
Andaro nampak supel dan tidak ada canggung, seolah ini bukan kali pertama dia bertemu dengan rombongan pengacara yang uda macam Boyzone..dengan setelan kemeja, rompi dan celana hitam serta tak lupa dasi yang warna nya tak seragam. Kalau orang asing melihat interaksi yang terjadi, bisa jadi mereka akan berkesimpulan Andaro adalah klien dari kelima pengacara tersebut. Perkenalan dan obrolan yang mengalir sangat natural dan tidak semenegangkan ketika Valencia pertama kali bertemu dengan para pengacara.
Hari ini pula Valencia baru menyadari bahwa dia tak tahu nama ke lima pengacara tersebut. Mereka sudah memberikan kartu nama tapi dibaca pun tidak. Berbeda dengan yang dia lihat, Andaro nampak sudah menghafalkan nama setiap pengacara. Valencia tidak tahu bahwa Andaro tidak hanya memeriksa berkas saat di kantor Dion, tapi kartu nama yang tergeletak di meja kantor menjadi perhatian untuk Andaro tahu siapa lawannya.
Dengan persiapan informasi yang didapatkan dengan bantuan anak buahnya, Andaro dapat mengumpulkan informasi terkait kelima pengacara tersebut.
Pak Basuki > Umur setengah baya dan sudah memiliki firma hukum sendiri dengan beberapa pengacara muda sebagai karyawannya. Meskipun sudah menjadi pemilik tapi untuk kasus menarik dengan klien VVIP tetap akan ditangani langsung oleh Pak Basuki. Jenis pengacara yang berdedikasi pada profesi, bersih, dan humble.
Pak Prasetio > Pria berkacamata dengan tatapan sinis dan bicara seperlunya membuat dirinya nampak berkharisma untuk pertemuan pertama. Tapi ternyata dalam hal penyelesaian kasus, Prasetio memiliki track record yang kurang baik karena kurang teliti dan sering melimpahkan kasus ke rekan pengacara yang lain jika di rasa tidak mampu memenangkan perkara.
Pak Wayan > Paling berumur dengan kumis tebal dan beberapa rambut yang mulai memutih. Sangat saklek dan tidak bisa dinegosiasi, tipe paling sulit diajak mediasi dibandingkan dengan empat rekannya yang lain.
Pak Niko > Rumor bahwa apapun bisa dimenangkannya dengan menghalalkan segala cara membuat Pak Niko memiliki popularitas tinggi tapi merupakan noda bagi profesi yang disandang karena tak jarang ketidakadilan justru dipertontonkan oleh dia dalam pengadilan. Andaro paling tidak suka dengan tipe seperti ini.
Hansen > Pengacara paling muda dan terlihat paling komunikatif, baru resmi menyandang status pengacara selama 2 tahun dengan total kasus yang ditangani tak kurang dari 30 kasus.
Dari semua informasi yang didapatkan, Andaro sidah menyusun strategi untuk dapat melakukan pendekatan dan mediasi perdamaian karena jika dipaksakan semua tanggungjawab dapat berakhir pada Valencia.
"Jadi Bapak-bapak terimakasih untuk waktu yang disempatkan untuk datang ke sini. Saya mewakili Dion dan Ibu Valencia memohon maaf kepada klien bapak sekalian atas gangguan serta kerugian materiil yang dirasakan." Andaro bangkit berdiri dan membungkuk 90 derajat.
Reaksi dari para pengacara bervariasi. Hansen dengan sigap menghampiri Andaro untuk segera berdiri.
"Tidak perlu seperti itu Tuan Andaro, kita sama-sama memiliki kepentingan dan kami disini dituntut tanggungjawab pekerjaan. Klien sudah membayar ya saya harus lakukan sesuai instruksi mereka yang sudah mengeluarkan biaya." Pak Niko memberikan keterangan implisit yang di tanggapi wajah tak suka dari Pak Basuki dan Pak Wayan.
__ADS_1
Sedari awal Valencia tidak menyukai Pak Niko, tapi tanpa diketahuinya justru Andaro akan menggunakan celah pertemanan dengan Hansen, Jiwa matrealistik Pak Niko, dan Prasetio yang berharap kali ini dia bisa menang mudah.
Merasa harus membersihkan anggapan tentang profesi pengacara dapat diatur sesuai dengan klien mana yang membayar imbas perkataan bersayap Pak Niko, akhirnya Pak Basuki buka suara, "Kami profesional Tuan Andaro. Permintaan maaf tidak akan cukup untuk menyelesaikan kerugian klien kami."
"Begini saja Tuan Andaro dan Ibu Valencia, dari pada berlama-lama bagaimana kalau kita naikkan saja ke pengadilan lebih cepat lebih baik dan pastinya waktu dan pikiran kita tak akan terbuang terlalu lama" ucap Pak Wayan arogan sambil tanpa sadar mengelus kumis dual tone miliknya yang berwarna campuran hitam putih.
