Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Hetic


__ADS_3

Penuh dengan keputusasaan dan berat hati namun yakin bahwa Valencia adalah belahan jiwa yang harus diprioritaskan melebihi apapun.


Bukan karena dia tak menyayangi bayi dalam rahim Valencia tapi karena pernikahan mereka sudah menyatukan mereka seperti menjadi satu tubuh tak terpisahkan, janji sehidup semati, dan selalu setia bukan cuma ucapan manis di bibir semata tapi memang begitulah Andaro memandang sakralnya hubungan pernikahan.


Andaro menatap laju nomor di atas pintu lift yang terus bertambah, sedikit lagi dia mencapai lantai 40 yang berarti harus bersiap menaiki helicopter menuju ke rumah sakit dimana Valencia berada.


Batinnya terus berdoa agar istri dan anaknya diberikan keselamatan dan tetap dapat melengkapi hidupnya, ada rasa miris jika harus kehilangan keduanya dan kembali merasakan sepi kosongnya hari.


Layar ponsel berkedip telepon dari nomer asing


📞Konnichiwa genggo Mr Andaro, saya Dokter Ryota dari Osaka University Hospital menginformasikan baru saja istri anda kami terima dan sudah di tangani di ruang observasi, kurang dari 30 menit perjalanan terpantau denyut jantung janin terpantau stabil namun tekanan darah istri anda stabil masih tergolong tinggi dan sudah terjadi edema pada pergelangan kaki dan telapak kaki, sudah dilakukan pengecekan pada urine dan kadar proteinnya sangat tinggi sehingga diagnosis kuat adalah Nyonya Andaro mengalami pre eklamsia pada kehamilan. Kami harus segera mengambil tindakan dan butuh persetujuan anda selaku suami dan wali terdekat pasien.


"Tindakan apa yang akan dibutuhkan Dok? tolong selamatkan istri dan anak saya Dok."


📞Akan kami upayakan Mr, yang harus segera dilakukan adalah tindakan operasi caesar karena jika ditunda akan membahayakan istri anda.


Beberapa detik Andaro berpikir dan tiupan angin kencang dan suara deru helicopter yang mendarat di atas helipad menyadarkannya.


"Baik Dokter, segera saja lakukan tindakan operasi kurang dari 1 jam saya akan tiba di sana, tolong lakukan yang terbaik Dokter"


📞Baik Mr, kami akan surel persetujuan tolong dapat dikirimkan kembali setelah dilakukan upload virtual signature terverifikasi


"Baik Dokter, saya tunggu surelnya... saya percayakan istri dan anak saya pada anda.."


Telepon terputus dan Andaro menaiki helicopter milik Mr Kotaro, setelah memasang seatbelt dan headset, Andaro berbicara pada pilot untuk segera meluncur ke Osaka University Hospital.


Pilot mengangguk dan melakukan lepas landas secara vertikal (VTOL / a Vertical take-off and landing) sembari melakukan panggilan pada pengurus heliport yang dituju untuk menggosongkan area pendaratan.


"Senpai, apa bisa melaju dengan kecepatan lebih tinggi? Istriku membutuhkanku."


Pilot yang merasa dihormati mengacungkan jari dan mengangguk melakukan manufer lebih tinggi dan meluncur terbang ke arah Osaka.


...>.<...


Harumi menunggu dengan cemas di depan ruang observasi, perawat sudah menyampaikan bahwa Suami dari Nyonya Andaro sudah melakukan balasan surat persetujuan tindakan dan segera tindakan akan dilakukan.


"Apakah ada keluarga sedarah dari Nyonya Andaro yang dapat dihubungi untuk mendampingi? kami perlu mempersiapkan kalau diperlukan transfusi plasma."


Harumi menggeleng, "Nyonya di sini seorang diri, keluarganya di Indonesia. Aku memiliki golongan darah AB rhesus-, kalau memang diperlukan saya bisa."

__ADS_1


Perawat tersenyum dan mempersilahkan Harumi mengikutinya untuk dilakukan pengecekan.


Golongan darah langka Valencia mengikuti Mommy yang sudah tiada, salah satu penyebab dari meninggalnya mommy Valencia juga karena golongan darah yang langka. Andaro sudah melakukan tindakan preventif (berjaga-jaga) dengan menempatkan Harumi yang dapat menjadi penolong jika memang diperlukan dan ternyata hal tersebut terbukti diperlukan untuk saat ini.


