DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
21 . Menjadi Ragu


__ADS_3

Hari ini hari dimana Fian sudah memulai kembali aktivitas nya setelah beberapa pekan ia tinggalkan untuk menyenangkan hati kekasihnya . Fian memulai hari nya dengan kegundahan di hati karena memikirkan perkataan sang adik tempo hari. Bahkan hingga detik ini Fian tak membalas pesan atau pun telefon sang kekasih . Ia ingin merenung dan meyakinkan dirinya kembali untuk melangkah lebih jauh dengan sang kekasih sebelum janur kuning melengkung


" sarapan dulu nak", tawar ibu Fian kepada anak laki - lakinya yang terlihat tak bersemangat


" nggak usah Bu , nanti aja sampai tempat kerja", jawab Fian yang menyalami tangan sang ibu dan ayah . Fian berjalan pelan kerah kendaraan nya untuk membawa nya ke tempat kerja , Fian punya usaha yang sudah sedikit berkembang di bidang desain interior rumah atau bangunan lainya., dia memiliki beberapa karyawan yang terdiri dari saudaranya nya sendiri .


" kenapa bro kok kayak lesu gitu nggak dapet jatah loe kemarin?" goda asisten pribadi Fian yaitu teman dekat Fian sendiri ikatan Mereka sekarang sahabat sekaligus atasan dn bawahan , Fian tak pernah membedakan nya , namun sang teman yang sadar akan posisi .


" menurut mu perempuan bisa berubah nggak?" tanya Fian balik sekarang mereka berada di dalam ruangan Fian yang ada di toko bahan interior bangunan itu , Fian mempunyai ruang pribadi di sana


" maksud nya berubah?" tanya teman Fian lagi karena bingung


" iya berubah dari yang dulu sikap nya kurang baik dan menjadi baik", terang Fian karena dia sangat pusing memikirkan ini semua , perkataan sang adik tempo hari membuat hatinya sedikit goyah tapi dia tak akan mengurungkan niatnya


" bisa banget , apalagi demi orang yang dia sayangi", jelas teman Fian sekaligus asistennya itu


" semoga saja ya Rick", doa Fian , nama asisten Fian adalah Erick Subiantara dia teman sekolah Fian sewaktu SMA hingga sampai sekarang mereka masih berteman baik .


" kenapa bos ? emang Fira udah nggak sayang sama kau ?" tanya Erick yang tau hubungan pak bos nya ini dengan kekasihnya


" bukan begitu Rick , Fira dulu pernah mengkhianati ku sewaktu kita masih remaja , sekarang Fira berstatus sebagai janda dan kita di pertemukan lagi , aku memang dari dulu masih menyimpan perasaan itu , hingga saat ini kami bertemu kembali , tapi yang membuat ku ragu apakah Fira akan mengulangi kesalahan nya lagi di kemudian hari?" tanya Fian sekaligus menjelaskan apa yang menjadi beban di hati nya karena Fian tau Erick orang yang cerdas dan dapat di percaya


" kenapa Fira bisa menjadi janda?" tanya Erick balik karena memang Erick tak tau cerita lengkap nya


" Karena suami nya berlaku kasar kepadanya", jawab Fian jujur


" terus bos yang memulai kembali hubungan ini atau Fira yang menghubungi bos lagi?" tanya Erick lagi , ia ingin mencari solusi untuk kegundahan hati sang bos nya ini


" aku sering melihat status di media sosialnya yang menunjukan jika dia sedang patah hati dan tersingkirkan , makanya aku coba chat dia , awalnya iseng - iseng tapi dia menceritakan perjalanan pernikahan nya yang berujung kandas itu", jelas Fian


" berarti bos yang memulai kembali hubungan ini", ucap Erick sambil mengangguk - angguk kan kepala nya tanda mengerti


" bisa di bilang seperti itu Rick", ujar Fian lagi


" jadi kesimpulan nya disini ada kemungkinan Fira sudah benar - benar berubah menjadi lebih baik bos , karena dia pernah tersakiti lebih dari yang bos rasakan , dan sekarang bos memperlakukan nya dengan penuh kasih sayang jadi tak ada alasan Fira untuk menduakan bos lagi", oceh Erick panjang lebar menyimpulkan titik terang dari masalah sang bos , Erick memang tak memanggil fira dengan sebutan kak karena memang umurnya lebih tua dari umur Fira