Prasetio tak mau ketinggalan, "Atau kalau memang dapat diselesaikan dengan berdamai, ada baiknya Tuan dan Nyonya siapkan pengembalian dana sebesar kehilangan klien kami, total perhitungan kami adalah 17 M belum termasuk kerugian imaterial tiap klien."
Valencia mendelik mendengar perhitungan angka yang terucap karena dia tak menyangka sebanyak itu penggelapan yang dilakukan Dion.
"Mohon maaf Bapak-bapak, nominal tersebut tentu tidak dapat kami penuhi karena pemilik yang dalam hal ini Bp Dion tidak diketahui keberadaannya sedangkan aset yang saat ini dimiliki beliau kurang dari 20% total dana yang digelapkan.", Andaro yang sudah mengetahui kurang lebih dana yang dibawa kabur Dion tidak begitu kaget mendengarnya yang dapat diusahakan saat ini adalah simpati dari para pengacara supaya gugatan tidak jatuh pada maksimal hukuman 4th penjara.
Hansen yang masih mencerna keterangan Andaro tak dapat diam menyimpan tanya, "Tuan Andaro, kalau begitu misal kami bawa ke pengadilan karena dari pihak Bp Dion tidak dapat melakukan pengembalian dana yang digelapkan maka berdasarkan Pasal 372 KUHP terdakwa akan terancam maksimal 4tahun penjara. Kalau Bp Dion tidak diketahui keberadaannya, siapa yang akan menggantikan posisi beliau untuk bertanggung jawab? "
Semua mata tertuju ke arah Valencia yang sedari tadi diam mengamati dengan sesekali memijat-pijat jemari tangannya. "Ehm.. " berusaha mengumpulkan kekuatan dan keberanian Valencia menyembunyikan ketakutan dan kekhawatirannya "Kalau memang itu satu-satunya jalan penyelesaian masalah ini, saya akan bersedja bertanggungjawab."
Andaro merasakan sesak mendengar jawaban Valencia, tapi dia sudah menyiapkan senjata manuver untuk situasi ini. "Saya yang akan menggantikan Dion untuk bertanggungjawab bukan istrinya, karena saya sudah mendapatkan surat kuasa dari Dion sejak awal usaha ini dirintis jadi mulai saat ini Bapak-bapak cukup berurusan dengan saya tidak perlu menyeret Valencia."
Kelima pengacara terdiam. Pak Basuki melihat ada peran pengganti untuk melindungi wanita yang terkhianati suaminya.
Baiklah, aku anggap surat kuasa itu memang ada. Yang terpenting mereka bertanggung jawab. Pikir Pak Basuki.
Perbincangan diakhiri dan kelima tamu berpamitan dengan pesan salam sampai bertemu di pengadilan.
__ADS_1
Suasana rumah kembali sunyi. Andaro memegang gawai dan berkirim pesan dengan asisten pribadi yang dapat diandalkan.
Valencia hanya tertunduk tak menyangka dia yang meminta Andaro membantu justru menyeretnya masuk dalam bui.
"Ini salah Andaro... kau tak bisa semerta-merta menggantikan Dion... sangat kuatkah kedekatan kalian sampai kau rela dikorbankan???"
Andaro hanya tersenyum, wanita dihadapannya masih tak dapat menangkap pengorbanan yang dijalani Andaro dari awal bukan untuk Dion tapi Valencia.
"Astagaaa... kenapa kau bisa sesantai itu Andaro??? bui.. 4th... aku hanya berharap karena kewarganegaraanmu WNA Jepang maka hukumanmu akan diperingan."
"Tenanglah Val... bui tidak se menyeramkan itu... justru akan menjadi masa bersantai tak perlu bekerja sudah ada makanan tersedia hehe.. "
"Ya ampuun.. masih bisa kau bercanda Andaro... Astaga... aku tak habis pikir... " Valencia tak dapat mengendalikan diri dan berjalan mondar-mandir seperti setrikaan sambil berupaya ada yang bisa dilakukan."
Krucuuuk... krucuuuk....
Langkah Valencia terhenti... rasa jengkel menutupi dominasi rasa malu karena musik konser dalam perutnya terdengar oleh Andaro.
"Jangan menatapku seperti itu dan please.. jangan tertawa!!! aku lapar dan mau makan. Kau ikut sekarang g atau kubiarkan kau kelaparan! "
"Hei Val... apa wanita akan cepat jadi segalak singa saat dia kelaparan???"
"Induk singa yang menjaga anaknya akan lebih galak dan ganas, Andarosan!!!"
__ADS_1
Haha.. Wanita menarik.. Ungkapan hati Andaro disetujui oleh bibirnya yang terkembang dan tangan yang responsif membimbing Valencia keluar dari rumah dan masuk ke mobil.