
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam rombongan keluarga Fian pun sampai ke tempat yang mereka tuju yaitu kediaman sang Kakak . Fian memarkirkan mobil nya . anggota keluarganya pun turun satu persatu dan membawa barang mereka masing - masing . Fian membawa kan ransel milik sang kekasih membuat Riva jenggah .
"tau kan perjalanan nya jauh kak Fian pasti capek , apak tidak bisa kamu bawa sendiri ransel mu?" ketus Riva pada Fira .
" Aku tak meminta nya membawakan kakakmu sendiri yang mau hjadi jangan selalu menyalahkan aku". jawab Fira masih dengan nada santai .
" Ayo sayang , masuk". ajak Fian menggandeng tangan sang kekasih .
" Iya ayo ". jawab Fira dan berjalan mengekori Fian .
" Assalamu'alaikum " ucap mereka serentak ketika sudah di depan pintu masuk rumah itu .
" Waalaikumsalam " sahutan dari dalam rumah pun tak kalah serunya .
" Alhamdulilah kalian sudah sampai ". ucap kakak Fian menyalami satu persatu tamu nya ini .
namun jabatan tangan kakak Fian berhenti pada Fira uang memang ia rasa asing atau pernah lihat tapi lupa dimana .
" Pacar kak Fian mas ". ketus Riva yang tau akan kebingungan kakak lelaki pertamanya ini .
" Oh pantes aja kayak pernah tau tapi lupa dimana ". jawab sang kakak sambil tersenyum .
Ya , Fian tiga bersaudara sama seperti Fira . Fian anak kedua mempunyai kakak lelaki yang bernama kak Faiz dan adik perempuan bernama Riva . sedangkan Fira sendiri juga anak kedua dari tiga bersaudara kakak Fira perempuan bernama kak Nita dan adik Fira laki - laki bernama Riyan .
" Ayo masuk ". ajak kak Faiz kepada para tamu nya ini .
Mereka masuk satu persatu dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah itu .
" Itu kamar buat Fira dek . barang - barang Fira bawa masuk kesana langsung aja ". oceh kak Faiz menunjuk kamar dekat ruang tamu itu .
__ADS_1
" Riva kamu dan suami mu pakai kamar itu . biar ibu dan ayah pakai kamar Reno ." oceh kak Faiz lagi . Reno adalah anak pertama kak Faiz .
" Iya kak nanti gampang ". jawab Fian yang duduk menyandarkan kepala nya pada sang kekasih .
" Lebay banget sih kak ". ketus Riva pada sang kakak .
" Biarin ". ucap Fian sambil menjulurkan lidah nya ke arah Riva .
" Sudah lah sayang ". lerai Fira kepada Fian . Fian menganggukan kepalanya .
" Ayo aku antar masuk ke kamar mu sayang ". ajak Fian sambil menarik tangan Fira dan membawa kedua ransel mereka .
###
dikamar Fian nampak cemberut dan marah kepada sang kekasih .
" Apa kamu tidak lihat tatapan suami Riva kepadamu ? apa kamu sengaja tebar pesona ?" tanya balik Fian dengan nada agak ketus .
" Maksud nya gimana sih sayang aku nggak ngerti ". tanya Fira lagi sambil mendaratkan bokongnya di kasur empuk kamar milik calon kakak ipar nya . ia mengusap kepala sang kekasih yang sedang tidur an .
" Aku mau besok - besok kamu nggak pake baju ketat lagi sayang ". ucap Fian kepada sang kekasih dengan nada yang sudah agak pelan .
" iya sayang , aku ikut aja gimana mau mu , tapi aku masih bingung dengan maksud mu". ucap Fira jujur .
" Sayang aku dari tadi melihat suami Riva itu memperhatikan mu dengan tatapan ingin ." ucap Fian sambil bangkit dan setengah berbisik kepada sang kekasih .
" Ingin apa sayang ?" tanya Fira polos .
" Sayang kamu itu ." ucap Fian gemas sambil meremas gunung kembar sang kekasih dari belakang .
__ADS_1
" Ini sayang yang mungkin membuat nya menatapmu dengan tatapan menginginkan". bisik Fian lagi membuat bulu kuduk Fira berdiri .
" Itu cuma pikiran kamu aja sayang ". jawab Fira berusaha sesantai mungkin.
" Tapi bener sayang ". ucap Fian mendekatkan wajah nya kedepan wajah Fira . Fian mulai mencium bibir Fira pelan . Fira yang juga ingin pun membuka mulut nyahingga ciuman panas tak bisa dihindari . untung tadi pas masuk ke dalam kamar Fian sempat menutup dan mengunci kamar tersebut .
cukup lama mereka saling bertukar Saliva dengan tangan Fian yang tidak berhenti meremas payudara sang kekasih .
Fira yang ikut hanyut dalam permainan Fian mu mendesah dengan sempurna .
Fian melepas tautan bibir Mereke , kemudian membuka kaos yang di kenakan Fira dengan terburu . menyesap payudara Fira , tangan nya juga masih meremas nya . dia hisap payudara sang kekasih dengan sangat rakus .
" Ah sayang pelan ," racau Fira yang juga menikmati hisapan sang kekasih .
Hampir 30 menit Fian puas menyesapi gunung kembar sang kekasih . hingga ketukan pintu membuat nya menghentikan aksi nya . Fian merapikan penampilan nya . begitu juga Fira .
lalu berjalan membuka pintu kamar .
" Ada apa ?" tanya Fian karena sang adik yang mengganggu aksi nya siang ini .
" Sudah di tunggu di meja makan , ayo makan siang dulu jangan mesraan melulu kalian belum sah". ketua Riva yang langsung berlalu meninggalkan kakak nya . Fian menutup pintu kamar dan jalan menuju ranjang dimana Fira sedang tiduran sambil memainkan ponselnya .
" Ayo makan dulu sayang ". ajak Fian menarik tangan sang kekasih .
" ayo , aku juga sudah sangat lapar . apa lagi di hisapi melulu ". sindir Fira . Fian hanya terkekeh menanggapi ocehan sang kekasih dan malah mencium pipi kiri Fira .
" Udah nggak usah cemberut gitu sayang ". ucap Fian sambil membuka pintu kamar yang mereka tempati .
Mereka berjalan kearah meja makan dan ikut bergabung bersama anggota keluarga lainnya yang sudah pada siap tinggal menunggu Fira dan Fian saja .
__ADS_1