DINIKAHI MANTAN KEKASIH

DINIKAHI MANTAN KEKASIH
15 . Pergi Liburan


__ADS_3

Selesai sarapan dan menyiapkan segala kebutuhan yang sekiranya di perlukan Fira dan Fian berjalan masuk kearah mobil yang masih dalam keadaan mesin yang menyala . Karena tadi Fian yang menyalakan nya.


" sudah siap sayang?" tanya Fian saat mereka sudah berada di dalam mobil .


" Sudah sayang ayo jalan", jawab Fira sambil tersenyum manis


" baik tuan putri kita berangkat", ucap Fian


mobil pun perlahan berjalan meninggalkan pekarangan rumah kakek Fira . Fira sudah menitipkan pesan nya kepada sang kakak jika mau meninggalkan kakek dan neneknya untuk beberapa hari ke depan , jadi selama Fira pergi kakak Fira lah yang mengurusi kebutuhan sang kakek , nenek dan memberi makan hewan ternak yang merek pelihara . cuaca yang tidak terlalu panas dan jalanan raya yang tak begitu ramai mendukung perjalanan sepasang kekasih pagi ini . Mereka akan melakukan perjalanan ke tempat yang telat mereka sepakati yaitu lereng gunung . bukan tanpa sebab Fira memilih destinasi wisata itu , tapi Fira berfikir di lereng gunung suasana nya sepi damai dan sejuk . cocok untuk dia yang sedang meyakinkan dirinya untuk melepas masa janda nya dan memulai kehidupan nya yang baru dengan sang kekasih dan suasana itu juga sangat pas untuk mereka bisa semakin dekat .


" sayang mampir ke mini market dulu ya", ucap Fira


" mau beli apa sayang?" tanya Fian yang menggenggam tangan Fira dan mencium punggung tangan nya, Fian menyalurkan rasa cinta nya kepada sang kekasih agar Fira selalu nyaman berada di dekat nya walau terlihat agak posesif


" pengen beli camilan", ucap Fira sambil terkekeh karena kekasihnya ini selalu saja Ingi berdekatan dengan nya


" emang kamu nggak takut tambah gendut yang kalo ngemil Mulu ?" tanya Fian lagi


" emang nya aku gendut ya sayang ?" tanya balik Fira


" bukan itu maksud ku sayang , kebanyakan wanita kan menjaga image dan pola makan nya tapi kamu terlihat biasa aja", oceh Fian menenangkan sang kekasih Fian takut Fira salah paham dengan ucapannya


" emang kamu nggak suka ya sayang?" tanya Fira polos


" aku justru malah suka sayang , karena kamu menunjukan jati dirimu yang sebenarnya tanpa harus berpura - pura atau pun berbohong , aku suka wanita apa adanya", terang Fian lagi


" berarti kamu juga tak mempermasalahkan bodi ku yang gendut dong sayang?" tanya Fira lagi


" ya enggak lah sayang , aku malah suka banget , ini nya kan gede jadi mantap", ucap Fian sambil meremas gunung kembar Fira dengan sangat gemas


" ahh sayang , mulai deh", jawab Fira memanyunkan bibirnya

__ADS_1


" jadi gemes aku lihat kamu kalo lagi ngambek gitu yang rasanya pengen ku gigit", oceh Fian


" dasar kamu nya aja yang mesum yang", cibir Fira


setengah perjalanan pun sudah mereka lewati mereka juga sudah berhenti di mini market seperti permintaan Fira tadi , hingga kini mereka melanjutkan perjalanan nya sambil memakan camilan yang mereka beli .


" sayang udah fokus nyetir dulu aja nanti kalo udah sampai kan juga bisa tidak akan ada yang mengganggu", oceh Fira , pasal nya satu tangan Fian muai nakal ******* - ***** pelan gunung kembar nya


" tapi ini begitu menggoda , sayang kalo di anggurin", jawab Fian yang tak rela jika aksinya di larang oleh Fira , Fira hanya mendengus kesal karena dia tau kalau Fian tak akan mau di larang jika ingin . perjalanan mereka lancar tanpa kendala walau Fira kesal dengan sang kekasih yang selalu saja bermain di benda kenyal nya .


###


Fian menyeret koper yang mereka bawa menuju kamar hotel yang telah mereka pesan untuk beberapa hari kedepan . sedangkan Fira hanya menenteng tas bahu dan membawa kantong plastik berisi camilan yang mereka beli tadi . tangan mereka tak pernah lepas bergandengan .


" capek juga ya sayang", ucap Fira saat sudah sampai di dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuk kamar itu


" bersih - bersih dulu sayang habis itu kita makan baru lanjut tidur", ucap Fian sambil menata barang bawaan mereka , Fian memang tak pernah menyuruh Fira melakukan apa - apa selama dia bisa mengerjakan nya akan dia kerjakan sendiri , tapi jika sang kekasih mau membantunya dengan suka rela Fian tak menolaknya .


" nanti malah ketiduran sayang , ayo bangun", ucap Fian yang berjalan pelan kearah Fira


" enggak kok sayang tenang aja", jawab Fira karena Fira hanya ingin memejamkan matanya sejenak bukan untuk tidur . Fian membelai rambut lembut milik sang kekasih , mencium kening nya dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih . selang beberapa menit Fian keluar kamar mandi dengan keadaan yang sedikit lebih segar , terlihat sang kekasih masih setia berbaring di ranjang .


