
setelah selesai makan siang . keluarga besar ini berkumpul di teras depan rumah kakak Fian . Mereka berbincang - bincang . Fian yang tak mau jauh dari sang kekasih duduk dengan gerombolan wanita yang ada kakak ipar nya yaitu istri kak Faiz , ibunya , Riva dan Fira sendiri .
" Fira juga nggak akan pergi kali dek , coba gabung sini ". sindir kak Faiz yang melihat adiknya menempel kekasihnya melulu .
" Tau tuh namanya juga bucin kak ". celetuk Riva yang mendapatkan pelototan tajam dari sang suami . Riva memang ceplas ceplos kepada orang yang tidak disukai . dia tak memikirkan perasaan orang yang dia ceplosi . Untung sang suami orang yang sabar tapi sedikit mata keranjang . mungkin karena sifat Riva sendiri penyebab suami nya begitu . Tapi pada dasar nya mereka berhati baik .
" Kamu jadi menjalankan proyek itu kan fi?" tanya kak Faiz kepada Fian .
" Jadi kok kak . itu aku udah bawa semua keperluan ku ". jawab Fian sambil menyesap minuman yang telah Kaka ipar nya buat kan dan masih terus menempel sang kekasih .
" Terus mereka pulang nya gimana ? apa nunggu kamu selesai kan proyeknya ?" tanya kak Faiz lagi karena bingung diantara mereka hanya Fian yang bisa mengendarai mobil menurut kak Faiz . dia tidak tau kalau Fira juga bisa bahkan Fira juga punya SIM untuk mengendarai kendaraan beroda empat dengan aman .
" Tenang aja kak calon istriku yang cantik ini apa aja bisa kok , dia nanti yang akan menyetir pulang dari sini ." ucap Fian sambil tersenyum menatap Fira yang sedang berselancar di media sosialnya .
" Benarkah ? wah , multitalent juga calon istrimu itu". jawab kak Faiz sambil terkekeh dan yang lain juga .
" Multi fungsi kali kak, nyakitin juga pinter dia ". celetuk Riva dengan nada sedikit ketus . Namun Fira hanya menanggapi nya dengan senyum .
" Itu dulu Va , udah jangan di bahas ". ucap Fian sambil melototkan matanya pada Riva .
__ADS_1
" Tapi bulan depan kalian kesini lagi kan ?" tanya kak Faiz mencairkan suasana yang mengerti suasana nya mulai menegang .
" emang ada apa kak ?" tanya Fira polos .
" Saudara kakak ada yang mau nikah Fir , mereka mengundang kalian ". jawab kak Faiz .
" Ibu hampir aja lupa kalo kamu nggak ingetin nak ". ucap ibu Fian .
semua anggota keluarga ini nampak akrab dan hangat hanya saja Riva yang agak tidak suka kepada calon Kakak iparnya ini .
Fira begitu bersyukur kepada sang kuasa karena di pernikahan pertama nya dia tidak merasakan hangat nya keluarga . bahkan suami nya memperlakukannya dengan kasar . tapi saudara - saudaranya malah membela perlakuan kasar itu dan malah menghakimi Fira .
" Jadi lah mumpung disini , lusa baru pulang ". jawab kak Faiz .
" Kalo besok sore pulang nya bisa nggak bu ?" tanya Fira pada calon ibu mertuanya . hingga semua mata tertuju padanya .
" Emang kenapa Fir ? apa kamu tak nyaman berada disini ?" tanya balik ibu Fian kepada Fira sang calon menantu .
" Bukan tak nyaman Bu , tapi lusa aku harus pulang kerumah nenek ku , kasihan mereka aku tinggal lama - lama ". terang Fira lagi .
__ADS_1
" Oh begitu , bisa aja besuk jalan - jalan nya pagi aja ". ucap kak Faiz .
" Baiklah ". jawab Fira .
" Bukan nya rumah mu hanya berbeda desa Fir dengan rumah ibuku ?". tanya kak Faiz .
" Itu rumah ayah tiri ku kak , dulu aku tinggal disana saat masih sekolah , hingga aku menikah dan mendapatkan suami jauh. tp rumah suami ku dekat dengan rumah nenek ku tempat ibuku berasal . hingga setelah bercerai kakek ku tak memperbolehkan ku kembali ke rumah ayah tiri ku karena beliau menyuruhku merawat mereka hingga tutup usia . Karena mereka memang sudah tua ." terang Fira dan semua yang mendengarkan hanya mangut - mangut saja tanda mengerti .
Tempat tinggal nenek Fira hanya berbeda kota saja dengan rumah yang di tinggali Fian dan tak memakan waktu lama untuk sampai kesana hanya 2 setengah sampai 3 jam saja .
" Oh jadi begitu , terus kalian kapan meresmikan hubungan kalian ini ?" tanya kak Faiz lagi .
" Kami masih nyaman begini kak belum memikirkan ke arah sana ". jawab Fian .
" Tapi usiamu udah tak muda lagi dek ." jelas kak Faiz .
" Iya tau kak kami juga sudah memikirkan itu , seiring berjalannya waktu saja yang menjawabnya ". terang Fian yang tau kalau sang kekasih belum siap untuk menjalin komitmen lagi . dia sedikit trauma akan pernikahan , dia perlu meyakinkan hati dan dirinya terlebih dahulu .
cukup lama mereka berbincang - bincang di teras rumah itu . hingga sore menjelang malam pun tiba mereka masuk rumah dan menonton televisi bersama .
__ADS_1