DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
40 . Menghubungi


__ADS_3

sebelum pulang dari warung seblak tempat Farid , Fira dan Riyan juga Soni makan tadi Soni meminta nomor ponsel Fira dengan alasan agar bisa tau letak gedung yang akan menjadi tempat pernikahan Fira dan Fian padahal dalam undangan juga sudah tertera tapi karena cuma alasan Soni saja , Fira pun tak keberatan untuk itu dia berfikir Soni adalah teman lama nya bukan berfikir ke arah yang lain hingga petang menjelang malam pun tiba jadi mau tak mau mereka menyudahi obrolan nya dan pulang ke rumah masing - masing dengan Soni yang membayar semua makanan yang mereka makan di sana , Fira sudah menolak untuk itu tapi Soni sudah lebih dahulu membayar dan pergi dari sana jadi mau tak mau Fira mengalah.


" apa kalian belum pulang?" tanya Fian di balik sambungan video nya dengan Riyan tanpa Riyan jawab , ponselnya Riyan berikan kepada sang kakak , lalu Fira terima dan menaruh nya di belakang kemudi mobil agar Fian bisa melihat wajah Fira dari sana


" ini udah on the way pulang sayang , kenapa khawatir banget gitu", tanya Fira yang tau kalau sang kekasih sangat posesif


" enggak sayang bukan nya gitu tapi aku takut aja kalo kalian pulang nya kemalaman", jelas Fian merasa lega karena calon istri dan anak nya sudah perjalanan pulang


" iya sayang , tadi ngobrol dulu sama Soni sampe nggak inget waktu deh , kamu ingat kan sayang kepada Soni ? itu temen ku waktu SMA", ucap Fira panjang lebar mengingatkan sang kekasih dan Fian nampak berfikir


" lupa sayang", jawab Fian kemudian , Fira hanya menepuk jidat nya pelan Fira pikir Fian ingat


" hmm , ya udah nggak usah maksa untuk inget - inget , besok kalo Dateng ke pernikahan kita aku kasih tau yang mana orang nya", ucap Fira kemudian


" iya sayang , kalian nanti sampai rumah jangan lupa langsung istirahat ingat besok kita mau perjalanan jauh", ingat Fian


" ma , kalo om Riyan besok ikut nganterin kita boleh nggak?", tanya Farid tiba - tiba


" yang punya mobil ayah mu , yang mau nganterin kita juga ayah Fian sayang ya jangan tanya sama mama", jawab Fira sambil menoleh ke belakang sekilas


" kenapa sayang?" tanya Fian yang mendengar namanya baru saja di sebut


" itu Farid mau minta izin kalo Riyan ikut nganterin kita boleh apa nggak?" tanya Fira menyampaikan apa yang di katakan anak nya

__ADS_1


" oh gitu boleh aja , besok kan kalian yang ke rumah ayah dulu jadi om Riyan ikut juga nggak papa kan kursi nya juga masih sisa satu", terang Fian dengan senyum nya


" oke ayah terima kasih", ucap Farid yang sudah berdiri di belakang kursi yang Fira duduki dan mencium pipi Fira


" ayah yang ngizinin kenapa mama yang di cium", kesal Fian beralasan padahal dalam hati nya cemburu walau yang mencium anak Fira sendiri sedangkan Riyan yang melihat nya hanya bisa terkekeh kecil


" kamu itu sayang masak iya cemburu sama anak kandung ku ", cebik Fira yang melihat perubahan raut wajah Fian


" enggak cemburu sayang", jawab Fian setenang mungkin


" ya udah sayang aku matiin dulu ya telfon nya , ini sudah mau sampai rumah kom , nanti aku hubungi lagi , byee", pamit Fira lalu langsung mematikan sambungan video nya tanpa menunggu jawaban dari Fian .


setelah memarkirkan mobil , Fira Farid dan Riyan turun lalu masuk kedalam rumah . istirahat sejenak di sofa yang ada di ruang tamu rumah itu


" emang kita mau berangkat jam berapa mbak?" tanya Riyan


" mau pada berangkat kemana?" tanya ibu Fira dari dalam kamar dan berjalan kearah mereka duduk


" besok aku udah mau pulang Bu , lusa Farid sudah masuk ke pondok pesantren terus Riyan kan masih libur jadi Farid minta Riyan untuk ikut nganterin", jelas Fira


" apa nggak sebaiknya naik bus saja nak , tak enak jika terus merepotkan calon suami mu itu", nasihat ibu Fira yang khawatir jika Fian terpaksa karena tak enak hati dengan Fira


" ibu kayak nggak tau mas Fian aja, udah sana dek beresin barang - barang kamu kita besok berangkat pagi , katanya kau masih banyak barang yang belum kebeli buat di bawa ke pondok pesantren", oceh Fira santai

__ADS_1


" iya sih ma", jawab Farid kemudian berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah kamar Riyan


" baju - baju ku tadi udah kering Bu?" tanya Fira yang baru inget jika sebelum mereka pergi ke pasar tadi dia menyuruh Farid untuk mencuci baju di mesin cuci


" udah ibu setrika di meja kamar mu", ucap ibu Fira


" ayah kemana bu?" tanya Fira lagi


" tadi pergi katanya mau ke rumah kakak nya , waktu kalian pergi tadi mereka ke sini pengen ketemu kalian malah kalian nya lama banget pergi nya ", jelas ibu Fira lagi


" hehe. tadi Riyan tu minta beli seblak terus di warung seblak itu nggak nyangka ketemu Soni Bu , temen SMA ku dulu , ibu inget nggak?" tanya Fira sambil menjelaskan


" Soni ?" tanya ibu Fira yang nampak berfikir mungkin mengingat - ingat


" iya Bu , Soni dulu ia sering mengantarkan ku pulang", ingat Fira lagi


" oh Soni itu , iya iya ibu ingat sekarang", jawab ibu Fira


" iya tadi ngobrol - ngobrol dulu sama ngasih undangan pernikahan ku", jelas Fira lagi membuat ibu Fira merasa lega


" ya sudah Bu aku masuk dulu mau nata baju", pamit Fira yang langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah kamar nya sedang kan Riyan masih betah duduk di sana sambil memainkan ponsel nya , Farid sendiri juga tengah sibuk membereskan semua barang yang ia bawa kemarin ia tata rapi kedalam ransel besar nya , setelah rapi Farid kembali ke arah sofa ruang tamu itu dan duduk di sebelah Riyan untuk main game bersama


" nenek masuk kamar dulu nak, jangan terlalu malam main game nya nanti di marah in mama kamu", ingat ibu Fira kepada cucu laki - laki nya ini farid hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti , sedangkan Fira di dalam kamar langsung tertidur pulas setelah semua barang yang ia bawa masuk ke dalam ransel .

__ADS_1


__ADS_2