" sayang buruan bangun aku laper", ucap Fian sambil berjalan mendekat Fira


" iya sayang", jawab Fira sambil bangun dari tidurnya dan duduk di sebelah Fian


" cium yang", rengek Fira yang mencium aroma sangat harum dari tubuh Fian , Fian terkekeh melihat tingkah calon istrinya ini . Bagaimana dia bisa menolak kalau dia juga menginginkan nya. Fian mencium pipi Kanan dan pipi kiri Fira .


" ih bau iler yang sana buruan mandi, apa mau aku mandiin nih ", goda Fian


" iya sayang , mentang - mentang udah wangi", cibir Fira sambil berjalan pelan memasuki kamar mandi . tak butuh waktu lama bagi perempuan bertubuh sexy ini untuk membersihkan diri setelah selesai mereka pun keluar kamar untuk mencari makan .

__ADS_1


###


"jangan pernah lagi kamu pergi meninggalkan ku sayang karena aku tak sanggup bila itu terjadi", ucap Fian disela - sela makan malam mereka ini .


" iya sayang tidak akan lagi", jawab Fira


Fian mengeluarkan kotak berwarna merah yang sudah dapat Fira tebak bahwa isi didalam kota itu adalah perhiasan


" mau kah kamu menikah dengan ku sayang ?" ucap Fian sambil membuka kotak perhiasan yang ia bawa , di dalam kotak itu terdapat 1 buah kalung yang ada inisial huruf F&F , ada satu gelang dan sepasang cincin berlian. Fira hanya menganggukkan kepala nya karena dia terlalu senang sag kekasih melamarnya secepat ini . Sebenarnya telah lama Fian ingin melamarnya tapi Fira belum ingin melanjutkan kejenjang pernikahan saat itu , berbeda dengan saat ini yang hati nya sudah di penuhi oleh sosok Fian , pria yang dulu ia sakiti oleh pengkhianatan kini malah Fian lah yang mengobati luka yang ia rasa . Fian memakai kan kalung , gelang serta cincin itu pada Fira . dan Fira juga menyematkan cincin di jari manis sang pujaan hatinya .


" terima kasih sayang kau telah hadir kembali dalam hidup ku , aku yang sempat putus asa untuk menjalani hidup kini telah semangat kembali karena kamu", ucap Fira


" iya sayang begitu juga aku , masa lalu yang kelam itu mari kita jadikan pelajaran untuk tidak mengulangi nya di kemudian hari", ucap Fian sambil mencium punggung tangan Fira , makan malam yang sangat romantis dengan suasana damai dan lampu kerlap Kerlip juga indah nya cahaya bulan yang menghiasi menambah kesan romantis untuk sepasang kekasih ini .


###


" kamu pengen nya punya anak berapa sayang?" tanya Fira


saat ini mereka sudah berada di dalam kamar setelah makan malam tadi mereka memutuskan untuk kembali ke kamar beristirahat karena besok mereka ada jalan jalan berkeliling di sekitar gunung menikmati panorama indah maha karya sang pencipta .


" nggak pengen banyak kok yang aku cuma pengen punya anak tiga , dan menjamin kehidupan layak untuk mereka serta pendidikan setinggi - tinggi nya", jawab Fian


" pemikiran kita sama yang", ucap Fira , mereka sedang berbaring di atas ranjang kamar itu menatap langit langit kamar dan mengkhayalkan kehidupan mereka kedepan nya . Fian memang memutuskan untuk tidur satu ranjang dengan Fira tapi dia sudah memonolog dirinya sendiri untuk tidak berbuat lebih . Dia hanya bermain dengan benda kenyal yang menjadi candunya.


" kamu pernah bayangin nggak yang kalo bertemu aku lagi dan mau menikah ?" tanya Fira lagi


" enggak pernah yang", jawab Fian jujur karena dirinya dulu merasa sangat putus asa ketika di tinggal Fira


" tapi ternyata tuhan maha adil sayang Dia menjawab doa - doa ku dan mempersatukan kita menjadi sepasang kekasih lagi bahkan kita mau menikah dan menua bersama", oceh Fian lagi , seperti biasa tangan Fian sudah bermain di dua benda kenyal kesukaannya .


" aamiin , insya Allah ya sayang semoga tuhan mengizinkan kita tuk bersama selamanya", jawab Fira yang sedikit mehanan geli karena tangan Fian terus saja bergerak didalam baju Fira .

__ADS_1


" aku buka ya sayang?" tanya Fian , tanpa menunggu jawaban dari sang kekasih Fian sudah membuka kancing baju Fira satu persatu hingga semua nya terbuka . kemudian ia membuka pengait bra dan melepaskan nya . menaruh baju dan bra Fira di bawah tempat tidur hingga Fira telanjang setengah badan karena Fian memang hanya menyukai itu saat ini . Fian mulai menyesap dan meremas dua benda kenyal Fira , Fira pun mendesah merasakan kenikmatan yang Fian berikan hingga Fian tertidur dengan pulas yang masih dalam keadaan ****** Fira di dalam mulut nya .


__ADS_2