
Usai mengakhiri telepon dengan Viktor Davidzon sang kakak tersayang, Valencia menerawang bahwa sudah tak ada pilihan dan waktu lagi untuk berpikir.
"Maaf seminggu terlalu lama Bu, tiga hari lagi kami akan menjemput Ibu dan tempat pertemuan akan ditentukan oleh klien kami."
Perkataan pengacara klien start up milik Dion terus bergema, syukurlah hanya teringat kata - katanya saja bukan perawakan para pengacara yang sempat membuatnya ciut hati.
Baik masih ada dua hari untuk bisa dipersiapkan. Ponsel terbuka dan ragu untuk melakukan panggilan ke Andaro. Bukan hanya karena mereka tidak terlalu dekat tapi juga karena perbedaan waktu, dua jam beda waktu Indonesia dan Jepang yang berarti saat ini di Jepang sudah pukul 15.00, mungkin Andaro sedang beristirahat atau bekerja.
Baiklah chat dulu
"Konnichiwa Mr Andarosan, saya Valencia istri Dion Tanuwijaya, sorry to disturb yout time.. but can I call you?"
Ketik Valencia yang tak menunggu lama ponselnya berdering. Segera Valencia menjawab,
"Halo"
"Konnichiwa, Mrs Tanuwijaya.. tidak perlu sungkan dan anda tidak mengganggu saya. Ada yang bisa saya bantu?"
"Trimakasih sudah sangat fast response dan menghubungi saya Mr Andarosan, panggil saya Valencia saja tidak perlu Mrs Tanuwijaya, karena saya sudah kehilangan kabar Dion.. Barangkali anda tahu dan bisa berikan saya info dimana dia berada??"
"Sorry to hear that Valencia, saya sudah merasa aneh saat 2 bulan dia di sini dan tak kunjung pulang ke Indonesia. Terakhir saya bertemu dengannya 3 malam lalu. Apa sudah coba hubungi nomor simcard barunya? "
"Hmmm saya tidak punya Mr, Dion tidak info kalau ada beli nomor lokal sana, jadi hanya nomor yang dia pakai di Indonesia yang saya punya.. ", Valencia menjawab lesu dan semakin berfirasat tak enak prihal suaminya.
"Panggil saya Andaro saja, kita sudah pernah berkenalan 2 tahun lalu. Baiklah Valencia saya kirimkan nomor baru Dion, paralel saya juga coba hubungi dia. Kebetulan saya sudah kembali ke Kitakyushu, posisi terakhir bertemu Dion berada di Osaka"
__ADS_1
"Hmm ya Andarosan... terimakasih bantuannya, saya tunggu info nomor baru Dion"
Telepon terputus dan benak Valencia semakin terasa berat, apa semua ini sudah terencana sejak awal?? Dion baik-baik saja dan bahkan mengganti nomor tanpa info ke dirinya yang masih berstatus istri.
Atau sekarang aku harus bersiap diri jadi janda??
Batin Valencia dengan hati yang pedih.. tak dapat terbayangkan Dion yang sangat menyayanginya pergi begitu saja tanpa pesan dan penjelasan yang jelas.
"Ini nomor baru Dion, saya coba lacak juga dimana dia saat ini", pesan Andaro masuk.
Seperti mendapatkan secercah cahaya redup mentari berselimut awan gelap, setidaknya masih ada peluang untuk tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan hidup rumah tangga dan masalah hukum yang harus segera dihadapi suaminya.
Panggilan dapat terhubung namun tak ditanggapi, Valencia tak menyerah dan terus mencoba sampai akhirnya nomor yang dihubungi tidak aktif.
Teriak Valencia dengan disertai pecahnya tangis. Tak lama telepon berbunyi.
"Valencia, apa anda baik-baik saja?", seru Andaro karena telepon terhubung namun tak ada suara diseberang.
"Huaaaa... aku harus bagaimana sekarang??? hiks.. hiks.. nomor yang anda berikan sekarang tidak aktif, apa memang Dion sengaja melakukan semua ini??? "
"Valencia, sebelum saya kirim nomor sudah saya pastikan nomor itu masih milik Dion, dia juga katakan masih di Osaka."
"Apa dia tahu kalau saya menghubungi anda?"
"Tidak. Saya rasa itu masalah kalian berdua dan harus segera dikomunikasikan jadi saya berbicara dengan Dion sebatas memastikan dia tidak berganti nomor. Wait for a minute... "
__ADS_1
Valencia terdiam dan menenangkan sesenggukannya, mengatur napas dan mencoba mengendalikan diri supaya bisa berpikir jernih.
"Sorry Valencia, sepertinya nomor Dion sudah tidak aktif, baru saja saya coba chat sudah tidak terhubung. Apa ada masalah di sana?"
Disekanya air mata, tekatnya sudah bulat, bahwa sudah saatnya dia jadi wanita yang kuat dan tegar,
"Benar Andaro, si brengsek itu sepertinya melakukan masalah. kemarin ada beberapa pengacara klien Dion datang dan berucap bahwa ada indikasi penggelapan dana dan proposal permintaan dana fiktif, apa anda tahu?"
Andaro tidak menyangka dengan apa yang dia dengar, "Apa sudah dipastikan itu bukan tipuan?"
"Menghubungi Dion adalah cara saya memastikan gugatan yang akan dinaikkan ke pengadilan adalah tidak benar. Tapi nyatanya Dion seperti leyap."
"Coba cek ke karyawan Dion, barangkali mereka bisa sedikit memberikan informasi terkait kemungkinan fiktif terjadi?"
"Hari ini semua tak nampak dan ada yang dengan pasti mengundurkan diri. Aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana, 2 hari lagi mereka akan datang kembali dan kalau tidak ada jalan damai masalah akan dibawa ke pengadilan... " jelas Valencia sembari memijit pelipisnya yang kembali terasa ngilu.
"Valencia, saya akan membantu, malam ini saya akan terbang ke Indonesia semoga flight direct masih tersedia jadi besok kita bisa segera bertemu dan saya mau cek berkas yang ada di kantor Dion.
Mendengar Andaro yang akan membantunya, Valencia sangat lega dan tak dapat berucap. Sesak di dada tergantikan dengan desir lega sekaligus tekad untuk segera menyelesaikan masalah dan mencari suami brengsek yang pernah dicintainya.
"Arigatou Andarosan... saya sangat berterimakasih untuk bantuannya."
"Kalau begitu nanti berkabar lagi, saya harus persiapkan untuk perjalanan sambil coba cari keberadaan Dion. Valencia... jangan menyerah dan tetap jaga kesehatan. bye. "
Legaaaaa itu yang dirasakan Valencia, segera dia berbenah diri seolah sudah lahir kembali kini Valencia merasa ada tantangan untuk bersemangat menyelidiki kasus dan tak membiarkan dirinya tertindas terlalu lama oleh orang yang sudah menghilang tanpa pesan.
__ADS_1