
Fira berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit tempat fian dirawat , Fira menuju kamar di mana sang kekasih berada . setelah Fian sadar kemarin ia segera menghubungi Fira , karena dia tau kalau Fira pasti saat ini mengkhawatirkan dirinya yang tak kunjung memberinya kamar . awalnya Fian hanya melakukan sambungan melalui panggilan suara namun Fira merasa rindu dengan sang kekasih memutuskan mengganti sambungan nya dengan panggilan video . betapa terkejut nya Fira saat melihat sang kekasih terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan alat pernafasan juga infus yang terpasang pada badan Fian . setelah menceritakan apa yang Fian alami , Fira tak berfikir lama lagi langsung melakukan perjalanan ke kota di mana sang kekasih berada , tapi kali ini fira tak menaiki kendaraan umum , ia menyewa mobil agar bisa cepat sampai di sana .
" sayang", ucap Fira sambil berjalan tergesa menghampiri kekasih yang masih terbujur lemas di sana , dengan deraian air mata Fira memeluk tubuh Fian .
" kamu kenapa sayang", Isak Fira yang masih memeluk Fian menyalurkan rasa rindu yang sudah menderanya
" aku nggak papa kok sayang ", jawab Fian masih dengan keadaan lemas
" udah nggak usah nangis", ucap Fian lagi
Fira malah semakin mengisak ia mendudukkan bokong nya di kursi sebelah tempat yang Fian tiduri .
" sudah nak , kamu harus kuat agar Fian juga semangat , tak perlu ada yang di khawatirkan hanya untuk saat ini kondisi nya sangat lemah karena kekurangan cairan , anak bandel ibu ini dua hari tidak memakan ataupun meminum apapun jadi ini akibat nya", jelas ibu Fian panjang lebar menenangkan calon menantunya yang sangat terpukul melihat Fian bergulai lemah , saking khawatir nya Fira tak memperhatikan orang di sekeliling Fian dan tak menyapa mereka karena yang ia pikirkan hanya Fian saja .
" apa masih ada yang sakit sayang?" ucap Fira setelah sedikit lebih tenang
" nggak kok sayang , hanya tubuh ku terasa sangat lemah tak berdaya ", jawab Fian berusaha tersenyum di hadapan sang pujaan hati yang mengkhawatirkan keadaan nya .
" kenapa kamu ini sayang ? kok sampai nggak makan ? apa ada masalah?" cecar Fira kepada Fian karena tempo hari Fira yang mengatakan jika ia tak nafsu makan tapi kenapa sekarang Fian yang sakit karena tak makan .
" nggak papa kok sayang nggak ada apa - apa", jawab Fian lagi karena ia tak mau membuat hati Fira sakit karena keraguan hidup bersama nya lah yang menyebabkan Fian seperti ini
" kita ini akan segera menikah sayang jangan ada rahasia diantara kita", ucap Fira yang tau kalau Fian sedang menyembunyikan sesuatu
" orang lagi sakit gitu kenapa kamu interogasi , kedatangan mu bukan nya membuat Kak Fian membaik justru membuat nya semakin tak berdaya", celetuk Riva yang ternyata juga ada di ruangan itu tanpa Fira sadari karena memang ia dari tadi hanya fokus pada Fian
" iya maaf", jawab Fira lemah , ia menitikkan airmata nya kenapa di sini seakan ia yang paling bersalah ? padahal Fira merasa tak berbuat apa - apa sebelum nya .
" Riva jika kamu tak menyukai Fira lebih baik kamu pulang. Karena aku lebih membutuhkan Fira daripada kamu disini", ketus Fian yang kesal karena Fira yang baru datang dari jauh malah di pojok kan oleh sang adik
"terserah", ucap Riva sambil berjalan keluar dari ruangan Fian
" sepertinya kamu kelewatan dengan nya sayang", ucap Fira yang masih sambil menangis
" udah sayang jangan nangis terus , aku tu butuh kamu buat nguatin aku dengan keceriaan mu", ucap Fian mengusap lembut pipi Fira . Ibu Fian yang masih di sana pun melihat sendiri betapa terpukul nya Fira saat melihat Fian sakit begitu juga sebaliknya begitu sakit nya Fian saat melihat Fira bersedih terlihat jela begitu besar kekuatan cinta mereka berdua . ibu Fian menitikkan air mata bahagia akhirnya sang anak menemukan cinta sejatinya .