" apa memang begitu ya Rick , aku juga merasakan nya karena sikap Fira pun berbeda yang dulu ia sangat agresif banyak bicara dan memaksakan kehendak nya tapi sekarang tidak , Fira lemah lembut , rajin dan sangat pengertian", terang Fian lagi


" dari situ kan bos sendiri juga sudah bisa memutuskan bos , mungkin dulu Fira menduakan bos karena menuruti hawa nafsunya saja , ego di masa muda memang besar bos jadi aku rasa Fira tak kan mengulangi kesalahan yang sama", oceh Erick lagi

__ADS_1


" Dar kemarin aku tak menghubungi nya", jelas Fian dengan nada lesu


" kenapa?" tanya Erick


" aku ingin meyakin kan diriku dahulu Rick , karena perkataan Riva kemarin membuat hati ku yang semula yakin menjadi sedikit goyah", ucap Fian


" jangan mudah terhasut omongan orang lain meskipun orang terdekat mu bos , karena yang menjalankan itu kamu bukan dia atau mereka jadi jika hatimu memang sudah yakin lanjutkan lah kehendak mu", jelas Erick meyakinkan sang bos , bukan tanpa sebab Erick berkata seperti ini karena Erick tau kalau Riva tak menyukai Fira dari dulu bahkan sebelum Fira mengkhianati Fian


" terimakasih atas saran kamu Rick akan aku pikirkan", jawab Fian


" oke bos", ucap Erick lagi sambil berjalan keluar meninggalkan ruangan sang bos yang ada di dalam nya sendirian . sejak kedatangan Riva kemarin Fian tak menyuapkan makanan apapun kedalam mulutnya Fian sibuk memikirkan hal ini , hingga wajah Fian terlihat sangat pucat dan lesu , sekarang Fian sendiri hanya duduk dan menyandarkan kepalanya di meja kerja .


###


Di lain tempat Fira terlihat gelisah membuka tutup ponsel nya karena dari hari kemarin sang kekasih tak menghubungi nya juga tak bisa dia hubungi . keman dia ? apa yang terjadi padanya ? banyak pertanyaan yang ia pikirkan , tapi dia tak bisa berbuat banyak dia tak punya nomor ponsel Riva untuk menanyakan keadaan sng kekasih , dia sudah mencoba menghubungi teman nya , istri dari teman Fian yang rumah nya berdekatan dengan rumah orang tua Fian tapi mereka sedang berada di luar kota hingga tak mengetahui keadaan Fian .


" kemana sih kamu yang , apa udah ada yang lain di sana?" ucap Fira mengoceh sendiri di kamar nya


" apa yang harus aku lakukan?" gerutu Fira lagi . Fira sampai tak membantu kakek dan nenek nya ke ladang karena sedang galau memikirkan sang kekasih , saking galau nya ia tak mengerjakan pekerjaan rumah , untuk makanan ia pesan melalui aplikasi . untuk bersih - bersih ia meminta tolong tetangga nya yang tak punya pekerjaan dan meminta nya bekerja di rumah nya hanya sampai kegalauan nya hilang


" nak , ayo jadi apa tidak?" suara nenek Fira dari arah luar kamar Fira karena tadi mereka sudah janjian akan pergi ke mini market membeli perlengkapan rumah yang sudah mulai menipis


" ayo nek" ajak Fira kepada sang nenek


" dari tadi di tungguin ngapain aja sih lama banget", kesal nenek Fira pasal nya sang nenek sudah menunggu hampir setengah jam di sofa ruang tamu


" iya maaf nek", ucap Fira sambil menyengir kuda


" udah ayo", ajak nenek Fira sambil berjalan kearah dimana Fira memarkirkan motor nya , Fira memang bisa mengendarai mobil namun Fira tak mempunyai mobil karena memang ekonomi Fira yang tak mampu untuk membelinya . Fira hanya anak dari petani yang sederhana .


