Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Bicara tanpa Kata


__ADS_3

Tiba kembali di istana Daddy Hero, Valencia memandang Andaro sebelum turun dari mobilnya. Andaro hanya mengangguk dan tersenyum mengusap pipi mulus Valencia dengan sayang. Seolah mereka sudah mengerti apa yang saling mereka maksud tanpa kata. Berbicara tanpa kata mungkin itu bahasa baru bagi mereka yang memiliki chemistry kuat.


"Tuan sedang ada tamu nona, beliau berpesan kalau sedang tea time di pemancingan halaman belakang," seorang pelayang tiba-tiba muncul saat Valencia masuk ke rumah utama.


Pemancingan yang di maksud bukan lah area yang besar namun hanya terdiri dari dua kolam besar ukuran 3 x 6 meter berisi ikan nila dan gurami. Area pemancingan biasa digunakan Daddy Hero menyambut tamu pribadinya supaya dapat bercakap - cakap sambil memegang kail merasakan sensasi getaran - getaran halus pada kail saat ikan - ikan mulai menyantap umpan yang dipasang.


Berbeda dengan pemancingan umum yang dikomersialkan, kolam pancing milik Daddy Hero tergolong susah untuk mendapatkan ikan, karena memang ikan di kolam dirawat dengan baik dengan pemberian makan secar rutin.


"Siapa tamu Daddy sore begini Bi?"


"Kurang paham nona, tapi Tuan juga berpesan kalau Tuan Andaro sudah pulang untuk segera bergabung."


Andaro menunjuk hidungnya sendiri karena merasa tidak ada janji temu dengan siapapun hari itu. Valencia hanya mengernyit merasa Andaro dan Daddy Hero menyembunyikan sesuatu darinya dan protes karena merasa tidak dilibatkan.


"Aku sungguh tak tahu siapa tamu itu, honey.. Baiklah aku akan menyusul Daddy, kau bersihkan diri dan istirahat dulu saja... nanti aku akan ke cottage mu," kecup singkat Andaro sebelum melangkah pergi meninggalkan Valencia yang mencebikkan bibir merasa terabaikan oleh para pria.


Valencia melangkah ke cottage nya sambil menebak-nebak siapa tamu Daddy yang akan dipertemukan dengan Andaro. Pikirannya mulai berspekulasi apakah mereka sedang menyelesaikan masalah hukum yang Dion tinggalkan tanpa melibatkan Valencia? Membayangkan saja dia merasa sedih dan terasa kembali menjadi anak bawang yang tidak dipercayai kompetensinya.


"Kau harus bangga dengan mommy ya baby... percayalah mommy bukan wanita lemah dan tidak suka dengan kemudahan yang grandpa mu berikan."


***


Di kolam pancing bagian belakang, Andaro melihat Daddy Hero sedang terdiam mendengarkan tamunya yang ternyata pemuda awal 30th dengan perawakan kulit cokelat, wajah manis, tatapan tajam, dengan lesung pipit yang terbentuk saat dia berbicara.


Si pemuda yang sedang berbicara spontan terdiam saat melihat Andaro melangkah mendekat. Daddy Hero yang menyadari suara Rion, tamunya, tak terdengar..segera menyusuri tatapan Rion, "Oh dia Andaro teman anakku. Andaro kemarilah ku kenalkan kamu dengan Rion detektif yang ku minta untuk menyelidiki siapa yang sedang menguntit Valencia."


Andaro mengangguk dan memberikan salam pada Rion.


Alasan Valencia dan Andaro pindah ke rumah Daddy Hero karena ancaman penguntit yang sepertinya terlihat cukup mengancam membuat Daddy Hero terfokus untuk menemukan siapa yang mengganggu putri tercintanya. Kebencian Daddy Hero terhadap Dion sangat dalam dan untuk penguntit ini pun Daddy Hero menganggap bahwa mungkin ada kaitannya dengan Dion.


"Dad, kurasa penguntit ini tak ada hubungannya dengan Dion atau paling tidak bukan orang suruhan Dion."

__ADS_1


"Kau masih membelanya Andaro?"


"Nope, Dad... hanya saja kalau aku lihat Dion tidak akan menyakiti Valencia setidaknya secara fisik. Sasaran Dion sebenarnya adalah anda, Dad."


Daddy Hero tertawa, "Dasar pria dangkal... tak kusangka aku membiarkan dia menjadi menantuku, syukurlah sekarang ini sudah tak ada hubungan lagi dia dengan keluargaku. Rion, silahkan kau jelaskan lagi pada Andaro informasi yang sebelumnya kau sampaikan padaku."


Rion menjelaskan secara gamblang bahwa pagi ini melakukan pengecekan di rumah Valencia dan ternyata menemukan kamera tersembunyi dari atas pohon yang mengarah ke jendela kamar Valencia dan di atas kisi atas plafon yang akan dapat melihat bagian dalam rumah Valencia. Indikasi bahwa sepertinya kamera ini dipasang lebih dari satu bulan lalu karena sudah nampak lapisan debu tipis dan sarang laba-laba yang ada disekitarnya.


Bentuk kamera penyadap terbilang kecil hanya seperti kancing kemeja, dipastikan itu bukanlah produk lokal Indonesia. Hal yang mengejutkan adalah pagi ini di depan teras Valencia di temukan paket teruntuk Valencia dan saat dibuka oleh Daddy Hero berisikan pisau buah dengan bekas darah di ujungnya.


"Psiko!!" umpat Andaro.


"Lalu apa asumsimu sejauh ini Rion?" kata Daddy Hero sambil menepuk pundak Andaro untuk memintanya tetap tenang.


