DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
41 . Di jalan yang saling diam


__ADS_3

saat matahari masih bersembunyi , kabul tebal masih Setia meliputi , suara jangkrik sahut - sahutan masih berbunyi .


saat itu pula Fira , Farid serta Riyan sudah berada di perjalanan menuju ruma Fian . dingin memang sangat dingin tapi tak di rasa bagi ketiga nya , karena mereka sama - sama merasa bahagia .


saat sampai di rumah Fian , Fira memarkiran mobil Fian di depan rumah nya jam masih menunjukan pukul 05:45 , jadi lingkungan sekitar juga jalanan yang mereka lewati tadi masih begitu sepi sunyi hanya ada beberapa orang yang melintas saja .


Fira turu dari mobil dan di ikuti adik serta anak lelaki nya .


" tok .. tok .. tok ..", Fira mengetuk pintu utama rumah itu walau Fira sendiri tau jika calon ibu mertua nya pasti sudah bangun dan tak jadi masalah jika Fira langsung masuk ke dalam . namun saat ini Fira sedang bersama anak dan adiknya ia tak ingin mengajarkan hal yang kurang sopan kepada dua jagoan nya . maka dari itu Fira mengetuk pintu terlebih dahulu dan belum masuk jika pintu belum ada yang membuka .


" iya sebentar", ucap seorang dari dalam langsung membuka pintu "kalian toh rupanya ayo masuk", ucap ibu Fian kemudian membuka pintu lebar - lebar setelah melihat calon menantu dan cucunya yang datang


" iya Bu makasih ", jawab Fira yang langsung masuk dan di ikuti dua orang laki - laki di belakangnya


" duduk nak , ibu baru aja selesai buat sarapan", tawar ibu Fian mempersilahkan


" iya Bu , apa mas Fian belum bangun Bu?" tanya Fira kemudian


" belum tadi malam dia pergi berkumpul dengan teman - teman nya hingga larut malam , mungkin capek atau mengantuk , coba aja kamu bangunin keburu siang nanti kalian pulangnya", jelas ibu Fian membuat Fira mengerutkan keningnya


" aku masuk dulu Bu ", pamit Fira langsung melenggang masuk kedalam kamar Fian sedangkan Farid dan Riyan hanya menjadi penonton setia tanpa banyak bicara


betapa terkejutnya Fira saat melihat ada botol minuman keras di meja kamar Fian yang masih ada isi nya mungkin setengah


Fira berusaha menahan emosi yang hampir saja meledak dengan hati yang bergemuruh ia membangun kan Fian .

__ADS_1


" jam berapa sekarang sayang!" tanya Fian saat matanya hampir terbuka sepenuh nya


" jam 6 , bangun", ucap Fira dengan nada jutek , Fian tak tau apa penyebab Fira begini karena tadi malam masih baik - baik saja


" Farid sama Riyan mana?" tanya Fian lagi


" ya di depan lah masak ikut masuk", kesal Fira yang menganggap pertanyaan Fian sangat tak bermutu


" kamu kenapa sayang lagi dapet?" tanya Fian lagi karena bingung dengan sang kekasih


" iya dapet emosi", ucap Fira lagi sambil melangkah kan kaki nya hendak keluar dari kamar tapi di halangi oleh Fian , Fian tau penyebab Fira begini karena dia melihat botol yang tadi malam ia bawa dari perkumpulan bersama teman nya , Fian lupa tak menyembunyikan nya.


" jadi kamu lebih dengerin omongan temen - temen mu dari pada aku? aku tak masalah untuk itu biarkan aku keluar", ketus Fira ingin memberontak tapi percuma tenaga nya tak sebanding dengan tenaga Fian


" maaf kan aku sayang , baru kali ini aku meminum nya karena teman ku memaksa dan mengejek ku ramai - ramai", jawab Fian di dekat wajah Fira membuat Fira menutup mulut nya karena bau alkohol masih sangat menyengat dari mulut Fian


" tunggu di sini saja sayang aku cuma sebentar", jawab Fian dan di angguki Fira karena tak ingin berdebat


sekitar 20an menit Fira menunggu dengan bosan akhirnya Fian sudah siap dengan penampilan nya mereka keluar dari kamar bersama tanpa berbicara .


" nggak sarapan dulu nak?" tawar ibu Fian saat di pamiti oleh Fira Farid dan Riyan


" kami tadi sudah sarapan Bu, jika mas Fian ingin sarapan dulu nggak masalah kami tunggu", jawab Fira sopan


" enggak kok aku belum laper", ucap Fian mengandeng tangan Fira untuk keluar dari rumah orang tuanya .

__ADS_1


" salam buat ayah Bu , kita pamit pulang dulu sampai jumpa di lain waktu ", ucap Fira sambil melambaikan tangannya kepada calon ibu mertua nya lalu masuk kedalam mobil saat Farid Riyan dan Fian susah berada di dalam


" iya nak hati - hati", jawab ibu Fian yang juga melambaikan tangan nya


" berangkat", ucap Fian dengan senyum dan penuh semangat


" iya yah ayo", jawab Farid karena melihat sang mama hanya diam tak bergeming


setengah perjalanan terlewati Fira sama sekali tak mengucapkan sepatah kata pun , di dalam mobil itu hanya terdengar canda tawa dari Riyan dan Farid hal itu membuat Fian merasa bersalah karena biasanya Fian yang kewalahan mengimbangi ocehan Fira jadi jika Fira hanya diam saja seperti ini kayak ada yang kurang


" maafkan aku sayang", ucap Fian karena melihat Fira mengeluarkan air mata


" tak masalah bagiku", jawab Fira sambil mengusap pelan pipi chuby nya yang sudah basah oleh air mata


" aku janji tak kan mengulanginya", ucap Fian lagi sambil mencium tangan Fira namun tak ada jawaban apapun dari mulut Fira membuat Riyan dan Farid saling tatap pasal nya saat berangkat ke rumah Fian tadi Fira masih baik - baik saja dan bersemangat tapi setelah keluar dari rumah itu kenapa Fira jadi berubah begini sampai menangis lagi , apa yang terjadi ? pikir Farid dan Riyan bertanya - tanya karena keadaan di mobil itu sangat tegang


" jadi belanja kan ma?" tanya Farid mencairkan suasana


" nanti mama kasih uang aja ya nak kamu beli sendiri sama papa kamu", jawab Fira tanpa menoleh ia masih setia menatap jalanan yang sedang mereka lalui


" tapi mama udah janji ", jawab Farid menagih janji sang mama


" kamu itu bawel sekali nak tinggal nurut aja susah", ketus Fira dengan nada sedikit tinggi membuat tiga pria yang ada di sana heran karena baru kali ini Fira berkata kasar .


" iya ma , maaf", ucap Farid melemah

__ADS_1


sedangkan Fian merasa sangat bersalah karena ulah nya jadi semua ikut merasa kan akibat nya


__ADS_2