DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
20. Ikut Campur


__ADS_3

" lagi apa sayang?" ucap Fian saat ini Fian dan Fira sedang melakukan panggilan video


" lagi kangen kamu Yang", jawab Fira santai


" padahal baru tadi siang kita berpisah , masak udah kangen", goda Fian


" aku selalu kangen sama kamu sayang", jawab Fian


sesampainya di rumah Fian membersihkan diri , makan dan istirahat sejenak lalu melakukan panggilan video kepada kekasihnya sekarang.


" udah pinter gombal ya kau sekarang", ucap Fian sambil tersenyum menunjukan deretan gigi putihnya .


" kamu gurunya" jawab Fira lagi


" jadi nggak sabar buat halalin", goda Fian


" aku juga udah nggak sabar di halal in yang", goda Fira lagi sambil terkekeh geli akan tingkah konyolnya sendiri


" udah makan yang?" tanya Fian kemudian


" belum nih sayang", ucap Fira


" kenapa emang?" tanya Fian lagi


" nggak napsu makan yang", jawab Fira lagi


" pasti karena aku tinggal pulang ya sayang ?" tanya Fian lagi


" iya sayang kamu bener", jawab Fira dengan nada tak bersemangat


" soalnya kan kamu kemarin makan nya banyak waktu ada aku", goda Fian


" kenap ya sayang kalo nggak ada kamu rasanya ada yang kurang , aku jadi nggak semangat mau ngapa - ngapain", oceh Fira


" itu karena kamu cinta kepada ku sayang", jelas Fian dengan ke percayaan diri yang tinggi


" iya gitu sayang , pengen nya cuma rebahan aja , dari kamu pulang tadi aku sama sekali nggak keluar kamar sayang", jelas Fira


" apa segitu cinta nya yang kamu ke aku ?" tanya Fian mulai serius


" iya sayang aku harus akui itu", jawab Fira


" tapi kenapa kamu lama sekali menerima lamaran ku sayang?" tanya Fian


" Karena aku takut sayang", jawab Fira jujur


" takut apa sayang?" tanya Fian yang mulai bingung

__ADS_1


" pertama aku takut kamu malu karena status ku , kedua aku takut kamu membalas kesalahan ku di masa lalu", aku Fira sejujur - jujurnya


" sayang kamu harus yakin kan hati mu , aku tak mempermasalahkan itu semua , karena aku sangat menyayangi mu , kamu tau aku menggila saat kamu meninggalkanku dulu", ucap Fian


" aku sebenarnya juga berfikir begitu sayang tapi entah kenapa keraguan itu selalu muncul di hati ini", ucap Fira


" jadi kamu meragukan ku sayang?" tanya Fian


" aku ragu pada diriku sendiri sayang , aku orang nya egois aku takut kegagalan rumah tangga yang ku alami terjadi untuk kedua kali", ucap Fira dengan nada sendu


" insya Allah aku akan sabar menghadapi semua sikapmu sayang , karena aku mencintaimu", ucap Fian meyakinkan sang kekasih


" iya sayang terimakasih untuk semua ini sayang , aku mencintai mu", jawab Fira sambil menitikkan air mata


" kenapa kamu menangis sayang?" tanya Fian


" aku merasa bersalah padamu sayang , aku sudah menancapkan duri tajam di hatimu tapi kamu membalas nya dengan keindahan", ucap Fira sambil mengisak


" udah sayang nggak usah bahas masa lalu lagi , aku sudah mengubur dalam - dalam luka itu", ucap Fian lagi menenangkan sang kekasih yang tengah gundah


" iya sayang terimakasih", jawab Fira lagi


" ya udah nggak usah nangis , sana mandi terus makan dulu , jelek banget kamu kalo nangis gitu", ucap Fian menggoda Fira agar bisa sedikit tenang


" biarin", jawab Fira sambil menjulurkan lidahnya


" nih yang gigit aja", goda Fira yang mulai tertawa


" kamu berani nya kalo jauh Yang , coba aja kalo dekat", kesal Fian , Fira hanya tersenyum menanggapi kekesalan Fian tapi Fian sedikit lega setidaknya Fira sudah tenang dan bisa ceria lagi


###


Sore itu Riva , adik Fian berkunjung ke rumah orang tuanya . Karena sepulangnya dari rumah kakak nya waktu itu Riva belum sempat mengunjungi orang tua nya karena memang kesibukan yang dia jalankan .


" gimana kabar ibu sehat?" tanya Riva sambil memeluk dan mencium pipi kanan dan pipi kiri sang ibu


" alhamdulilah sehat nak", jawab Ibu Fian


" Kak Dian belum pulang dari liburan nya Bu?" tanya Riva lagi karena Riva tau dari akun media sosial baik Fian maupun Fira yang mengunggah foto merek saat sedang liburan , bahkan mereka juga mengunggah foto prewedding mereka tempo hari itu membuat Riva semakin kesal , ia belum bisa melupakan kesalahan Fira di masa lalu , hingga Riva berfikir jika Fira saat ini hanya memanfaatkan cinta buta sang kakak


" udah kok itu di kamar", jawab ibu Fian yang juga ibu Riva


" ada Riva di luar nak ", ucap Ibu Fian di depan pintu kamar Fian karena ibu Fian akan ke dapur untuk sekedar membuat teh hangat


