DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
37. Menginap


__ADS_3

malam ini keluarga Fian menginap di rumah Kak Faiz karena untuk melakukan perjalanan pulang mereka sudah tak sanggup karena lelah seharian berpesta , hingga ayah Fian memutuskan untuk menginap di rumah kak Faiz karena memang mereka sudah membawa baju untuk ganti . waktu menunjukan pukul 22:00 WIB jadi sesampainya di rumah kak Faiz mereka langsung masuk ke kamar yang adad di sana seperti sebelum nya saat menginap di sana , tapi kini beda nya Fian tidur di kamar bersama Fira dia tak tidur di sofa lagi .


" mau makan dulu sayang?" tanya Fian karena Fira tak kunjung menutup matanya


" enggak sayang enggak laper kok", jawab Fira


" terus kok nggak tidur ?" tanya Fian lagi sambil membelai pipi chubby Fira


" aku lagi bayangin sayang pernikahan semewah tadi habis biaya berapa ya?" tanya Fira tiba - tiba


" kenapa emang kamu pengen pernikahan kita semewah tadi ?" Fian malah balik bertanya


" enggak sayang tak perlu semewah itu juga , apa kata orang nanti kamu kan tau sendiri status ku", ucap Fira


" aku tak mempermasalah kan itu sayang", tenang Fian sambil menurunkan belaian nya


" iya sayang aku tau itu , tapi kalau orang kan pandangan nya berbeda", ucap Fira yang sudah menggeliatkan tubuhnya karena Fian mulai meraba gunung kembar nya dan sesekali ia remas pelan


" biarlah kata orang sayang ayo kita tidur", ajak Fian sambil membuka satu persatu kancing baju tidur yang Fira pakai


" katanya mau tidur yang , itu kamu malah mau ngapain ?" kesal Fira


" ini tidur nya biar lebih pules sayang", jawab Fian terkekeh kecil sedangkan Fira hanya menghela napas nya panjang dan membuangnya kasar karena Fian sudah berhasil mengeluarkan dua benda kesukaan nya lalu dia hisap tanpa ampun sesekali juga Fian gigit karena sangat gemas


" sayang sakit", rengek Fira karena sang kekasih menggigit ujung gunung kembar nya


" hehehe , maaf sayang habis nya ini sangat besar sayang aku gemas banget", ucap Fian jujur


" kamu itu yang", kesal Fira tapi Fian hanya tersenyum kecil dan melanjutkan hisapan nya sampai mereka berdua sudah berpindah alam ke mimpi .


###


pagi hari pun tiba Fira sengaja bangun lebih pagi untuk membuatkan sarapan calon keluarga nya , Fira dengan cekatan memotongi sayur dan memasak nya hingga calon mertua nya yaitu ibu Fian bangun dan berjalan pelan ke arah Fira yang masih sibuk mengaduk masakan yang ia buat .


" kenapa nggak bangunin ibu nak , kan ibu bisa membantu", ucap ibu Fian yang sudah berada di samping calon menantu nya ini

__ADS_1


" engga papa kok Bu , takut ganggu ibu sedang istirahat", jawab Fira tersenyum kepada ibu Fian


" kamu masak apa nak ? apa ada yang bisa ibu bantu?" tanya ibu Fian karena tak enak hati kepada Fira yang sudah selesai membuat sarapan , di rumah kak Faiz tak mempekerjakan pembantu karena istri kak Faiz tak bekerja di luar , dia hanya di rumah mengurus anak dan menjadi ibu rumah tangga jadi tak menggunakan jasa pembantu .


" ini sayur sop Bu , udara nya sangat dingin di sini jadi cocok nya makan yang hangat - hangat Bu ", jelas Fira sambil menuangkan sayur SOP di mangkuk besar dan menghidangkan nya di meja makan yang sudah ada perkedel kentang , tempe goreng dan sambal


" terima kasih nak kamu telah menyiapkan semua ini", ucap ibu Fian yang langsung duduk di meja makan tak sabar untuk sarapan karena mencium bau harum dari masakan Fira , Fira bukan nya lancang memasak sendiri tanpa ada anggota keluarga yang menemani tapi tadi malam Fira sudah berkirim pesan dengan istri kak Faiz menanyakan menu untuk sarapan pagi ini dan istri kak Faiz bilang jika di kulkas ada banyak sayuran jadi Fira berani memasak nya karena sudah mendapat ijin .


" aku bangunin mas Fian dulu ya Bu", ucap Fira setelah mencuci tangan dan berjalan ke arah kamar yang mereka tempati , ibu Fian tersenyum memandang kepergian Fira ia merasa lega kerena Fira sudah benar - benar berubah pikir ibu Fian mungkin karena pengalaman di masa lalu nya . Fira langsung masuk kedalam kamar itu , terlihat Fian yang masih setia menutup mata nya di bawah selimut tebal di ranjang kamar Reno .


