
Pendaratan lancar Haneda - Soeta. Terasa asing Andaro menatap terminal 3 yang sudah sangat megah berbeda dengan 10th lalu saat dia hadir dalam acara peresmian pembukaan terminal 3. Dikejauhan dilihatnya salah satu burung besi terparkir di bagian pojok salah satu apron, jenis jet hybrid kapasitas 4 orang dengan inisial AK.
"Haiiii Mr Andarosan.... saya bergegas turun saat melihat nama anda ada di list penumpang hari ini."
Pria berbadan tegap lebih tinggi beberapa cm dari Andaro menyapa sembari melepas topi tugasnya.
"Kenapa kau repot sekali meninggalkan singgasana cockpit untuk menyambutku Niel?? lama tak jumpa... it's was smooth landing.. thank you Niel..."
Keduanya bercengkrama di bagian ruang first class, tak terasa hingga seluruh penumpang keluar dari pesawat.
"Maaf Kapten Niel... kita bersiap ke penerbangan selanjutnya", wanita tinggi dengan badan berisi dan riasan natural menghampiri.
Andaro hanya memperhatikan keduanya dengan diam dan tersenyum.
Love bird. Tatapan mereka sudah berbicara seberapa intim hubungan mereka.
"Baiklah Niel.. sampai ketemu lagi, aku akan menghubungimu lagi saat siap mengendalikan AK."
Andaro berjalan keluar dari terminal kedatangan tanpa perlu turut berkerumun dalam antrian pengambilan bagasi. Ponsel diaktifkan dan notifikasi telepon dan pesan masuk.
"Aku sudah ada di parking area, info saja saat sudah keluar aku akan ke arahmu"
Entah Valencia sempat beristirahat atau tidak, membelah kemacetan Ibukota negara ini butuh effort dan kesabaran. Tak seperti di pemikiran Andaro kalau dia harus menunggu Valencia yang akan beralasan bangun kesiangan.
__ADS_1
"Halo.. Valencia... maaf kau menunggu lama... aku sudah ada didepan pintu timur, share loc posisi mu dan aku akan..."
belum selesai dia berbicara, "Aku melihatmu Andaro... jumper hoodie Russ&Co warna navy, kaca mata hitam, dan jeans donger bukan?? ahaa.. koper green army, benarkan??"
Andaro tergelak mendengar detail yang disampaikan Valencia, sembari pandangannya beredar mencari sosok Valencia atau mobil yang mungkin ditumpangi Valencia.
Seorang gadis kuncir ekor kuda. bukan.. bukan gadis.. tapi wanita matang dengan paras dan gaya sporty layaknya gadis berjalan ke arah Andaro. Rambut ekor kudanya bagai melambai, kaki jenjangnya melangkah pasti dengan tas pouch guess warna putih. T-shirt hitam tak mampu menyembunyikan kemolekan tubuhnya, celana jeans panjang masih menjadi perisai menyembunyikan kaki jenjang mulus dibaliknya.
"Valencia.... ku kira masih diparkiran."
"Aku beli kopi, kau mau? thankyou for coming Andarosan"
"Hmmm bukan itu kesepakatan terakhir kita, mari kita tidak usah canggung dan bukanlah kita teman lama? " jawab Andaro mencoba santai sembari mengambil satu cup kopi di tangan Valencia.
"Key please, aku saja yang setir, kau Lady nikmati perjalanannya 😁"
"Baiklah Mr, aku pandu jalannya... kalau kau lapar kita bisa mampir sarapan dulu Andaro."
"Hmmm waktu terus berjalan Val, aku tak yakin 24jam dapat siap untuk menghadapi tamu kita besok."
"Aku ada sandwich di rumah... Fast food is it okey?"
"More than enough. Sandwich n coffee.. perfect."
__ADS_1
Laju mobil lancar dan tanpa hambatan menuju ke rumah Dion yang sekarang sudah resmi hanya di diami oleh Valencia.
Tiba di sana, ada mobil yang tak asing sudah terparkir di depannya.
"Papa.... " , lirih Valencia.
Andaro memarkirkan mobil, menatap Valencia yang masih tak bergeming. Tanpa menunggu, Andari turun dari mobil, membukakan pintu dan menuntun Valencia keluar.
Hero yang melihat pria asing di samping putrinya hanya mampu mengerutkan alis dan bersidekap dengan tatapan scanner. Bukan Dion pastinya. Kali ini lebih terlihat cocok jadi menantu seorang Daddy Hero...
Tampilan casual tapi berkelas, sikap natural tidak ada tekanan atau canggung, siapa dia?
Tanya Daddy Hero dalam hatinya.
"Apa anda ayah Valencia? perkenalkan saya Andaro Kobe, teman.. (sempat berpikir untuk menyebutkan nama Dion namun diurungkan) teman Valencia. Salam kenal Om."
Uluran tangan Andaro bertahan beberapa detik sampai akhirnya Hero menyambut tangannya.
"Valencia, kau lupa aku??? buka pintu rumah bulukmu ini sekarang, kita bicara di dalam. "
Tanpa bersuara dan seperti terkena gendam, Valencia berjalan membuka pintu.
Bukankan seharusnya efek jetlag ada pada Andaro?? kenapa sekarang dia merasakan efek jetlag....
__ADS_1