DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
30 . Manja


__ADS_3

semua persiapan sudah terselesaikan , kini hanya tinggal keberangkatan. sudah seperti keluarga kecil yang pulang dari merantau saja Fira Fian serta Farid masuk kedalam mobil dan Fian menginjak gas mobil itu pelan , berjalan dengan kecepatan sedang menembus jalanan desa yang sepi nan asri .


" mau itu yang tolong buka in", rengek Fian menunjuk makanan ringan yang mereka bawa


" kamu kenapa yang ?" tanya Fira yang bingung dengan perubahan Fian


" iya ayah jadi sedikit lebih manja", oceh Farid menambahi


" cemburu sama kamu pasti ini nak , takut perhatian mama hanya fokus untuk mu", tebak Fira


" kamu sangat cerdas sayang", jawab Fian tanpa malu - malu karena memang benar adanya


" ayah ayah", oceh Farid menggelengkan kepala nya tak habis pikir dengan calon ayah sambungnya ini


" sayang aku dan Rio sudah masa lalu sekarang aku dan kamu itu masa depan jadi jangan pernah merasa cemburu untuk apapun itu yang berkaitan dengan Rio , karena ada Farid yang akan terus membuat kami saling berinteraksi bukan untuk yang lain apalagi kembali", terang Fira panjang lebar


" iya sayang", jawab Fian sedikit lega dengan kata - kata Fira


perjalanan pun lancar tanpa ada halangan . sampai di tengah jalan Farid meminta untuk berhenti di salah satu rumah makan karena lapar , mereka terakhir makan hanya tadi siang saat pertemuan nya kembali sore Fian sibuk dengan tubuh sang kekasih sedangkan Fira dan Farid sibuk menata barang yang akan mereka bawa hingga tak sempat makan


" sayang besok kalo aku mau kemana - mana gimana nggak ada kendaraan di rumah ayah ?" tanya Fira yang dari tadi sibuk memikirkan ini


" emang motor Riyan kemana sayang?" tanya Fian yang tau jika Riyan punya motor


" kamu nggak tau aja sayang jika ni anak ketemu tu bocah bensin 10 liter pun habis sekejap", ucap Fira mendengus kesal


" emang kemana aja nak?" tanya Fian


" kami suka berkeliling yah melihat - lihat pemandangan dan orang berlalu lalang", jawab Farid


" tu kan sayang kamu denger sendiri , makanya tadi aku mau rental mobil aja biar ada kendaraan kalau mau keluar tapi kamu melarang ku", oceh Fira


" nanti nginep dulu aja di rumah ku sayang , besok pagi baru kamu ke rumah ibu pakai mobil ku karena sepertinya kita akan sampai di kota itu larut malam", ucap Fian menjelaskan

__ADS_1


percakapan ini di lakukan di sebuah restaurant cepat saji dengan menu andalan ikan bakar seperti keinginan Farid jadi Fian menghentikan mobilnya disini untuk menuruti keinginan calon anak sambungnya sambil memakan menu yang sudah mereka pesan


" gimana dek mau nggak?" tanya Fira kepada Farid Farid nampak berfikir dan berkata


" sebenarnya Farid pengen banget Ma ngrasain nginep di hotel , bagaimana kalau malam ini kita menginap di hotel saja ?" usul Farid


" kamu pengen nginep di hotel?" tanya Fira tak percaya dengan apa yang di katakan Farid


" iya Ma , sepertinya enak gitu ", jawab Farid sambil membayangkan


" minta nya sama ayah jangan sama mama , ayah kamu yang cari duit", ucap Fira sambil menyesap jus mangga yang ia pesan tadi


" bolehkan yah , please", mohon Farid dengan wajah memelas


" iya boleh sayang, kamu tidur di kamar sendiri dan ayah tidur sama mama dan hanya untuk malam ini karena besok ayah harus bekerja sudah beberapa pekan ayah meninggalkan pekerjaan ayah ", jawab Fian kemudian


" oke ayah makasih", jawab Farid sangat senang karena keinginan nya terpenuhi


###


" jangan lupa kunci pintu nya dari dalam dek", ingat Fira saat mereka sudah check in hotel yang mewah di daerah itu dan akan masuk ke dalam kamar masing masing , kamar mereka hanya terbatas oleh tembok saja namun kamar yang Fian pilih kamar presidential suite hingga kedap suara tak bisa mendengar aktivitas satu sama lain di dalam nya


