
sesampainya Fira di rumah, setelah mengembalikan mobil yang ia sewa Fira langsung membersihkan diri , membereskan rumah , menyapu dan melakukan pekerjaan rumah yang lainnya . selesai itu semua dia bersantai sambil duduk di teras depan rumah nya sambil meminum es jeruk kesukaannya
" halo sayang", ucap Fira setelah menjawab telefon dari Fian melalui video call
" capek yang?" tanya Fian
" lumayan yang , pekerjaan rumah menumpuk jadi capek beres - beres", ucap Fira
" ya udah istirahat yang", jawab Fian
" ini juga lagi berduduk santai sambil lihat orang lalu lalang yang", celoteh Fira lagi , waktu memang sudah sore sekitar jam setengah 5 , hembusan angin sepoi - Sepoi membuat tubuh Fira rileks dan sejenak kecapekan nya hilang seiring tenang nya hati
" udah makan yang?" tanya Fian
" ya ampun yang aku lupa , hanya sarapan di tempat mu tadi pagi itu", ucap Fira yang baru ingat kalau ia belum menyuapkan nasi kedalam mulutnya .
" kamu itu sayang kalo lagi melakukan pekerjaan selalu saja lupa makan ", ucap Fian yang tau kebiasaan sang kekasih nya ini , jika banyak pekerjaan Fira akan menyelesaikan dulu pekerjaan itu hingga selesai baru lah Fira makan atau yang lain nya .
" nama nya juga lupa sayang", jawab Fira sambil terkekeh kecil
" terus kamu udah minum es jeruk?" tanya Fian lagi yang tau minuman favorit Fira
" hehe udah nih yang ", jawab Fira sambil mengangkat gelas es jeruk yang sudah ia sesap sampai setengah
" awas aja kalo nanti malem ngeluh sakit perut", cebok Fian karena Fira sering begitu ketika telat makan dan minum es jeruk Fira akan merasakan sakit di perut , mungkin karena dia punya riwayat asam lambung
" sayang doanya kok buruk gitu", kesal Fira
" bukan doain sayang tapi itu sering terjadi pada mu", jawab Fian
" hehehe , iya nanti aku makan yang" ucap Fira lagi
" aku kangen yang ", celoteh Fian dengan nada manja sambil tersenyum menampilkan senyum terbaiknya
" baru juga di tinggal belum ada sehari udah kangen aja", kesal Fira dengan rengekan manja sang kekasih
" pengen itu", ucap Fian menunjuk gunung kembar Fira yang terlihat secara jelas karena Fira hanya menggunakan tank top
" nih yang kalo mau", jawab Fira menggoda sambil mendekatkan gunung kembar nya ke arah kamera
" kalau jauh aja berani goda ya , awas aja besuk kalo malem pertama akan aku kurung kamu di kamar berhari - hari", ucap Fian yang kesal karena sang kekasih malah membuatnya semakin ingin
" biar apa coba di kurung sampai berhari - hari?" tanya Fira polos
__ADS_1
" biar muasin aku lah", jawab Fian santai
" aku ikut aja yang , paling cuma pingsan", ucap Fira sambil terkekeh
" kok bisa pingsan yang?" tanya Fian yang bingung dan mengerutkan keningnya
" ya iya lah yang kalo nggak keluar kamar nggak makan kamu hajar terus kan ya bisa pingsan karena kelelahan juga kelaparan", oceh Fira menjelaskan
" nggak gitu juga sayang , makan kita pesan online kan banyak keluar cukup saat makanan datang terus kembali lagi ke kamar", jawab Fian sambil membayangkan melewati malam panjang bersama Fira
" terserah kamu yang", ucap Fira pasrah
cukup lama sepasang kekasih ini bercakap - cakap melalui video call itu hingga malam tiba setelah mendengar adzan magrib Fian mematikan sambungan telfon nya
###
" calon bini lho boleh juga bro", ucap teman Fian yang tadi menolong Fira menggantikan ban
" boleh gimana?" tanya Fian sambil mendudukkan bokongnya di sofa ruang tamu rumah nya
" boleh dicoba", goda teman Fian sambil menaikkan alis nya keatas
" mau gue tonjok loe?" tanya Fian yang kesal akan perkataan teman nya
" canda bro , tapi ngomong - ngomong aku kayak pernah lihat dia tapi dimana ya?" ucap teman Fian santai
" dia mantan gue waktu dia masih SMA , saat gue masih kerja di tempat yang lama", ucap Fian mengingatkan
" oh iya itu , pantes aja kayak nggak asing , tapi kok beda jauh dia dulu badannya kurus dan tubuh nya tak terawat sekarang kok bisa bening gitu ", cerocos teman Fian yang mengingat Fira yang dulu sangat berbeda dengan Fira yang sekarang