...>.<...


Helikopter yang ditunggangi Andaro sudah mencapai kecepatan maksimal mencapai 400 kilometer per jam, Andaro hendak melakukan panggilan pada Daddy Hero atau Viktor tapi nampaknya tidak memungkinkan selain suara yang akan terganggu juga kawatir akan mengganggu aktifitas keduanya. Andaro mengetikkan pesan yang dikirimkan untuk keduanya.


📤Tolong doanya untuk Valencia dan baby di rahimnya, Valencia tidak sadarkan diri dan akan dioperasi karena mengalami pre-eklamsia, aku sedang menuju ke rumah sakit dengan helicopter. Setiba di sana aku akan segera telepon.


Daddy Hero sedang bersiap untuk tertidur karena sepanjang sore merasa dadanya terasa sesak, pesan yang dibaca membuatnya terduduk lesu dan memikirkan keselamatan Valencia. Daddy Hero tahu apa arti tidak sadar pada kondisi pre-eklamsia, almarhum istrinya pernah harus bedrest untuk mengurangi efek preeklamsia dan melahirkan Viktor di usia 7 bulan. Tak menyangka saat ini putrinya juga harus mengalami kondisi yang sama dan dia tak ada disana untuk menemani putrinya.


📥Andaro, pastikan persediaan kantong darah AB rhesus negatif cukup di sana. Malam ini Daddy akan coba cari penerbangan ke Jepang.


Panggilan masuk dari Viktor membuatnya sebal, sepertinya iparnya tidak membaca pesan hingga akhir.


📤AKU SEDANG DI HELICOPTER, AKU AKAN CALL BACK


Kekawatiran dan emosi Andaro berkecambuk. Helipad di atas Osaka University Hospital sudah terlihat, deru di dada Andaro tak kalah keras dibanding dengan suara angin yang berputar akibat baling-baling yang berputar.


Usai memasukkan ponsel ke saku dan meletakkan headset, melepas seatbelt, Andaro turun dari helicopter dan menunduk mengucapkan terimakasih pada pilot yang membalas dengan kepalan tangan memberikan semangat.


Keluar dari landasan dan berlari menuruni tangga mencari lift terdekat menuju ke arah ruang perawat menjadi perjalanan yang seolah terlalu panjang dan menegangkan.


Suster yang ditanya segera menunduk melakukan salam dan memberikan arahan tangan serta berjalan cepat mengantarkan Andaro ke depan ruang oprasi. Pintu operasi masih tertutup. Harumi tampak berjalan dari kejauhan.


"Tuan, anda sudah tiba"


"Dari mana saja Harumi?" Andaro merendahkan suara yang hampir melengking setelah melihat terdapat bekas suntikan pada lengan Harumi.


Harumi memberikan salam dan menjelaskan, "Saya selesai diambil darah Tuan dan sudah melakukan report pada group AB- supaya kalau ada yang berada di dekat sini dapat segera datang dan melakukan donor"


Andaro mengangguk dan menepuk bahu Harumi, "Kau dapat diandalkan Harumi, arigato no"


Harumi membuka koper baju yang sudah dia letakkan di dekat kursi ruang tunggu.


Harumi menghampiri Andaro,


"Tuan, kita semua berharap yang terbaik untuk Nyonya dan bayi dalam kandungannya. Mungkin sebaiknya Tuan membersihkan diri di restroom supaya saat Nyonya keluar Tuan sudah bersih," ucap Harumi menyadarkan Andaro yang menatap kosong ke tulisan "SHUJUTSUSHITSU" (Ruang Operasi)

__ADS_1


"Arigatou Harumi," Andaro mengambil baju ganti dan perlengkapan mandi yang diserahkan Harumi dan berharap membersihkan tubuh dapat membuatnya lebih berpikir tenang.


...>.<...


Dokter berkutat dengan pekerjaan mereka, dokter anestesi memastikan bahwa kesadaran pasien tetap aman namun pasien tidak merasakan nyeri, "Sepertinya perlu dipersiapkan kantong darah lagi, kantong pertama hampir habis. Dokter Ryoto apakah tindakan masih lama?"


