
Pagi menjelang siang pun tiba keluarga Fian ini berkumpul di gazebo untuk makan siang , Fian dan Fira yang sudah puas berkeliling , berfoto , serta bermesraan pun ikut gabung di kumpulan keluarga ini . Mereka makan siang bersama .
" Jadi pulang nanti Fir?" Tanya Kak Fian kepada calon ipar nya itu .
" Ya kalo masih ada urusan besok gak papa sih Kak , tapi jika urusannya udah selesai kalo bisa ya pulang hari ini", jawab Fira sambil mengunyah makan siang nya .
Sang kekasih tetap berada di samping Fira karena nanti Fira sudah pulang jadi Fian ingin menghabiskan waktu bersama terlebih dahulu .
" Udah selesai kok urusan nya nak nanti sore bisa langsung pulang", Oceh Ibu Fian
Fira hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti .
" Tapi sepulangnya dari sini kita jadi mampir ke pasar kan Bu? mau beli oleh - oleh buat mertua", celetuk rivadi sela - sela makan nya .
" Ya ikut sopir", Jawab Kak Faiz sambil sedikit terkekeh .
" Mampir juga nggak papa asal cuma sebentar , karena aku juga pengen beli sesuatu buat calon mertua", Ucap Fian kemudian . Fira mengerutkan keningnya menatap sang kekasih .
" Cuma oleh - oleh kecil sayang", Ucap Fian lagi yang tau akan tatapan bingung dari Fira .
" ohh", jawab Fira beroh ria
keluarga ini pun menyelesaikan makan siang dan merapikan barang bawaan nya kemudian memasukan di bagasi mobil dan melanjutkan perjalanan nya menuju pasar dekat wisata yang telah mereka kunjungi .
###
Dipasar Fian sibuk memilih - milih kain batik .
Fian ingin membuat baju batik couple dengan sang kekasih untuk menghadiri undangan pernikahan anak kakak ipar Kak Faiz .
Anggota keluarga lain pun sibuk memilih - milah barang untuk dijadikan oleh - oleh .
Fira hanya diam mengikuti langkah Fian .
" Kamu nggak pengen apa gitu Yang?" Tanya Fian kepada Fira yang hanya diam saja di belakangnya .
" Enggak", Jawab Fira jujur
" Kamu memang perempuan yang gampang di atur dan pengertian sayang", oceh Fian sambil mencium pipi Fira sekilas . Fira hanya tersenyum menanggapi ocehan sang kekasih .
Tak lama mereka berada di pasar ini , setelah dirasa semua puas berbelanja dan cukup keluarga ini langsung masuk kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah Kak Faiz .
###
" Capek nggak sayang", Ucap Fian saat mereka sudah sampai di rumah Kak Faiz dan masuk kedalam kamar yang mereka tempati . Bukan tanpa sebab Fian menanyakan itu , karena sang kekasih langsung membaringkan tubuh nya di ranjang kamar itu .
" Sedikit Yang", Jawab Fira sambil memejamkan mata nya
__ADS_1
" Kira - kira sanggup tidak menyetir sampai rumah?" Tanya Fian sambil memijat tangan Fira pelan .
" Insyaallah sanggup sayang , nanti kalo capek kan bisa berhenti sambil makan , kan nggak buru - buru juga", oceh Fira yang masih memejamkan mata tapi tak tidur . Dia hanya ingin mengistirahat kan mata nya sejenak karena nanti ia akan mengendarai mobil yang membawa banyak nyawa di dalam nya .
" Iya sayang santai aja bawa nya , terus nanti dari rumah suruh anterin Riva aja yang kerumah ibu", ucap Fian lagi yang berpindah memijat kaki Fira . Riva yang melihat sang kakak begitu perhatian dengan calon istrinya merasa kasihan karena dia berfikir sang kakak hanya dibodohi oleh sang kekasih .
" Gampang nanti sayang , Riyan juga bisa kan dia ada dirumah kalo Riva capek", jawab Fira , dia hanya tak mau Riva terpaksa mengantarkan nya , mending menyuruh sang adik pikir Fira .
" Gitu juga nggak papa sayang yang penting kalian selamat sampai tujuan", Oceh Fian panjang lebar .
Fira hanya menganggukkan kepalanya karena masih setia memejamkan mata . Setelah tangan kanan kiri , kaki kanan kiri Fira sudah Fian pijit Fian membereskan pakaian dan barang bawaan yang Fira bawa , ia masukan kedalam ransel Fira . Dia tak ingi menggangu sang kekasih saat istirahat .
Fian memang berusaha membuat sang kekasih nyaman dan mendapatkan perhatian , walau orang yang memandangnya seakan Fian jadi budak cinta , tapi tak ada masalah bagi Fian karena ia melakukan nya dengan ikhlas dan senang hati.
###
" Makasih sayang kenapa tak membangunkan aku ? malah kamu yang repot - repot beresin", ucap Fira tak enak hati ketika ia bangkit dari rebahan nya melihat barang bawaan nya yang sudah terkemas rapi .
" Iya sayang sama - sama , nggak papa kok kan kamu juga mau perjalanan jauh aku takut kamu sakit", oceh Fian sambil mencium kening Fira .