" nama nya juga janda", jawab Fian tanpa malu mengatakan status calon istrinya , karena memang Fian tak mempermasalahkan nya
" janda?" tanya teman Fian kaget
" iya anak satu , tapi anak nya ikut bapaknya", jelas Fian lagi
" pantes aja bodi nya wow , mungkin kayak gitu yang orang katakan kalo janda lebih menggoda", oceh teman Fian sambil terkekeh kecil
" udah jangan mikirin dia Mulu , dia calon bini gue", ucap Fian menyudahi pembicaraan nya yang menjadikan Fira sebagai tema nya
" gue tau bro sante aja", jawab teman Fian
setelah sampai di rumah orang tua nya teman Fian ini hanya istirahat sejenak , ngobrol dengan orang tua nya dan berlalu pergi ke rumah Fian hingga saat ini dia masih di sana meminum kopi bersama Fian dan membicarakan tentang Fira yang ia tolong tadi
__ADS_1
" jadi apa upah buat gue bro?" tanya teman Fian sambil meminum kopi yang Fian buat kan , karena sang ibu dan ayah sedang menjenguk besan nya yaitu mertua Riva
" lho mau nya apa?" tanya Fian balik karena tadi saat Fian memintai nya tolong Fian berpesan untuk tidak menerima uang dari Fira karena Fian yang akan memberikan nya
" kalo bini lho gimana?" tanya teman Fian menggoda
" nyawa lho gantinya", kesal Fian yang tak habis pikir sama teman nya yang tertarik sama Fira calon istrinya
" hehehe becanda bro nggak usah marah gitu", ucap teman Fian sambil terkekeh karena Fian marah karena godaan nya
" awas aja lho berani deketin dia gue sikat loe", ancam Fian
" enggak lah bro gue bukan tipe orang yang suka nikung" jawab teman Fian santai
" syukurlah", ucap Fian yang tiba - tiba nggak mood
" gue pulang dulu bro masih ada urusan besok gue udah harus kerja karena libur gue cuma seharian tadi", pamit teman Fian berdiri dari duduknya dan melangkah pelan meninggalkan ruang tamu rumah orang tua Fian
" iya bro , makasih ya", jawab Fian menepuk pelan pundak sang kawan
###
" kamu kenapa yang ? kok muka nya di tekuk gitu ?" tanya fira yang bingung dengan raut wajah sang kekasih tadi siang mereka video call sang kekasih masih baik - baik sja kok sekarang dia seperti sedang marah
setelah kepergian teman Fian tadi Fian makan malam bersih - bersih dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang sambil melakukan sambungan video kepada sang kekasih
" temen ku yang tadi nolongin kamu , masak suka sama kamu yang", ucap Fian menjawab dengan jujur
" terus ?" tanya Fira yang bingung kenapa Fian bilang gitu padanya
" aku takut sayang", ucap Fian lagi
" takut sama siapa sayang?" tanya Fira yang semakin bingung dengan tingkah Fian
" aku takut kalo kamu berpaling yang", ucap Fian mengungkapan apa yang ia rasa
" jangan cuma karena teman mu itu kamu meragukan kesetiaan ku sayang , apa artinya semua ini ? aku memang bersalah kepada mu di masa lalu tapi tak sepantasnya kau meragukan kesetiaan ku saat ini", ketus Fira yang malah terpancing emosi akan perkataan Fian
" bukan begitu maksud ku sayang", ucap Fian lembut karena dia tau kalau Fira marah dengan apa yang ia katakan
" terserah kamu sayang , kalau kamu tak percaya pada ku atau pun ragu dengan diriku aku juga nggak masalah jika kita tak jadi menikah ", ucap Fira yang langsung mematikan sambungan video itu , Fira terlalu kesal karena sang kekasih meragukan kesetiaan nya , memang Fira akui Fira pernah bersalah di masa lalu tapi Fira tak berniat mengulangi nya kini malah Fian yang meragukan cinta Fira . Fian beberapa kali mencoba menelfon Fira lagi tapi tak di jawab nya karena Fira ingin menenangkan diri nya , apa ini karma karena dia telah meninggalkan Fian yang dulu sangat mencintai nya ? pikir Fira .
perasaan Fira mulai kacau dan tak tenang hingga Fira memilih memejamkan matanya untuk menenangkan diri , ia tak menghiraukan panggilan dari Fian . Fian yang merasa salah ucap dan frustasi panggilan nya tak di jawab oleh Fira pun memilih keluar rumah bertemu dengan teman - teman nya
__ADS_1