
Menjadi wanita bukan pilihan tapi pemberian
Dapat diberi kesempatan merasakan kehamilan adalah berkah pencipta untuk dapat merasakan kehidupan tumbuh di dalam tubuh.
Bukan berarti mereka yang belum berkesempatan mengandung tidak mendapatkan berkat Ilahi... karena semua terjadi akan tepat dan sesuai dengan waktu pencipta.
Kehamilan adalah hal yang menggembirakan bagi mereka yang memang menantikan, hal yang merisaukan bagi yang belum merasa siap atau kondisi yang tidak mendukung dengan berbagai alasan.
Tanggung-jawab dan 'beban' ekstra sudah menanti bagi calon Ibu. Nyeri punggung, sendi, kram, semakin beratnya melangkah, napsu makan yang tidak seperti biasanya kadang terlalu baik atau bahkan kehilangan minat untuk menyantap, bahkan beberapa diantaranya memanfaatkan food blogger kuliner supaya membangkitkan keinginan rakus mengunyah nutrisi demi sang buah hati.
Perut yang membuncit, pinggang yang melebar, berat badan yang bertambah, ciri umum Ibu hamil yang nampak ketara juga dengan semakin montoknya kedua buah dada. Ada yang akan bertambah terlihat berseri tapi ada juga yang nampak lebih kusam dengan kulit-kulit di lipatan yang menghitam.
Menahan diri memanjakan diri dengan makanan junk food atau pun tak dapat asal memilih skin care atau perawatan wajah. Sulam alis yang hampir pudar, warna rambut yang mungkin ingin di eksplorasi harus sabar menanti sampai jabang bayi lahir dan mengASIhi.
Belum lagi beban bertambah untuk Ibu hamil yang juga merupakan tulang punggung keluarga, bagaikan double attack... sakit punggung karena nyeri kehamilan dan ditambah banting tulang untuk keluarga yang melelahkan.
Semua hal dalam hidup ini tidak ada rumus yang pasti, teori relativitas Einstein pun tak dapat menentukan apa yang paling tepat terjadi pada suatu peristiwa. Setiap manusia memiliki jalan, cara, bagian, cerita masing-masing.
Senyum yang terlihat belum tentu sama dengan isi hati yang tersirat. Air mata yang berlinang penuh keluhan, belum tentu karena penderitaan tapi dapat saja hanya sekedar aktualisasi penderitanya untuk menarik empati dan perhatian.
Valencia mengunjungi dokter kandungan seorang diri, kontrol kehamilan tak harus ditemani suami. Ke dokter seorang diri bukan berarti cerminan istri yang dicampakkan suami.
Wajah Valencia berbinar memasuki ruang dokter setelah namanya dipanggil.
"Wah, saya senang lihat aura bahagia dan gurat ceria nyonya.. satu bulan ini tidak ada keluhan?"
Valencia masih tersenyum dan menggeleng menjawab pertanyaan Dokter yang sedari awal mendampingi kehamilannya.
"Baguslah.. yuk kita ketemu debay.. silahkan ikuti suster dan rebahan ya.. "
Valencia membelai perut yang mulai menyembul, "Kita mau ketemu dek... mommy miss you... "
Alat USG di gerakkan, nampak kantong rahim dan titik kecil di dalamnya sudah berubah menjadi janin dengan ukuran kepala lebih besar, bagian tangan kaki terbentuk tapi masih belum tampak proporsional dengan ukuran badannya. Gerakan-gerakan kecil nampak terlihat.
__ADS_1
"Bayinya sehat Bunda... aktif, kita dengarkan detak jantungnya ya."
Valencia mengangguk, bunyi detak yang sangat indah terdengar, selalu dibuat takjub setiap Valencia mendengar detak jantung kuat dari janin kecilnya.
Pemeriksaan sudah selesai dilakukan, Valencia menyusul ke meja dokter menunggu resep di tulis dan arahan.
"Panjang baby 7.5cm estimasinya berat bayi 25gram, dalam batas wajar perkembangan. Ini saya lanjutkan resep vitaminnya ya Nyonya, atau ada keluhan lain?"
Valencia menegakkan posisi duduknya, "Itu Dok.. saya merasa emosi saya tidak stabil, apa tidak masalah?"
"Perubahan hormonal selama kehamilan memang dapat berpengaruh pada emosi Ibu hamil Nyonya tapi ada baiknya Nyonya menjaga emosi tetap tenang, ambil napas panjang sekiranya merasakan emosi yang tiba-tiba tinggi, kalau mood terasa buruk bisa dengarkan musik instrumental yang menenangkan.. itu baik untuk ibu dan janinnya."
Valencia mengangguk, sadar bahwa selama ini dia terlalu hanyut pada tontonan drama yang memacu emosi, ditambah masalah hati yang sepi makin menjadi.. sekejap Valencia merasa bersalah pada sang buah hati, Jangan-jangan dia ketakutan di sana..
