Dinikahi Mantan Napi

Dinikahi Mantan Napi
Calon Mantan


__ADS_3

Valencia memimpin Andaro memasuki ruang kerja Dion. Empat meja kerja dengan 2 PC dan beberapa lemari brankas berisi dokumen-dokumen yang Valencia tidak pernah tahu semua isinya.


"Boleh aku mulai Val?"


Valencia mengangguk dan mengamati lincah nya Andaro mulai membuka lemari file dan memilah-milah dokumen yang ada. Beberapa bendel dokumen di keluarkan dan diletakkan di meja yang semula milik Laksmi admin Dion. Sementara ada brankas yang tetap utuh, tidak ada satupun dokumen yang dikeluarkan.


"Kita mulai dengan berkas di atas meja ini Val. Apa kau pernah mempelajari laporan buku besar perusahaan suamimu?"


"Calon Mantan tepatnya Andaro dan untuk buku besar tidak... aku sama sekali tidak pernah cek karena Dion hanya berpesan untuk lakukan approval pada semua permintaan dana yang masuk jadi hanya itu yang aku lakukan selama satu bulan terakhir."


Gerakan Andaro terhenti, serasa mulai terlihat arah main Dion dan penyebab imvestor melakukan gugatan.


"Jelaskan padaku Val, kenapa hanya itu yang kau lakukan?? apa kau benar-benar hanya melakukan approval??? setiap permintaan dana yang masuk tidak dilakukan screening terlebih dulu?? "


"Awalnya kulakukan screening tapi sejak Dion pergi pengajuan approval peminjam berasa seperti air bah yang tak tertahankan. Semua karyawan Andaro pun kewalahan, kami mengira ini adalah berkah peer to peer kami mulai dikenal.


Tapi setelah screening di minggu pertama, hanya 25% yang bisa ku approval karena tim audit visit tidak bisa jangkau pengecekan dan secara random aku bantu cek beberapa nomor tidak valid hanya digunakan untuk pemindahan online wallet tapi saat dihubungi nomor tidak aktif."


"Baik.. jadi di mana berkas 75% lainnya yang tertolak tidak kau approved?"


Valencia menggigit bibirnya dengan kebingungan sekaligus jengkel pada dirinya karena merasa Dion sedang menjerumuskannya.


"Kebodohanku Andaro... di minggu kedua saat berkomunikasi dengan Dion aku ceritakan semua permintaan yang masuk dan banyak yang tak dapat diloloskan.. tapi Dion berkilah bahwa harus diloloskan semuanya dengan dalih setiap perjanjian, dokumen pengajuan sudah dapat di tracking dari online aplikasi. Dan... setelah itu.. semua pengajuan masuk lolos begitu saja... "


Intuisi Andaro menangkap semua ini sudah direncanakan Dion tapi bagaimana mungkin Dion menjerumuskan Valencia wanita yang sangat dia cintai untuk menerima pembalasan dendam karena sakit hati perlakuan Daddy Hero.

__ADS_1


Aku tak dapat membelamu kali ini Senpai... ulahmu keterlaluan. Harga dirimu membutakan mata dan menyebabkan framing bahwa setiap perkataan dan perlakuan Tuan Hero adalah untuk merendahkanmu... padahal setelah satu jam bersama sepertinya ayah Valencia bukan orang yang mengerikan atau merendahkan orang dengan sangat picik.


Batin Andaro sambil membaca berkas yang ada di hadapannya


Suasana hening, hanya terdapat suara lembaran kertas yang dibuka dengan kasar. Sesekali terdengar suara pulpen yang d ketuk-ketuk dari tangan Andaro. Melihat wajah serius Andaro dari kacamata baca yang entah kapan di kenakan membuat seolah profesionalisme sedang diperlihatkan. Hoodie yang semula dikenakan sudah dilepas, terlihat t-shirt ber tuliskan huruf kanji kecil pada bagian bawah dan selebihnya t-shirt berwarna putih itu dihiasi motif air hujan berwarna merah.


Valencia penasaran dengan huruf kanji di kaos Andaro, tapi tak tepat rasanya dia tanyakan sekarang. Tangan Valencia mengambil ponsel dan mencoba kembali menghubungi Dion tapi lagi & lagi kedua nomornya sudah tidak ada response.