"Aku sedang berusaha mengeluarkan baby karena terdapat lilitan tali pusat, perawat apa dokter anak sudah dipanggil," kata dokter spesialis kandungan dengan mata yang tak lepas dari perut Valencia yang tengah terbuka.


Pintu ruang operasi terbuka, "Aku sudah hadir Dok, bagaimana kondisi si kecil? aku siap menerima tubuh mungilnya" dokter wanita dengan masker berwarna pink masuk mencerahkan suasana dan melihat proses pembebasan janin dari perut mommynya.


Dokter utama sudah mengeluarkan bayi dan menyerahkan tubuh mungil yang masih terlihat lemah dan terbungkus selaput tipis dengan tali pusat yang masih terjuntai.


"Sweety, ayo keluarkan suaramu nak sampaikan salam pada dunia," dokter bermasker pink bergerak dengan cekatan membersihkan tubuh mungil dari selaput dan melakukan penyedotan cairan dari hidung dan rongga mulutnya.


Alis sang dokter sedikit bertaut melihat ada yang tidak beres pada bayi mungilnya, "Perawat siapkan inkubator untuk si mungil dan uv light ya, sepertinya bilirubin sweety agak tinggi. Tolong siapkan senter mata dewa juga...aku perlu mengambil darah baby untuk cek kondisi pasti baby, siapkan juga intravenous fluid (cairan infus) dengan kelengkapannya"


Suara lirih bayi terdengar, jeritan parau mengawali terbukanya rongga tenggorokan bayi, badannya mungil dan menggeliat. "2.05 kg, panjang 46cm, kau bayi yang sehat nak tetaplah bertahan dan menangislah yang kencang"


Dokter anak terus menyuarakan suaranya tanpa menghentikan tindakan yang dilakukan oleh kedua tangan dengan cekatan.


Dokter kandungan mendengarkan suara di seberang sambil menyelesaikan jahitan pada perut Valencia, sesekali melirik ke arah dokter Anestesi,


"kesadaran aman, kantong darah ke dua sudah masuk, tekanan darah menurun ke arah normal sepertinya fase kritis sudah lewat"


...>.<...


Di luar ruang operasi, Andaro sudah tampil bersih siap menyambut istri dan anaknya. Jerit lirih yang sempat terdengar sempat membuat lega hatinya namun kembali ragu karena tak ada tangisan panjang lagi dan lampu ruang operasi tak kunjung padam yang berarti operasi masih saja berlangsung.


Beberapa menit sebelumnya Andaro sudah melakukan panggilan telepon pada Viktor dan Daddy Hero serta berterimakasih pada Mr Kotaro. Kalau bukan karena inisiatif kebaikan Mr Kotaro saat ini dia masih belum sampai ke tempat ini.


Pintu ruang operasi terbuka, lampu tanda berlangsungnya operasi sudah padam, dua dokter melangkah keluar mereka adalah dokter Ryota (dokter kandungan yang memimpin operasi) dan dokter anastesi yang memberikan hormat namun melangkah berlalu.


"Bagaimana istri dan anak saya Dokter Ryota?"


Dokter Ryota melepas penutup kepala dan maskernya,


"Bisa dikatakan berjalan lancar Mr, istri anda sedang dipersiapkan untuk dapat pindah ke ruang perawatan intensif dan melihat anda sudah bersih dan segar nanti anda dapat langsung menemani beliau, tinggal menunggu kesadarannya pulih. Untuk bayi anda akan dijelaskan oleh dokter spesialis anak yang menangani," ucap dokter Ryoto sambil mengamati peralatan mandi yang masih berada di sebelah kursi Andaro.


Setelah menunggu dan tidak ada pertanyaan dari Andaro, Dokter Ryota undur diri dan keduanya saling membungkuk memberikan salam.

__ADS_1


Andaro berdiri menatap pintu kamar operasi yang tertutup seolah menantikan keajaiban keluar saat pintu terbuka. Valencia dan anak mereka akan menjadi pelengkap kebahagiaan, paling tidak itulah yang diharapkan Andaro...


"Semuanya baik-baik saja bukan?" Andaro bermonolog


__ADS_2