayah Fian kapan datang kesini nya ma?" tanya Farid lagi yang tau kalau rumah dia berbeda kota dengan mereka
" tadi pagi nak , enggak tau deh jam berapa karena mama sama nenek di ladang sesampai nya di rumah ayah sudah ada di sana", jelas Fira yang masih fokus dengan kemudinya
" oh gitu , Terus nanti ke rumah om Riyan nya bersama ayah?" tanya Farid lagi
" iya kayak nya nak , karena ayah Fian tak mengizinkan mama untuk menyewa mobil", jelas Fira lagi
" lebih baik gitu sih ma", jawab Farid
sesampai nya di rumah bapak Farid Fira hanya menunggu nya di teras depan rumah itu sambil memainkan ponselnya , tak berselang lama Farid keluar dari rumah itu bersama sang bapak dan menenteng tas ransel milik nya .
__ADS_1
Fira sudah meminta izin kepada Rio dan Rio pun mengizinkan nya , Fira dan Farid berpamitan kepada Rio lalu masuk kembali kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah bapak Farid .
" apa kita akan lama di sana ma?" tanya Farid saat perjalanan dari rumah bapak Farid ke rumah kakek Fira baru setengah jalan
" belum tau juga sayang , emang kenapa?" tanya Fira
" ya nggak apa - apa sih Ma , semakin lama semakin bagus karena aku akan senang pergi bersama om Riyan", jawab Farid
" nanti Mama bicarakan kepada Tante ya , yang bisa membantu opa dan Oma saat Mama tinggal", jelas Fira
" oke Ma", jawab Farid lagi
sesampai nya di rumah kakek Fira , ia langsung masuk kedalam kamar di mana sang pujaan hati masih setia memejamkan mata . Fira membereskan barang Yang akan ia baa dan masuk kedalam kamar mandi di kamar nya untuk membersihkan diri
" udah bangun sayang?" tanya Fira saat melihat kekasihnya ini sudah membuka mata nya dan bersandar di tembok yang menempel dengan ranjang Fira
" kamu mandi nggak ajak - ajak sayang", ucap Fian tanpa menjawab pertanyaan Fira
" kalo kamu ikut nggak jadi mandi sayang", ucap Fira merapatkan handuk yang melilit di tubuh nya karena Fian menatapnya
" kamu kenapa sayang?" ucap Fira lagi yang bingung dengan tatapan sang kekasih
" ini sayang" ucap Fian yang sudah berjongkok di hadapan Fira
" itu apa?" ucap Fira yang Tanpa sadar membuka handuk yang ia pakai
" ini tadi terlewat belum aku hisap sayang", jawab Fian sambil terkekeh kecil karena berhasil mengerjai Fira
" kamu itu sayang aku kira apa", jawab Fira yang hendak merapatkan lagi handuk nya tapi di halangi oleh Fian , Fian menuntun Fira ke arah ranjang sambil menghisap gunung kembar Fira sangat rakus hingga Fira selalu saja tak bisa menahan hasratnya jika Fian sudah menghisap benda itu
__ADS_1