
di kamar Fira hanya duduk di ranjang sambil memainkan ponsel nya , tak lama kemudian Fian menyusulnya di kamar fia baru tersadar bahwa ada hati Fira yang harus ia jaga , makanya tadi setelah kepergian Fira dari dapur Fian mengusir Sabrina secara halu dan menyusul Fira ke dalam kamar Reno
" maaf kan aku sayang", ucap dia membaringkan tubuhnya di pangkuan Fira
" kenapa kamu sayang kena badai dari mana enggak ada apa - apa kok tiba - tiba minta maaf?" tanya Fira yang bingung karena Fira menganggap kedatangan Sabrina bukan hal yang harus membuat ia marah
" Karena kedatangan Sabrina dan aku merespon nya", jawab Fian sambil menggerayangi dua benda favoritnya
" oh soal itu , jika kamu berniat kembali padanya tak papa bukan masalah bagi ku", ucap Fira santai karena dia tau Fian tak kan bisa hidup tanpanya
" tidak sayang , dia hanya mencintai ku tapi tidak untuk aku , yang aku cintai cuma kamu", jawab Fian sambil meremas salah satu benda kesukaannya
" aku tak masalah jika kamu juga mencintainya", ucap Fira lagi
" aku hanya mencintai mu sayang jangan lagi kamu pergi meninggalkan aku cukup dulu dan aku bisa gila tanpa mu", aku Fian yang semakin mendekatkan wajah nya ke benda yang bergantung di dada Fira
" Hem , gombal ", jawab Fira memanyunkan bibirnya karena Fian menggigit puncak gunung kembarnya
" pengen sayang", rengek Fian seperti bayi
" pengen apa sayang", goda Fira menanggapi rengekan Fian
__ADS_1
" pengen itu", tunjuk Fian kearah gunung kembar yang tadi sempat ia gigit
" itu apa sih sayang?" tanya Fira yang masih menggoda namun dengan menempelkan benda yang fian inginkan ke wajah Fian , tanpa menunggu lama Fian membuka baju yang Fira pakai dan menyesap gunung kembar Fira dengan sangat rakus karena ia sudah sangat menginginkan nya
" ahhh pelan - pelan sayang", desah Fira karena Fian benar - benar menggilai tubuh Fira
" Karena ini sangat nikmat sayang", jawab Fian dengan nada santai , hingga cukup lama Fian bermain di gunung kembar Fira banyak tanda yang ia tinggal walau yang lama belum sepenuhnya hilang Fira tak keberatan untuk itu karena memang hanya Fian yang selalu melakukan itu dan tak ada hati yang harus Fira jaga , Fian beralih kearah area sensitif Fira membuka celana nya perlahan dan akan mulai menghisap di bawah sana namun ketukan pintu membuat Fian mengurungkan niat nya dan menutup kembali celana Fira dengan mengumpat karena kesal aksi nya di kacau kan Fira hanya tersenyum melihat raut wajah frustasi dari sang kekasih .
" udah sayang buka dulu aja", tenang Fira menyuruh Fian membukakan pintu kamar yang di ketuk dari luar
" iya sayang", ucap Fian sambil berjalan pelan ke arah pintu
Fian menepuk jidat nya pelan kenapa dia bisa sampai lupa segala nya jika sedang bersama Fira , Fira menyusul Fian dan ayahnya di ambang pintu dengan membawa perlengkapan yang sudah rapi di ransel nya.
" jadi kamu juga sudah siap sayang?" tanya Fian bingung karena hanya dia yang lupa kepulangan mereka hari ini
" sudah sayang , semua perlengkapan mu sudah aku tata disini", jawab Fira menunjuk ransel yang ia bawa , memang di dalam ransel itu terdapat perlengkapan Fian dan Fira yang di jadikan satu
" sudah ayo sayang jangan bengong keburu siang", ajak Fira menarik tangan Fian yang masih mematung di sana , Fian hanya mengikuti langkah Fira dan berpamitan kepada kak Faiz juga istrinya . keluarga Fian berjalan pelan ke arah di mana mobil terparkir dan masuk ke dalam nya .
" sudah semua ?" tanya Fian sebelum menjalankan mobil nya
__ADS_1
" sudah , ayo kita jalan", jawab ibu Fian yang duduk tepat di belakang kursi yang Fian duduki
mobil yang Fian kendarai pun melaju dengan santai menembus jalan raya menuju kota tempat tinggal mereka . di dalam mobil itu mereka tak banyak bicara Riva yang tidur di pundak sang suami dan ayah juga ibu Fian yang memandangi ke arah luar mobil melihat jalanan yang ia lewati , Fian sendiri fokus pada setir mobil nya sedangkan Fira bermain ponsel melihat dunia Maya .
" sayang aku mau itu", pinta Fira melihat pedagang batagor di tepi jalan , Fian yang tak bisa menolak permintaan sang kekasih pun meminggirkan mobil nya dan berjalan turun dari mobil untuk membeli kan Fira batagor .
setelah menunggu kurang lebih 15 menit Fian datang membawa kantong plastik dan masuk ke dalam mobil
" ini sayang untuk mu ambillah satu dan sisa nya kasih ke ibu dan Riva di belakang", ucap Fian menyodorkan kantong plastik yang berisi batagor itu kepada Fira
" terima kasih sayang", ucap Fira tersenyum manis sambil mengambil satu plastik batagor lalu memberikan nya kepada calon ibu mertua nya .
" di makan Bu", tawar Fira saat ia hendak memakan batagor nya
" lha Fian nggak makan?" tanya ibu Fian yang bingung karena hanya ada lima bungkus batagor di dalam plastik sedangkan mereka berenam
" biasa lah Bu, dia kan selalu makan bersama calon istrinya", ketus Riva membuat Fira dan Fian terkekeh kecil
" oh ibu kira Fian ngga doyan", jawab ibu Fian yang tak ingin anak nya malah berdebat
perjalanan mereka lanjutkan sambil memakan batagor , sesekali Fira menyuapi batagor itu tadi untuk Fian membuat Riva jengah ingin sekali mencibir nya tapi suami Riva menahan nya karena tak mau ada perdebatan di antara mereka
__ADS_1