###


" bangun bos ", ucap Erick menggoyangkan tubuh Fian pelan karena badan Fian sangat panas dan Fian tak merespon panggilan sang asisten ternyata Fian tak sadarkan diri saat ini . Erick segera memanggil karyawan yang lain untuk membawa Fian ke rumah sakit karena Erick sudah mencoba membangunkan Fian dengan apa saja tapi usaha nya sia - sia .


para karyawan mengangkat tubuh Fian dan memasukan nya kedalam mobil Fian , ada beberapa yang ikut di dalam mobil itu dengan Erick sebagai pengemudi nya . Erick menjalankan mobil dengan kecepatan sedikit kencang karena khawatir sambil ponsel nya memanggil nomor ponsel Riva untuk mengabarkan keadaan Fian .


" halo? ada apa Rick", tanya Riva setelah panggilan tersambung


" halo Va , kamu dimana? ini kakak mu Fian pingsan di toko , aku membawanya ke rumah sakit mawar", oceh Erick yang masih sambil fokus mengemudikan mobil .

__ADS_1


" apa ? kok bisa ? emang kak Fian sakit apa Rick kok sampai pingsan?" tanya Riva lagi


" udah jangan banyak bicara kamu kabari aja orang tua mu dan nyusul kesini", kesal Erick kepada Riva karena banyak tanya , tanpa menunggu Riva menjawab Erick mematikan sambungan telepon nya karena mobil nya sudah memasuki parkiran rumah sakit setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit.


" dok , tolong teman saya , dia pingsan", ucap Erick saat sudah di dalam UGD rumah sakit dan membaringkan tubuh Fian ke brankar yang ada di sana .


" baik pak , sebaik nya bapak tunggu di luar", ucap sang dokter kemudian . Erick menurut dan berjalan keluar dari ruang UGD tersebut .


" dimana Fian Rick? kenapa bisa terjadi Rick?" cecar ibu Fian yang baru datang kepada Erick


" di dalam Tante , aku juga nggak tau karena tadi ketika aku masuk ke ruangannya Fian sudah tak sadarkan diri", jelas Erick


ibu Fian datang hanya bersama Riva karena suami mereka sedang bekerja .


" memang dari kemari setelah kepergian Riva Fian tak keluar dari kamar dan seperti nya tak memakan sesuatu sama sekali", ingat ibu Fian


" pantas saja tadi pagi Fian begitu terlihat lemas dan pucat", terang Erick lagi


" apa mungkin karena itu", ucap ibu Fian yang mendudukkan pantatnya ke kursi yang ada di depan ruang UGD itu


" apa kamu tau Rick sedang ada masalah apa kakak ku itu?" tanya Riva yang khawatir jika Fira lah penyebab semua ini


" tadi pagi Fian sempat bercerita kepada ku jika ia memikirkan perkataan Riva yang mengingatkan nya akan pengkhianatan Fira", jelas Erick dengan jujur


" ibu kemarin kan sudah bilang kepada mu Va , jangan ikut campur urusan kakak mu itu dia sudah dewasa bahkan lebih tua dari mu , jika terjadi apa - apa dengan nya bagaimana?" ucap ibu Fian yang sudah berlinang air mata di pipinya


" aku hanya ingin yang terbaik untuk kakak Bu , maafkan aku ", jawab rica sambil memeluk tubuh sang ibu hingga kemunculan dokter dari dalam ruangan menghentikan obrolan mereka


" apa dari kalian ada yang bernama Fira? Karena dari tadi pasien mengigau menyebut nama tersebut ", jelas sang dokter yang memeriksa Fian


Erick , Riva , dan ibu Fian saling pandang , sebegitu besar nya cinta Fian kepada Fira hingga di alam bawah sadar nya pun fira lah Yang ada dalam ingatan nya.


" boleh kita melihatnya dok?" tanya Riva mengalihkan pembicaraan


" boleh , tapi jangan terlalu ramai dulu", jelas sang dokter dan berlalu pergi


" sebaiknya ibu saja yang masuk kedalam", ucap Erick membuka suara


" iya kami tunggu disini", jawab Riva

__ADS_1


ibu Fian pun berlalu masuk kedalam ruangan dimana Fian di rawat


__ADS_2