DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
43. Belanja


__ADS_3

" yang ini aja yah , itu terlalu mahal kan sayang jika tak terpakai lama atau tertukar dengan teman saat di pondok pesantren nanti", ucap Farid saat memilih sepatu


keluarga kecil ini sudah sampai di supermarket terbesar di kota itu Fian sengaja mengajak mereka kesana karena Farid membutuhkan banyak barang untuk di beli dan hanya di sana yang komplit dan apa - apa tersedia .


saat ini mereka sedang memilih - milih sepatu untuk Farid , Fian yang memilihkan sepatu dengan harga mahal tapi di tolak oleh Farid karena Farid tak begitu terbiasa dengan barang - barang mewah dia terbiasa hidup apa adanya seperti ibu nya ,


" iya yang ini aja mas , Farid itu masih dalam masa pertumbuhan nanti kalo belum lama udah nggak muat kan mubazir", ucap Fira menambahi


" kalo begitu ambil yang mana kamu suka nak , Riyan mau beli apa?" tanya Fian karena melihat Riyan yang hanya diam saja mengikuti mereka


" aku cuma pengen beli camilan mas nanti di bawah , Kao keperluan semua sudah mbak Fira belikan waktu itu", jawab Riyan sambil tersenyum


setelah selesai memilih tas dan juga sepatu untuk Farid mereka turun ke lantai dasar menggunakan eskalator yang ada di sana dan berjalan ke tempat camilan - camilan berada .


" udah Yan ambil aja apa yang kamu suka", tawar Fian saat sudah sampai di tempat makanan - makanan ringan


" iyha mas , makasih", jawab Riyan kemudian


Mereka sibuk memilih dan memilah makanan yang menurut mereka enak dan mereka suka . tak banyak makanan yang mereka beli karena Fira Farid dan Riyan memang tak terbiasa menghamburkan uang , mereka berjalan ke arah kasir dan Fian membayar belanjaan itu semua .


Farid telah membeli buku , alat tulis komplit , sepatu tas dan beberapa keperluan nya dengan terus mengembangkan senyum Farid mengikuti langkah Fira dan Fian calon ayah tiri nya dengan beriringan bersama Riyan yang membawa camilan yang ia suka .

__ADS_1


" ada yang lagi seneng banget nih", goda Riyan yang melihat anak dari kakak nya ini senyum - senyum terus


" nama nya juga keturutan Yan , jadi ya gitu sampe lupa bilang makasih sama yang beliin", jawab Fira menyindir Farid yang sudah duduk di belakang kursi yang Fian duduki


" hehehe , terima kasih ayah ", ucap Farid kemudian


" iyha nak sama - sama belajar yang rajin buat mama bangga kepadamu sudah banyak yang mama mu korban kan untuk mu", terang Fian


" iya ayah tenang aja , mama juga tak perlu khawatir untuk itu Farid janji akan membuat kalian bahagia di masa tua", jawab Farid membuat Fira dan Fian saling pandang karena bingung dengan kata - kata Farid yang seakan ingin merawat mereka saat usia mereka sudah tak muda .


" ya buktikan kalau kamu bisa nak jangan cuma besar di ucapan saja , kamu itu mampu mewujudkan semuanya jadi kamu harus terus semangat", jawab fira


" iya ma pasti", ucap Farid


" ayo turun" ajak Fira saat mobil sudah berhenti dan terparkir dengan rapi .


" iya benar nih aku ambil ponsel", jawab Fian


"tok.. tok.. tok..", suara ketukan pintu yang ntah sudah keberapa kalinya namun tak ada yang menjawab apalagi untuk membukakan pintu


" kemana bapakmu nak?" tanya Fira yang bingung karena di rumah ini tak ada penghuninya

__ADS_1


" ya nggak tau juga ma", jawab Farid


Tante dari ayah Farid pun menghampiri mereka saat melihat ada tamu yang tak kunjung di bukakan pintu


" mau cari siapa ya?" tanya Tante ayah Farid


" aku Fira Tan , apa Tante lupa?" tanya Fira sambil memeluk tubuh mantan Tante nya ini


" Fira ibunya Farid ? lha kok sekarang jadi cantik dan bening begini , tubuh mu juga berisi tak seperti dulu saat masih disini ", ucap Tante ayah Farid


" hehe iya Tan nama nya juga dirawat , oh ya bapak Farid kemana ya Tan kok sepi dan sepertinya tidak ada orang didalam


" tadi hilangnya mau pergi sebentar gitu , mungkin sebentar lagi pulang silahkan duduk dulu ", tawar Tante ayah Farid mempersilahkan untuk Fira dan yang lain duduk di kursi yang ada di teras rumah itu


" emang kalian dari mana?" tanya Tante ayah Farid


" kemarin saat Farid libur dia ingin ke rumah neneknya katanya kangen ini om nya , jadi aku membawa nya kesana bersama ini Fian calon suami ku Tan", ucap Fira menerangkan


" oh gitu kamu udah mau menikah lagi Fir?" tanya Tante ayah Farid memastikan karena ayah Farid belum memutuskan untuk berkomitmen dengan wanita manapun , dia hanya sering dekat - dekat biasa dengan wanita yang ia suka


" insya Allah tak lama lagi Tan , doa kan saja", jawab Fira sambil tersenyum

__ADS_1


cukup lama mereka mengobrol dan saling bertukar kabar hingga bapak Farid pun pulang dan ikut gabung di sana karena Fira dan juga Fian enggan untuk beralih kedalam rumah , bukan karena apa - apa tapi karena sudah nyaman dengan posisi duduknya saja .


__ADS_2