
pulang dari tempat kerja Fian langsung pulang ke rumah orang tua nya dan bersiap untuk ke rumah sang kekasih. Fian berniat untuk mengajak orang tuanya bertemu orang tua Fira di restaurant cepat saji yang telat Fian pesan untuk acaranya malam ini
" ibu sama ayah nanti pergi sama Erick duluan kesana ya pakai mobil itu , aku mau ke rumah Fira menjemput mereka nanti aku susul kesana pakai mobil yang di pakai Fira", jelas Fian kepada sang ibu
" iyha nak ", jawab ibu Fian mengerti
Fian pun berlalu meninggalkan ibu nya di ruang tamu yang juga sudah siap ke tempat yang Fian tentukan bersama sang asisten dengan mengendarai motor Fian langsung menuju rumah ayah tiri Fira
" assalamu'alaikum", ucap Fian saat di ambang pintu rumah ayah tiri Fira
" waalaikumsalam", jawab ibu Fira membukakan pintu dari dalam
" Fira mana Bu?" tanya Fian yang tak melihat kekasihnya
" tadi pamit sama ibu mau keluar katanya mau beli keperluannya gitu", jelas ibu Fira
" sama siapa Bu ?" tanya Fian lagi penasaran
" sama Farid , udah dari tadi kok paling sebentar lagi juga pulang", ucap ibu Fira lagi
" oh ya Bu , maksud ku datang kesini mau ajak ibu sekeluarga untuk makan makan malam diluar ", ucap Fian mengutarakan maksud kedatangannya
" sekarang ?" tanya ibu Fira bingung kenapa Fian mengajak mereka mendadak
" iya Bu , apa ibu ada acara?" tanya balik Fian
__ADS_1
" oh , tidak kok , kamu tunggu di sini sebentar ibu bilang ke ayah dan Riyan biar siap - siap", pamit ibu Fira dan berlalu masuk ke dalam rumah untuk bilang ke suami dan anak nya
" baik Bu", jawab Fian patuh
tak berselang lama suara motor terdengar dari luar rumah ayah tiri Fira , ternyata Farid dan Fira yang sudah datang
" udah dari tadi sayang?" tanya Fira saat melihat sang kekasih sudah duduk di sofa ruang tamu rumah itu
" belum kok sayang , kamu dari mana ?" tanya Fian menyelidiki
" dari warung sayang beli kebutuhan wanita , aku datang bukan", jelas Fira agar Fian tak berfikir macam - macam tentang nya karena memang Fira tak berbuat apa - apa
" oh gitu , Farid mana?" tanya Fian yang tak melihat Farid di belakang Fira
" ya udah sana siap - siap kita akan keluar untuk makan malam", ajak Fian
" kita?" tanya Fira memastikan
" enggak kok sama semuanya ", jawab Fian
" ya udah aku siap - siap dulu , itu Farid bilang in di luar", ucap Fira dan di angguki Fian
setelah semua anggota keluarga ini sudah siap mereka naik ke dalam mobil dan Fian menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang.
###
__ADS_1
sesampainya di tempat yang Fian tuju , Fira terkejut karena di sana sudah ada anggota keluarga Fian .
" sini sayang", ucap ibu Fian mempersilahkan ketika melihat Fira datang
" iya Bu , ibu sudah dari tadi?" tanya Fira sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri ibu Fian
" belum lama kok sayang", ucap ibu Fian
" kenalkan Bu , ini. ibu Fira dan ini ayah tiri Fira ", ucap Fian mengenalkan calon mertuanya kepada sang orang tua
" oh ya , saya ibu Fian dan ini ayah nya , adik Fian belum bisa ikut mungkin lain waktu ", jawab ibu Fian sambil mengulurkan tangan nya ibu Fira menerima uluran tangan calon besan nya ini dengan senang hati
" mari duduk dan silahkan dimakan , kami harap kalian semua suka", ucap ayah Fian mempersilahkan
" iya pak , terima kasih kami pasti suka ", jawab ibu Fira sedangkan ayah Fira hanya tersenyum
makan malam kedua keluarga ini pun terasa sangat hangat dan penuh kenyamanan , tak ada hal yang membuat acara ini jadi kacau karena kedua keluarga ini sama - sama bahagia melihat hubungan anak mereka .
Erick mengulas senyum akhirnya sang bos menemukan cinta sejati yang selama ini ia nanti.
" di makan jangan mandangin calon bini gue sambil senyum - senyum gitu gue tonjok baru tau rasa loe", ketus Fian yang tak suka akan tatapan Erick kepada Fira padahal Erick tak berfikir macam - macam
" galak bener bos", goda Erick dengan nada takut yang di buat - buat membuat semua orang yang ada di sana tertawa melihat tingkah bos dan asisten nya ini
hingga karut malam kedua keluarga ini bercengkerama Fian pun juga sudah berbicara maksud dari pertemuan kedua keluarga ini selain silaturahmi , agar kedua keluarga ini saling kenal dan lebih dekat , Fian ingin antar orang tua bukan sekedar ikatan besan tapi sebagai ikatan keluarga membuat para orang tua senang dengan pemikiran Fian , Fira dari tadi hanya bisa tersenyum karena bahagia yang ia rasa saat ini tak pernah ada di benak nya , dulu Fira selalu menggerutu tentang jalan hidup yang ia jalani karena terus di uji juga tak pernah merasakan kebahagiaan yang seutuh nya , hidup Fira dulu tiada hari tanpa Air mata tapi sekarang dunia Fira seakan hidup kembali karena semua sakit hati yang ia terima dulu sudah musnah di ganti dengan kebahagiaan yang Fian berikan , tak ada alasan bagi Fira untuk tidak bersyukur saat ini
__ADS_1