" aku mau makan sayang bisa kamu bantu suapi aku?" tanya Fian kemudian
" biar ibu saja ya nak , kekasih mu ini kan habis perjalan jauh pasti dia capek biarkan dia istirahat sejenak ", ucap ibu Fian sambil berjalan mengambil kan makanan untuk Fian
" nggak papa Bu biar aku aja siapa tau setelah aku suapi besoknya langsung sembuh ", goda Fira sambil tersenyum manis dengan mata yang sembab karena habis nangis
" nah gitu yang , itu yang membuat ku selalu sehat", ucap Fian bersemangat . ibu Fian hanya menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah anak lelaki nya .
__ADS_1
ayah Fian memang tak ada di sana saat ini karena ayah Fian datang jika malam saja bergantian menjaga Fian dan ibu Fian pulang bersama Riva .
Riva mengintip di balik jendela kamar yang Fian tempati , Fian terlihat sangat antusias dengan apapun jika itu mengenai Fira membuat Riva berfikir mungkin dia hanya merasa takut saja tentang masa lalu dan dia juga hanya memandang Fira sebelah mata makanya dia selalu saja tak suka dengan apa yang Fira lakukan meski itu benar
" kamu udah makan sayang?" tanya Fian setelah selesai makan dengan Fira yang suapi
" belum sayang nanti aku gampang", jawab Fira
" jangan begitu sayang nanti malah setelah aku sembuh kamu gantian yang sakit", ucap Fian
" iya sayang nanti aku keluar beli makan sekarang aku masih ingin di samping ku dulu", jawab Fira
" kamu itu sayang bandel", ketus Fian
" biarin kamu juga suka", ucap Fira menanggapi , Fian mencubit gemas pipi chubby milik Fira karena dia merasa sangat gemas dengan sang kekasih .
" Aw , sayang sakit", kesal Fira yang langsung memegangi pipi nya
" abis nya aku gemes sama kamu sayang", ucap Fian
" kamu itu nggak sakit nggak sehat selalu aja nakal", cibir Fira memanyunkan bibir nya
" ihh" ucap Fian mengusap pelan bibir Fira . Fian sangat rindu dengan tubuh Fira tapi tidak untuk saat ini karena keadaanya masih sangat lemas
" Dimakan Bu , maaf jika cuma seadanya", tawar ibu Fian kepada ibu Fira yang datang mengunjungi calon menantunya ini . tadi siang saat sudah sampai di rumah sakit Fira menghubungi Riyan memberitahukan bahwa dirinya di rumah sakit mawar menunggu Fian yang sedang si rawat di sana. begitu mendapat kabar dari sang kakak Riyan memberitahu ibunya , dan mereka memutuskan menjenguk Fian di malam harinya .
" iya Bu , terimakasih , bagaimana keadaan Fian saat ini?" tanya ibu Fira sambil mengunyah camilan Yan ibu Fian hidangkan
" sejak kedatangan kekasih nya tadi ya langsung membaik lah Bu", jawab ibu Fian
"alhamdulilah , tau gitu nggak usah ke rumah sakit Fi , cukup kalian bertemu saja", goda ibu Fira sambil terkekeh kecil
" pengen nya juga tiap hari di tunggu in gini Bu nggak hanya ketemu", ucap Fian menanggapi godaan calon mertuanya itu
" kamu itu yang nggak sabaran banget", kesal Fian , sedangkan Riyan sedang keluar untuk membeli makanan yang Fira inginkan , karena memang dari siang Fira belum makan
"assalamu'alaikum" ucap Riyan membuka pintu ruang VIP yang di tempati Fian dengan menenteng beberapa kantong plastik berisi makanan pesanan Fira
" waalaikumsalam, kama banget dek", ucap Fira kesal karena dia sudah sangat lapar
" tadi antri mbak", jawab Riyan sambil menyodorkan kantong plastik kepada Fira
" duduk sini nak", tawar ibu Fian kepada Riyan
__ADS_1
" iya Bu. terimakasih", jawab riyan dengan sopan, Riyan pun duduk di samping sang ibu
cukup lama mereka berbincang , ayah Fian tak datang kesana karena tadi sudah di beritahu jika ibunya Fian yang akan menginap di sana.