" iya ma , aku masuk dulu ", ucap Farid dengan bibir yang mengembang penuh senyum


" anak kamu tuh sayang kayak gitu", ucap Fian melingkarkan tangan di pinggang Fira dan mengajak nya masuk kedalam kamar karena hari sudah malam


Farid yang sangat senang pun berdiri di depan cermin dan melihat pantulan tubuhnya di sana , setelah itu beralih melihat pemandangan malam hari di luar hotel lewat jendela , kamar mereka berada di lantai 7 hingga pemandangan di luar hotel terlihat sangat indah berbeda dengan kamar sang mama Fian tak memperbolehkan Fira kemana - mana , Fian meminta Fira duduk di atas tubuhnya dengan posisi Fian tidur terlentang menghadap Fira yang sudah tak memakai apapun di badan nya , hanya terlihat kalung pemberian Dia waktu itu , gunung kembar Fira yang sangat padat berisi dan ukuran nya yang besar juga perut rata tanpa lemak sungguh indah ciptaan tuhan ini batin Fian yang masih memandangi nya , Fian mulai meraba leher Fira dengan lembut perlahan turun ke dada dan meremas gunung kembar Fira , ******* pun tak bisa Fira tahan lagi .


" sayang kenapa kamu selalu membuat ku lupa diri", racau Fira yang sangat menikmati sentuhan sang kekasih , Fian lantas melakukan penyatuan antara dua manusia ini


" sudah lama aku menahan ini sayang , kenapa kamu selalu saja menolak nya padahal ini sangat nikmat", ucap Fian sambil menggerakkan pinggulnya


" entah lah sayang ", jawab Fira pasrah

__ADS_1


Fian membolak balikan tubuh Fira , mencoba semua posisi untuk mencapai kenikmatan yang sesungguh nya hingga mungkin sampai dini hari Fian menyelesaikan permainan nya karena ia sangat menikmati tubuh Fira untuk yang pertama kali nya ini , Fian sangat lemas tubuh nya lelah sudah tiga kali ia mengeluarkan cairan ke dalam tubuh Fira .


kedua nya memejamkan mata dengan Fian yang masih setia menyesali gunung kembar Fira , Fian menutup tubuh mereka dengan selimut tebal yang ada di hotel itu , sesapan Fian yang tadinya rakus lama - kelamaan semakin pelan dan tak ada sesapan yang Fira rasa karena Fian sudah pergi ke alam mimpi nya namun tidak untuk Fira ia merasa lapar , saat ia akan mencopot benda yang menempel di mulut Fian itu Fian tak memperbolehkan nya Fian malah menghisap lebih dalam .


" udah dulu sayang aku laper ", rengek Fira yang hendak bangkit tapi tak di perbolehkan oleh sang kekasih


" emang mau makan apa sayang?" tanya Fian sambil melepaskan gunung kembar Fira dari mulutnya


" pengen makan mie instan kuah sayang", pinta Fira


" kamu beli camilan tadi ada mie instan nya kan?" tanya Fian


" ada sayang", jawab Fira lalu bangkit dan hendak berjalan namun pangkal paha nya terasa sangat perih


" AW", pekik Fira karena merasakan sangat perih


" kenapa sayang?" tanya Fian khawatir


" sakit sayang", jawab Fira sambil memegangi bagian yang ia katakan sakit


" ya udah sayang kamu berbaring aja biar aku yang buatkan nya untuk mu", ucap Fian bangkit dan berjalan ke arah di mana Fira menaruh cemilan nya


walau badan terasa lelah Fian tak mengeluh untuk melayani calon istri nya ini , karena ini memang perbuatan nya dengan cekatan Fian membuatkan mie instan untuk Fira dan menyuapinya


" aku bisa makan sendiri sayang", ucap Fira padahal sudah beberapa kali suapan


" nggak papa kok sayang", jawab Fian sambil tersenyum semanis mungkin


" terimakasih sayang", ucap Fira tak enak hati karena menganggu istirahat sang kekasih


" seharusnya aku yang berterima kasih padamu sayang , karena kamu telah memberikan semua nya untukku", jawab Fian sambil mencium kening Fira


Fira hanya tersenyum dan melanjutkan makan yang Fian suapkan

__ADS_1


__ADS_2