Rion membenarkan posisi duduknya dan meletakkan kail yang ada di tangannya, lalu mengeluarkan berkas dari tas slempang. Daddy Hero menerima berkas dengan melihat certificate of analysis (semacam lembar yang berisi hasil pengujian terhadap bahan baku yang terdiri dari analisa fisik serta mikrobiologi).


"Apa artinya ini Rion??" komentar Daddy Andaro dan menyerahkan lembar analisa kepada Andaro, secara sepintas Andaro melihat tabel-tabel analisa yang berisikan parameter dan hasil pengujian secara detail.


"Hasil pengujian kandungan arsenik dari mana ini Rion?"


Rion mengangguk, "Betul Tuan Andaro, lembar tersebut adalah hasil analisa bahan yang ternyata ada kandungan arsenik tinggi dan sample itu saya dapati dari kotak garam dapur di rumah nona Valencia. Saya melakukan sampling karena saat melakukan pengecekan di kotak garam yang sengaja saya panaskan dengan UV light tercium aroma yang mirip dengan bawang putih. Salah satu sifat arsenik jika dipanaskan akan teroksidasi dan akan menimbulkan bau bawang putih. Saya hanya berharap nona Valencia tidak sempat memasak dengan menggunakan garam yang sudah diracuni ini tuan. Berdasarkan analisa tertulis kandungannya cukup tinggi hingga 20miligram yang dapat berakibat fatal dan toksin (racun) jika tertelan."


Daddy Hero menghembuskan napas lega, "Ada beberapa clue yang dapat kutarik. Yang pertama seharusnya dua bulan terakhir Valencia tak akan memasak dan tak akan menyentuh garam itu karena sepengamatanku Valencia malas memasak. Kedua, yang meletakkan arsenik ke dalam garam itu dapat dipastikan dia tidak mengenal Valencia secara mendalam dan hanya berspekulasi untuk mencelakai Valencia."


Andaro memikirkan kemungkinan kapan arsenik itu ada di sana dan berharap analisa Daddy Hero benar bahwa Valencia tidak mengkonsumsi garam beracun itu karena tak hanya kesehatan Valencia yang dipertaruhkan tetapi juga janin yang sedang tumbuh di perut Valencia.


"Bukankah arsenik di Indonesia juga tidak di jual bebas?" Rion mengangguk menjawab pertanyaan Andaro.


Ketiga pria itu menebak bahwa siapapun yang memasukkan racun tidak dapat diremehkan. Andaro mengatakan pada Rion dan Daddy Hero bahwa ada baiknya Valencia tidak usah diberi tahu prihal temuan Rion saat ini karena akan berpengaruh pada psikis Valencia. Andaro belum dapat mengatakan pada Daddy Hero bahwa dia akan menjadi grandpa, biarlah Valencia saja yang mengatakannya.


Dari kejauhan Valencia mengamati ke tiga pria yang sudah tidak memegang kail masing-masih tapi justru saling mengoper kertas.

__ADS_1


Rasa penasaran sangat kuat akhirnya dia putuskan untuk bergabung. Valencia sudah menggunakan dress Bali dengan kain yang nyaman dan tidak gerah.


Melihat pergerakan yang mendekat, Rion yang sudah terbiasa menjadi penyidik segera merapikan tas dan mengumpulkan berkas tanpa gerakan mencurigakan dia meminta Andaro mengangkat kailnya.


"Waooow... strikeee..." teriak Andaro sambil menarik ikan yang entah kapan tiba-tiba memakan umpannya.


Valencia langsung berlari, Daddy Hero tertawa renyah, Rion bertepuk tangan turut memeriahkan suasana.


"Hebat sekali kau And... ikan Daddy sangat jarang mau memakan umpan dari kail, mereka terlalu kenyang."


Valencia takjub melihat Andaro berusaha melepaskan gurami dengan ukuran cukup besar dari mata pancing.


"Bagus nak...aku semakin menyukaimu haha," tawa Daddy Hero.


Melihat suasana yang berubah sekejap namun rasa euforia yang terlalu mengagetkan hanya karena seekor ikan, Andaro memiliki ide reflek yang akan menambahkan kemeriahan sore ini.


"Dad... kau menyukaiku...aku juga menyukaimu dan anakmu...bagaimana kalau aku meminta ijin untuk resmi menyandang status anak mantumu?" tanpa maksud bertele - tele tapi ternyata mengajukan lamaran ke calon mertua tak semudah mengajukan permohonan banding di hadapan hakim dan jaksa.


Tawa Daddy terhenti, dia mengamati Andaro dan berganti mengamati Valencia.


Rion mengambil alih ikan gurami yang tampak sudah lelah memonyongkan mulut untuk lepas dari mata pancing.


Andaro hanya mengangguk menatap Daddy yang seolah bertanya tanpa kata.


"Hahahahaha Valenciaaa... I'am very happy Dear... dan aku tau Andaro tak akan menyakiti apalagi meninggalkanmu seperti kuman bedes Dion satu itu."


Valencia tertawa dalam pelukan Daddy, "Kau bahagia karena Andaro akan resmi menjadi anakmu Dad?"


"Aku tahu diri Cia, tak bisa aku menjagamu selamanya. Dengan ada Andaro bersamamu setidaknya hatiku lebih tenang nak. Kalian percepatlah pernikahan... Daddy segera ingin menimang cucu... "


Valencia dan Andaro saling pandang, mereka belum memutuskan untuk memberi tahu tentang calon cucu yang sudah akan di dapatkan Daddy karena mereka ragu Daddy akan mau menerima cucu yang memiliki darah mantan mantunya (Dion).

__ADS_1


Tanpa mengganggu kebahagiaan keluarga kliennya, Rion berjalan ke arah dapur membawa gurami tangkapan tuan mudanya.


__ADS_2