Maafin mommy Nak.. mommy janji buat seneng-seneng dan tetap tenang supaya kamu tidak kaget ya di dalam perut. Batin Valencia
"Nyonya bisa mulai ajak debay ngobrol elus perut berikan perkataan yang positif seperti sehat-sehat ya dek, makannya pinter tidak pilih-pilih, tumbuh sehat ya.. seperti itu."
Dokter menulis kembali, "Aman Nyonya, saya lihat kondisi ibu dan debay sehat, saya tambahkan penguat kandungan untuk berjaga-jaga bisa diminum mulai H-1 keberangkatan hingga H+2 ya, kalau ada keluhan kram atau bercak darah segera kontrol ke dokter Obgyn. Senang bisa berkenalan dengan anda dan semoga sehat selalu hingga lahiran nanti disana. Ini saya buatkan juga surat rekomendasi untuk penerbangan, biasanya pihak maskapai akan minta surat pengantar dari dokter."
Valencia berterimakasih untuk kebaikan, keramahan yang diberikan dokter. Karena kehamilan yang pertama dan obgyn pertama yang ditemui, Valencia mengira bahwa semua dokter kandungan akan komunikatif dan ramah seperti dokternya. Tentunya tidak demikian, ada juga dokter yang kurang komunikatif dan tidak responsif.. itu sudah di pertimbangan oleh Andaro sampai akhirnya memutuskan memilih dokter dengan ulasan terbaik di platform online kesehatan.
Sambil menunggu resep, Valencia mengetikkan pesan.
📤 And... apa kau sibuk?
Dua menit terlewat dan tidak ada jawaban. Saat ponsel sudah ada di dalam tas, bunyi terdengar.
Andaro menelepon
📞Hai honey... aku tidak sibuk, bagaimana kata dokter?
"Baik And, Ibu dan debay sehat"
__ADS_1
📞 Debayo? kau sudah menamai anak kita Debayo? (note : Orang Jepang sering kesulitan dengan kata dengan akhiran konsonan jadi kadang ada penambahan huruf vokal contoh : Debay jadi Debayo, Asep jadi Asepu, tapi untuk panggilan Val entah kenapa Andaro bisa melakukan tanpa penambahan "Valo", " Valu" )
Valencia tersenyum bahagia mendengar kata "anak kita", bagaimana dia tidak senang mengetahui Andaro sudah sangat menjiwai perannya sebagai Ayah.
"Bukan And, aku belum menamainya.. debay itu adek bayi, singkatan.. "
📞 So cute Debayo... jadi penerbangan Indonesia Jepang tak ada.masalah ya?
"Aman.. aku sudah dapat surat dokter, besok akan ku beli tiket direct ke Tokyo.. atau kau mau aku mendarat di mana And?"
📞 Di hatiku Val... segeralah kau daratkan cintamu di hatiku.. haha
"Kau ini And... sumringah sekali"
📞 Tentulah, aku sudah merindukan kalian terlebih kau istriku.. setelah menikah kita belum sempat berbagi kehangatan maksudnya pasti kau akan lebih tenang saat tidur dipelukanku bukan?
"Ya And... smua serba tak terencana dan terduga.. kabari aku di mana kau pilih kota untuk kita tinggal, aku akan sesuaikan tiketnya"
📞 Kau mau pilih di mana sayang? Hokkaido.. tapi sepertinya terlalu dingin, disana hanya 2 bulan musim panas, pilihlah Osaka, Tokyo, Kobe, atau Okinawa yang kondisi alam hampir seperti di Bali dikelilingi pantai?
"Di mana saja And, asal bukan Osaka."
Andaro tahu, Valencia masih takut terbayangi oleh Dion, Osaka adalah tempat berbulan madu mereka sekaligus pertama kali Andaro bertemu Valencia.
Aku akan hapuskan kenangan mantan dengan momen indah bahagia bersamaku Val. Janji Andaro dalam hati.
📞Baik lah, kau hanya perlu bersiap-siap saja Val, private plane ku terparkir di anggar Indonesia dan sudah sangat siap digunakan. Sayang sekali aku tak dapat mengemudikannya untukmu, tapi aku coba hubungi teman pilot ku.
Valencia tak dapat berkata-kata, baru dia ketahui kalau Andaro ternyata punya private plane.. atau private jet? ternyata banyak hal tentang Andaro yang masih belum diketahui oleh Valencia.
Mereka mengakhiri pembicaraan dengan ungkapan kerinduan masing-masing. Debaran ingin segera jumpa.. mendekap kehangatan tak hanya sekedar dengar suara..
'Kita akan segera ketemu Daddy Dek... baik-baik ya... " ucap Valencia perlahan sambil pengusap perutnya penuh sayang.
__ADS_1