" Ya udah aku mandi dulu Yang gerah", ucap Fira sambil beranjak dari ranjang tempat nya berbaring .
" Ikut", rengek Fian
" Sayang", ucap Fira sambil melotot kan mata nya kepada sang kekasih .
" Kalo udah gini pasti ada mau nya", oceh Fira sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut. Fian hanya menatap kepergian sang kekasih tanpa berniat mengganggu atau menggodanya lagi.
Tak butuh waktu lama Fira pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar dan wangi .
" Sayang ", ucap Fian mendekat sang kekasih yang sudah duduk di meja belajar Reno sambil memoles wajah nya dengan bedak yang tidak terlalu tebal
" Kenapa sayang?" tanya Fira menyentuh pipi Fian lembut karena Fian menempelkan dagunya di pundak.
" Hati - hati ya , jaga hati mu buat aku", oceh Fian yang seakan takut kehilangan sang kekasih .
" Iya sayang pasti", ucap Fira yang langsung bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh sang kekasih sangat erat sebagai bentuk rasa sayang .
Fian mencium puncak kepala Fira dan meraba payudara Fira , Dira hanya membiarkan nya karena memang mereka akan berpisah tuk beberapa hari ataupun Minggu kedepan .
ketukan pintu membuat Fian melepaskan pelukan nya .
Fian berjalan pelan serta membawa ransel Fira dengan satu tangan menggandeng tangan Fira . Fian tau pasti sang pengetuk pintu adalah salah satu anggota keluarganya yang sudah bersiap akan pulang .
Mereka menaruh barang bawaan masing - masing kedalam bagasi mobil .
Fira melangkah mendekati Kak Faiz dan sang istri untuk berpamitan . Reno juga menyalami tangan Fira dan anggota keluarga lainya .
__ADS_1
" Hati - hati , kalo udah sampai jangan lupa kabari", ucap Fian menggosok kepala Fira pelan .
" Iya sayang , baik - baik disini ya jaga diri dan ingat kamu sudah punya aku", iceh Fira dan Anggita keluarga nya hanya tersenyum kecil .
setelah selesai berpamitan mereka naik ke mobil .
mobil pun mulai berjalan pelan meninggalkan pekarangan rumah Kak Faiz . Lambaian tangan Fian pun sudah tak nampak lagi , perjalanan pun di mulai dengan Fira yang mengendarai mobil tersebut .
###
Mereka memulai perjalanan pukul 14:00 siang . Fira menyetir mobil dengan santai dan hati - hati . Tak ada yang menduduki kursi samping pengemudi hingga Fira kesepian tak ada yang bisa dia ajak bicara .
pucuk di cinta , sang kekasih sepertinya mengerti akan kesepian yang melandanya . Fian melakukan panggilan kepada Fira . untung Fira selalu membawa earphone kemana aja dia pergi . Fira menggeser tombol hijau setelah memasang earphone di handphone dan telinga nya .
" Sayang", ucap Fian dari seberang sana
" Iya sayang?" jawab Fira yang masih fokus kepada jalanan di depan nya
" Gimana lancar kan jalannya?" tanya Fian
" Alhamdulilah lancar kok sayang , ini udah hampir setengah perjalanan", terang Fira kepada sang kekasih
" Cepet juga ya Sayang", ucap Fian lagi
" Iya ini sayang karena jalanan nya memang tak terlalu ramai dan tak terkena lampu merah lama" jawab Fira lagi
" Mau minum nak?" tawar ibu Fian dari belakang kursi kemudi
" Boleh Bu , air mineralnya aja Bu", jawab Fira
" Itu Fian nak yang telfon?" tanya ibu Fian lagi sambil menyodorkan air mineral yang Fira minta
" Iya ini Bu", jawab Fira sambil menerima uluran botol mineral dari calon ibu mertuanya .
" Anak itu sepertinya sangat takut kehilanganmu nak", ucap ibu Fian sambil menggelengkan kepalanya yang tak habis pikir dengan kelakuan anak lelakinya .
" Iya mungkin Bu", jawab Fira yang malu akan perkataan Ibu Fian
" Masih disana sayang?" tanya Fira kepada Fian kemudian namun tak ada jawaban . Fira malah mendengar dengkuran halus dari seberang telepon nya mungkin sang kekasih kelelahan hingga ketiduran saat panggilan telepon nya masih tersambung dengan Fira .
Fira menggelengkan kepala nya , kelakuan sang kekasih membuatnya tersenyum sendiri.
" Kenapa dengan Fian nak?" tanya ibu Fian yang melihat Fira tersenyum sendiri
" kayaknya mas Fian ketiduran Bu", jawab Fira sambil terkekeh kecil .
perjalanan siang menjelang sore ini pun berlangsung dengan lancar dan tak ada hambatan . Karena Riva sendiri tak banyak bicara seperti biasanya . hingga mereka tiba dirumah orang tua Fian dengan satu kali berhenti di pengisian BBM untuk mengisi bensin mobil yang mereka naiki . Mereka sampai sekitar pukul 18:50 dengan selamat .
__ADS_1