" sayang ayo bangun sarapan nya udah siap", ajak Fira sambil menggoyang - goyangkan pelan tubuh Fian


" bentar sayang 5 menit", jawab Fian yang masih enggan untuk membuka matanya karena udara masih sangat dingin dan sangat cocok untuk memejamkan mata


" nanti keburu dingin sayang , aku udah laper", rengek Fira membuat Fian membuka matanya dan tersenyum karena Fira selalu berkata ataupun berbuat apa adanya tak seperti kebanyakan wanita yang menjaga gengsi nya


" tunggu di sini sayang aku ke kamar mandi sebentar", ucap Fian yang langsung bangkit mencium kening Fira sekilas dan berjalan ke arah kamar mandi di dalam kamar itu


setelah 15 menit Fian keluar dari kamar mandi dan melihat sang kekasih masih setia menunggu nya sambil memainkan ponsel nya


" Farid Yang , katanya mau pulang besok karena banyak yang Farid akan siapkan lusa dia sudah masuk ke pondok pesantren kalau sekolahnya masih libur", jelas Fira sambil memasang raut muka bingung


" terus kenapa kamu seperti orang bingung gitu?" tanya Fian lagi


" apa kamu nggak capek sayang?" tanya Fira tak enak hati kepada Fian yang harus bolos kerja hanya untuk dia dan anak nya


" enggak kok sayang , nanti kalo aku nggak kuat ya kamu bawa aja mobil ku dan Minggu depan aku akan mengambilnya bersama Erick", ucap Fian menenangkan kegelisahan Fira


" apa aku naik bus umum aja sayang , aku kan udah biasa", tawar Fira


" enggak boleh sayang , kalau kamu udah biasa bagaimana dengan Farid kasina nanti dia kecapekan", terang Fian lagi


" udah nggak usah di pikirin ayo kita sarapan katanya udah laper", ajak Fian sambil menggandeng tangan Fira dan berjalan keluar dari kamar , sesampainya di meja makan semua anggota keluarga sudah berkumpul di sana dan memulai sarapan nya


" apa anak ini sulit di bangunkan nak , sampai lama sekali ", ucap ayah Fian ketika melihat anak dan calon memantu nya datang ke arah meja makan , tadi ayah Fian sudah menanyakan Fira dan Fian yang belum ada di meja makan dan ibu Fian menjawab dengan apa adanya .

__ADS_1


" enggak kok Yah", jawab Fira dengan senyum dan duduk di samping Fian


" mau makan apa sayang aku ambilin", tawar Fian


" terserah kamu aja sayang", jawab Fira karena jika sedang makan bersama keluarga begini Fira dan Fian selalu makan dalam satu piring untuk berdua


belum selesai sarapan bel rumah kak Faiz berbunyi dan istri kak Faiz pun berdiri lalu berjalan kearah pintu utama rumah nya


" Sabrina, ada apa ?" tanya istri kak Faiz melihat Sabrina berdiri di depa pintu rumah nya


" katanya Fian menginap disini ya mbak , apa dia sudah pulang?" tanya perempuan bertubuh langsing badan nya putih mulus yang bernama Sabrina itu


" masih di dalam sedang sarapan , silahkan masuk", tawar istri kak Faiz mempersilahkan , Sabrina pun mask kedalam dan di ikuti istri kak Faiz menuju meja makan


" selamat pagi semua", sapa Sabrina saat sudah di meja makan , Fian tersentak kaget dengan kedatangan Sabrina karena perempuan itu pernah suka padanya tapi tak Fian tanggapi hingga saat ini Sabrina belum menikah mungkin masih mengharapkan Fian , apa yang akan Sabrina lakukan ? pikir Fian , berbeda dengan Fira yang terlihat biasa aja sedangkan Riva terlihat senyum kegirangan karena Riva pikir dengan kedatangan Sabrina akan membuat hubungan sang kakak hancur


" Fian kamu apa kabar aku sangat merindukan mu", ucap Sabrina yang berhambur memeluk tubuh Fian


Karena semua sudah selesai sarapan , mereka meninggalkan meja makan hanya tinggal Riva , Fira , Fian dan Sabrina .


Fian tak menjawab pertanyaan Sabrina dia malah sibuk memperhatikan Fira yang cekatan membersihkan meja makan .


" kamu kapan datang kesini nya Fian?" tanya Sabrina yang sangat centil


" kemarin", jawab Fian singkat ,


Fira tak menghiraukan itu semua dia berjalan ke arah wastafel untuk mencuci piring - piring yang kotor di ikuti Riva di belakang nya , Riva berbisik kepada Fira


" dia adalah wanita yang mencintai kak Fian dan aku lebih setuju jika kak Fian bersama Sabrina daripada sama kamu", ucap Riva tepat di depan telinga Fira


Fira tag menanggapi ataupun sakit hati dengan ucapan Riva karena Fira tau sendiri jika dari dulu Riva tak menyukai nya dan jika ia terpancing emosi akan akibat buruk terhadap hubungannya


" aku masuk ke dalam kamar dulu sayang", pamit Fira lalu b MBBerjalan meninggalkan Fian dan Sabrina yang duduk berdekatan


Fian nampak mengobrol santai dengan wanita itu walau awal kedatangan nya Fian nampak kaget namun Fian berkelanjutan mengobrol hingga lupa ada hati Fira yang harus dia jaga , Fira hanya menghela nafasnya panjang dan berjalan ke kamar .

__ADS_1


__ADS_2