" ya Bu , sebentar", ucap Fian yang memang sudah mematikan sambungan telefon nya dengan Fira sambil bangkit dari rebahan nya dan berjalan pelan menuju ruang tamu


" udah dari tadi dek?" tanya Fian kepada Riva

__ADS_1


" belum kok kak ,baru aja", jawab Riva


" suamimu nggak ikut?" tanya Fian lagi karena tidak melihat sosok adik ipar nya itu


" nggak Kak lagi nganterin mama ke pasar", jawab Riva lagi , ibu Fian pun datang dengan membawa teh hangat dan beberapa cemilan untuk menemani mereka mengobrol


" diminum nak", tawar ibu Fian kepada dua anak nya ini


" ibu itu kayak Riva ini tamu penting aja", jawab Riva


" iya sekarang kamu disini itu statusnya tamu , karena rumah mu udah nggak disini", ucap ibu Fian lagi sambil duduk di samping Fian


" Kakak udah melamar Fira ?" tanya Riva kemudian


" udah dek", jawab Fian Sambil meletakkan teh hangat yang telah ia sesap


" kakak yakin?" tanya Riva lagi


" yakin lah , 100% malah", jawab Fian santai


" emang kakak lupa perbuatan Fira dulu kepada kakak?" tanya Riva lagi yang mulai mengutarakan apa yang mengganjal hatinya


" itu sudah masa lalu Va , udah jangan di bahas , Kakak sudah memaafkan semua kesalahan Fira dan ingin membuka lembaran baru dengan nya", jelas Fian


" Kak , apa kamu itu tidak malu Fira sudah berstatus janda sedangkan kakak masih lajang , kakak punya wajah yang tampan , pekerjaan yang mapan , ekonomi yang kecukupan masih banyak wanita yang mau dengan mu kak selain Fira ", ucap Riva panjang lebar


" kakak tau semua itu dek tapi kakak cinta nya sama Fira bukan dengan wanita lain", jawab Fian yang mulai kesal dengan adik perempuan nya ini yang sering ikut campur akan hubungannya dengan Fira


" itu karena kamu sudah di perdaya dan di bodohi olehnya kak", kesal Riva


" udah deh dek kamu nggak usah ngurusin hidup kakak , urusin aja hidup mu , walau entah bagaimana takdir kehidupan kakak ke depan nya yang jelas sekarang kakak mencintai Fira dan kakak yakin Fira sudah berubah tak seperti Fira yang dulu dan kakak akan segera bertunangan dengan nya", ucap Fian menjelaskan panjang lebar dan meninggalkan adik serta ibu nya yang hanya diam di ruang tamu


" terserah kakak aja yang penting aku nggak suka jika kakak dengan Fira dan aku tak merestui itu", ketus Riva


" aku tak butuh restu darimu", ucap Fian yang mulai memasuki kamar nya , Fian membanting dan mengunci pintu kamar nya dari dalam . baru saja selesai menenangkan dan meyakinkan hati Fira , kini malah Rifa datang dengan masalah yang sama , serasa ingin pecah kepala Fian memikirkan ini semua . tapi dalam hati nya dia yakin akan menikahi Fira .


" kamu itu kenapa Va , apa kamu ingin kakak kamu depresi lebih parah dari yang dulu?" tanya ibu Fian yang menegur anak perempuannya ini , ibu Fian takut jika Fian akan putus asa jika di pisahkan dengan Fira sang pujaan hati


" Karena aku merasa Fira itu tak tulus kepada kak Fian Bu, aku takut kejadian masa lalu terulang kembali", terang Riva yang bingung dan kesal karena pendapatnya tak di indahkan oleh ibunya . ibu Fian tadi memang hanya diam dan mendengarkan dia hanya menyimak apa yang anak - anak nya ini bahas karena ia takut salah ucap yang akan membuat satu di antara mereka salah paham dan menganggap sang ibu pilih kasih kepada anak .


" tak perlu Va , biarkan saja , ibu juga yakin Fira sudah berubah karena kegagalan rumah tangga yang ia alami juga karena perlakuan kakak mu kepada nya , Fira akan berfikir ulang jika ingin meninggalkan atau berselingkuh dari kakakmu", jelas ibu Fian


" ibu juga mulai ikut di bodohi oleh perempuan itu rupanya", cebik Riva yang masih merasa sangat kesal kepada sang kakak juga ibunya ini


" nak saat ini kakak mu sedang di mabuk asmara percuma kamu mencegah atau melarangnya dia tak kan mundur , yang perlu kita lakukan sekarang ini berdoa dan terus wanti - wanti Fira agar menjaga hati nya hanya untuk kakak kamu", jelas ibu Fian lembut .


" terserah lah Bu", jawab Riva yang memang tak ingin memperdebatkan masalah ini lagi , dia terlalu pusing memikirkan nya

__ADS_1


Fian tak mendengar percakapan kedua perempuan ini walau kamar Fian hanya terbatasi tembok dengan ruang tamu karena Fian saat ini membaringkan tubuhnya dia menyumpal Teling nya dengan earphone dan mendengarkan musik , sebenarnya ia pengen menelfon sang kekasih lagi tapi dia baru ingat kalau kekasihnya itu baru mandi dan makan seperti yang ia perintahkan kepada nya tadi .


__ADS_2