Iseng, Valencia mengambil foto candid Andaro yang sedang sangat serius mengamati dokumen dengan pulpen yang sesekali memberikan catatan pada stick note dihadapannya.


-Sent picture-


📤 Gegara ulahmu. Aku sekarang kerepotan. Beruntung Andaro masih mau membantuku.


Dion... tak begini cara pria sejati pergi...


goodbye calon mantan suamiku


Entah terbaca atau tidak, Valencia puas dengan apa yang dilakukannya. Hati yang berbunga akan cinta terasa sudah mengeras karena ditinggalkan tanpa pesan dan alasan jelas. Valencia bangkit dari kursi dan mulai membawa kardus besar. Mulailah dia mengemasi bingkai yang semula ada di rumah utama yang kemarin sudah dia pindahkan ke ruangan kerja Dion. Foto-foto kebersamaan dan pernikahan semua yang ada kaitannya dengan Dion sudah dia bereskan.


Andaro mengamati aksi Valencia yang nampak repot menata figura - figura foto ke dalam kardus. Andaro sudah menduga kurang lebih gambar siapa yang ada di sana.


"Valencia... "


"Ya? sorry Andaro.. apa aku mengganggumu berkonsentrasi??"

__ADS_1


Masih duduk di tempatnya dan melepas kacamata. Andaro memberikan tatapan hangat tanpa mengasihani, "Apakah aku boleh bertanya??" Valencia mengangguk agak bingung.


"Hmm... apakah kamu baik-baik saja??"


"Tentu saja Andaro... tenang saja.. aku bukan wanita yang harus terpuruk terlalu lama. Aku tak selemah itu tenang saja. Aku cepat beradaptasi dan move on, kau lihat aku sedang mengemas masa lalu dan memusnahkannya segera supaya tidak membayangi masa depanku... Aku sangat baik dan tak sabar untuk segera menyelesaikan masalah ini."


Andaro mengangguk dan meneruskan aktifitasnya, sementara dalam hati sudah memiliki komentar tersendiri atas setiap tutur kata yang Valencia utarakan..


Penjelasanmu terlalu panjang Val, Kata-kata yang terucap hanyalah kata auto sugesti untuk dirimu sendiri. Semoga kau segera menemukan kekuatan untuk bangkit. Jelas sekali mata panda dan sembab tidak bisa disembunyikan terlalu lama.


Andaro membuka ponsel dan mengirimkan pesan pada orang kepercayaannya karena ada hal yang sangat mengganjal dan confidential yang harus segera dia ketahui.


📤 Cek segera aliran masuk untuk rekening milik Dion Tanuwijaya, coba masuk ke beberapa bank, ku tunggu laporanmu satu jam lagi.


Air conditioner di ruangan sudah di angka 20'C, Valencia sudab merasa cukup sejuk, tapi ternyata dia melihat peluh di leher Andaro... bergegas dia ke dapur dan mengambil air mineral dingin.


"Minumlah dulu Andaro, sepertinya suhu di sini terlalu panas ya.. sampai kau berkeringat."


"Arigatou Val... sepertinya sudah hampir jam makan siang.. kita juga perlu energi, kulihat tadi pagi juga kamu tidak makan."


"Oh iya.. sudah tengah hari... aku tidak merasa lapar sebenarnya tapi baiklah Andaro... maaf sudah menguras energimu dan lupa jam makan, bagaimana kalau sekarang kita keluar makan? hm.. kau tau aku belum banyak belajar memasak dan beresiko kalau kau mencicipi masakanku sekarang."


"Ayo jalan sekarang, aku yang setir.. kau bagian co pilot untuk arahkan jalan"


Valencia mengangguk dah segera bersiap untuk pergi. Terasa sudah lama dia tidak ke luar untuk makan secara layak tidak sekedar sandwich atau fast food. Nafsu makannya menurun, tanpa disadari juga badan terasa lebih cepat lelah. Memang menyelesaikan masalah menguras psikis, energi, dan tenaga.

__ADS_1


Itu pula yang dilihat Andaro, meskipun masih banyak yang harus dia cek lagi, tapi melihat Valencia yang nampak kurang gizi diapun menyimpulkan harus ada alasan untuk Valencia segera mengisi perut dan memperhatikan dirinya.


__ADS_2