" enak yang ?" tanya Fian karena melihat Fira makan dengan lahap .
" bukan karena enak yang tapi laper" ucap Fira jujur membuat orang yang ada di San terkekeh
" salah sendiri di suruh makan dari tadi nggak mau", kesal fia karena tadi Fian sudah menawarkan makanan kepada Fira tapi Fira menolak dan sat ini Fira bilang kalau dirinya kelaparan .
" makanan dari rumah sakit itu nggak ada rasanya sayang makanya aku nolak , terus kalau aku keluar males antri juga jalan nya , karena pasti suda parkir mobil nya", jelas Fira membuat Fian mengerutkan keningnya
" pake mobil siap yang ?" tanya Fian yang tau kalau Fira belum punya mobil pribadi
" aku sewa sayang , karena tadi siang terburu - buru kesini nya . kalo naik angkutan umum pasti lama dan kalo aku pake motor aku takut beresiko karena suasana hati ku sedang kacau tadi", jelas Fira membuat Fian menganggukkan kepala nya tanda mengerti .
" jadi segitu cintanya Yang kamu ke aku", goda Fian
" emang kamu masih ragu dengan cinta ku ini sayang?" tanya Fira balik tanpa rasa malu mereka berdebat kecil di depan ibu masing - masing
" enggak juga sih yang", jawab Fian santai , benar apa yang di katakan ibu Fian kalau setiba nya fira tadi keadaan Fian semakin membaik mungkin ini lah dahsyat nya kekuatan cinta.
malam semakin larut ibu Fira dan Riyan juga sudah pulang . ibu Fian pun sudah memejamkan matanya di sofa , sedangkan fira masih Setia duduk di samping sang kekasih .
" sebenarnya aku udah pengen ini yang", ucap Fian meremas benda kenyal kesukaan nya
" ya besuk kali udah di rumah sayang" jawab Fira , mereka memang belum menutup mata walau tengah malam telah tiba
" pengen nya sekarang", rengek Fian lagi
" ada ibu sayang , malu kalo ibu lihat", ucap Fira lagi
" ibu udah tidur sayang sebentar aja, kamu berdiri disini biar pas ", mohon Fian dengan muka memelas
" sayang ini di rumah sakit", kesal Fira yang nggak habis pikir dengan kelakuan sang kekasih yang nggak tau tempat kalau lagi pengen
" sayang please", mohon Fian yang hendak bangkit tapi di tahan oleh Fira , akhir nya fira mengalah dan berdiri mendekat ranjang tempat Fian berbaring . Fian dengan cekatan menaikan kaos yang Fira pakai dan mengeluarkan dua benda kenyal Fira dan menyesap nya tanpa ampun . Fira berdiri dengan badan yang gemetar menahan mulut nya agar tak mengeluarkan suara keramat itu karena ada ibu Fian yang sedang tidur di sana . hingga hampir setengah jam Fian menyesapi dua benda kenyal nan berisi kesukaan nya , saat Fian sudah puas Fian menghentikan aksi nakal nya .
" terimakasih sayang kamu telah memberikannya untuk ku", ucap Fian yang masih mengusap - usap lembut benda yang baru saja ia nikmati
" sama - sama sayang udah ayo tidur udah malem", ajak Fira sambil menarik selimut Fian Hingga batas dagu .
Fira duduk dan melingkarkan tangan nya ke tubuh Fian yang berbaring di ranjang , Fian memiringkan posisi tidur nya menghadap Fira dan mereka mulai memasuki alam mimpi dengan Fira yang tidur sambil duduk karena tak ingin pisah dari sang kekasih .
__ADS_1